.15. Danau.

30 8 0
                                    

Coba lo bayangin, deh. Kalau lo lagi berenang terus lo bayangin gue, pasti lo gak bakal tenggelam, bakalnya melayang.

Karena berenangnya dalam mimpi, hahah.

~Meera & Aldy~

Setelah memakan masakan yang di buat oleh Wulan dan Meera sampai habis, mereka melanjutkan dengan berbincang-bincang ringan tentang hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk di bicarakan di meja makan.

Sampai akhirnya percakapan mereka terhenti karena suara ayam berkokok cukup keras. Aldy memelototkan matanya kaget seperti ingat sesuatu, ia melotot menatap Wulan, "Mamah pasti belum mandiin Si Jago, ya?" tebak Aldy.

Meera hanya menatap Aldy dan Wulan bergantian dengan heran, tak mengerti dengan kata 'Si Jago' yang dimaksud ibu dan anak ini. Wulan menggeleng pelan sambil tersenyum tanpa dosa.

"Ah, Mamah. Udah ganteng gini suruh mandiin ayam," gerutu Aldy sambil berdiri dari duduknya dengan wajah memelas. Sebelum melangkah menuju ke taman belakang, Aldy menyempatkan menatap Meera, "Mee, lo mau kenalan gak sama adik gue?" tanya Aldy ngawur.

"Main adik aja." celetuk Wulan.

Meera mengangguk karena penasaran dengan siapa yang di maksud 'Si Jago' oleh Aldy. Meera berjalan membuntuti Aldy yang berjalan santai mengarah ke taman belakang rumahnya.

Sampai akhirnya Aldy jongkok di depan kandang ayam yang terlihat sangat bersih tanpa sedikitpun kotoran dan tidak tampak menjijikan seperti pada kandang ayam biasanya. Meera terdiam berdiri di belakang Aldy, memperhatikan apa saja yang sedang laki-laki itu lakukan.

"Duh, yam. Mamah jahat banget, ya, udah siang begini lo belum mandi, pantesan rame," ucap Aldy seolah sedang berbicara dengan ayam jago yang ada dalam gendongannya itu sambil sesekali mengusap bulunya. Meera terdiam. "Oh, iya. Ada yang mau kenalan sama lo, yam. Cantik orangnya," ucap Aldy lalu melirik Meera yang berdiri di belakangnya, "tapi jutek." lanjut Aldy berbisik. Meera hanya mengkerutkan kedua alisnya karena tak mendengar ucapan Aldy selanjutnya.

Aldy menoleh kebelakang lagi, menatap Meera. "Mee, sini. Si Jago mau kenalan, nih, sama lo," ucap Aldy. Meera berjalan mendekat dan ikut berjongkok di samping Aldy, matanya menatap ayam jago yang ada dalam gendongan Aldy. Ayamnya terlihat sehat dan bersih, sepertinya Aldy merawatnya dengan sangat baik.

"Nih, yam. Namanya Meera. Cewe yang waktu itu gue ceritain ke lo. Ini orangnya," ucap Aldy lalu menatap Meera dengan tersenyum. Meera ikut tersenyum geli menatap Aldy seperti orang gila berbicara pada hewan. "Mee, ayo dong lo juga kenalan." ucap Aldy lagi.

Meera terkekeh pelan, "Hay, Ayam. Nama gue Meera. Nama lo siapa?" tanya Meera mulai ikut-ikutan menjadi gila seperti Aldy.

"Nama gue Si Jago. Hallo, Mee. Salam kenal ya!" ucap Aldy dengan suara menirukan ayam. Meera tertawa pelan mendengar suara Aldy, begitupun dengan Aldy.

"Nah, kenalannya udah dulu. Waktunya lo mandi, oke!" ucap Aldy dengan suara seperti biasa. "Mee, tolong ambilin selang disana dong, maaf ya." ucap Aldy. Meera mengangguk lalu berjalan mendekat ke arah selang yang dimaksud oleh Aldy.

Setelahnya, mereka memandikan Si Jago bersama-sama. Terkadang, terdengar suara jeritan Meera ketika Aldy mencipratkan air pada Meera, terkadang juga mereka tertawa bersama karena Si Jago tidak bisa diam saat sedang dimandikan hingga tubuh Si Jago menyipratkan air.

Setelah memandikan Si Jago selama lima menit, Aldy membawa Si Jago ke arah kursi besi panjang yang ada di taman belakang rumahnya.

"Mee, mintain hairdry dong ke Mamah gue." ucap Aldy menatap Meera dengan wajah yang basah akibat ulah Si Jago. Meera mengernyitkan kedua alisnya.

MeerAldy (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang