.13. Aldy Murka.

63 13 0
                                    

Semarah-marahnya gue, gak akan sampe gigit lo, kok, Mee.

~Meera & Aldy~

(Bila ada typo, tolong dibenahi🙏)

"Ada apa, Vin?"

Mata Aldy langsung membelalak begitu retinanya menatap Meera sudah tergulai lemah di pinggir kolam. Aldy langsung berlari dan ikut terduduk di samping Meera bersama Satria.

"Sat, Meera kenapa?" tanya Aldy dengan cemas. Menatap Satria yang kelihatan tak kalah cemas, terlihat dari dahinya yang berkeringat bercampur dengan bulir air bekas berenang menolong Meera tadi.

"Dia di dorong sama Soraya tadi," ucap Satria menatap Aldy.

"Ko bisa? Lo gak ngawasin Meera?" ucap Aldy naik pitam. Kedua matanya berkilat marah menatap Satria.

"Maaf, Dy. Tadinya gue mau misahin Meera sama Soraya, tapi Soraya keburu dorong dia." jelas Satria.

Aldy langsung berdiri, matanya meneliti satu persatu wajah yang dapat ia temui. Seketika dadanya menggebu begitu melihat Soraya dengan angkuhnya berdiri tanpa takut.

"Heh, lo!" teriak Aldy menatap Soraya, "lo apain dia?" tanya Aldy membara sambil beralih berdiri dan mendekat ke hadapan Soraya.

Soraya terkekeh pelan lalu mengibaskan rambut panjangnya, "Cuma main-main, soalnya dia berani ngatain gue." jawab Sorata santai seolah tak merasa bersalah atas kejadian itu.

Dada Aldy terlihat naik-turun menahan emosi, napasnya sudah tak beraturan. "Bego! Lo tau gak, dia itu gak bisa berenang! Kalau sampe terjadi sesuatu sama Meera, gue gak akan segan-segan ngabisin lo, persetan lo perempuan!" teriak Aldy penuh amarah.

"Udah, Dy. Lo marah-marah kaya gitu Meera gak akan sadar juga!" ucap Alvin yang sudah berdiri di belakang Aldy.

Aldy melirik Alvin lalu berbalik menatap Meera dan kembali menghampiri Meera yang masih tak sadarkan diri. Aldy menangkup kedua pipi Meera lalu menggoyang-goyangkannya, "Mee, bangun, Mee. Please," lirih Aldy lalu beralih menekan dada Meera.

"Vin, cepet panggil Pak Renaldi!" teriak Aldy sudah kalang kabut saat Meera tak kunjung membuka matanya.

Alvin segera berlalu mencari Pak Renaldi. Aldy masih menepuk-nepuk pipi Meera, terkadang menggoyangkan tubuh Meera dengan wajah yang sangat cemas.

"Mee, bangun please." lirih Aldy dengan mata yang berair, masih mencoba menepuk kedua pipi Meera sesekali menekan dada Meera.

"Soraya, kalau cewe itu sampe kenapa-kenapa, gimana?" bisik perempuan berkacamata yang berdiri di dekat Soraya dengan wajah yang ketakutan. Soraya hanya menggedikkan kedua bahunya acuh, padahal dalam hatinya ia pun sama takutnya dengan temannya itu.

Aldy berdecak lalu menatap siswa maupun siswi yang masih berdiam mengelilingi Meera, "Lo semua lagi liatin apa, sih? Ini bukan tontonan. Bubar! Bubar gak!" teriak Aldy frustasi dengan kedua tangan mengibas kerumunan yang mengelilingi Meera agar bubar.

Kerumunan tersebut langsung membuyar. Satria menatap Aldy dengan sayup, Satria tak pernah melihat Aldy kalap seperti ini. Mata Satria beralih menatap Meera yang tak kunjung membuka matanya.

Please, Mee. Lo harus buka mata lo demi Aldy. Gue gak tega liat Aldy frustasi kaya gini. Gue gak mau liat Aldy yang sama saat dia kehilangan bokapnya. Bangun, Mee. Batin Satria menatap sayu pada Meera.

Aldy kembali berbalik menatap Meera lalu masih tak putus asa mencoba menekan dada Meera sesekali menepuk-nepuk pipi Meera.

Bangun, Mee. Please. Jangan buat gue gila karena gue gagal jagain lo. Batin Aldy dengan mata memerah.

MeerAldy (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang