21. Gilang

2K 379 81
                                        

Banyak yang harus dipikirkan matang-matang. Karena segala konsekuensinya menunggu di masa mendatang.

Song: Danilla - Ada di sana

Wiper mobil Azka bergerak lambat untuk membersihkan hujan yang hanya tinggal rintik-rintiknya saja ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Wiper mobil Azka bergerak lambat untuk membersihkan hujan yang hanya tinggal rintik-rintiknya saja ini. Jalanan di depannya juga macet akibat hujan deras yang baru saja turun tadi, membuat laju kendaraan melambat.

Hingga kemudian Azka melihat motor sport berwarna hitam berhenti persis disamping mobilnya karena kemacetan ini.

Azka melirik gadis yang duduk di sebelahnya, Naila sama tertegunnya dengan Azka ketika sangat amat kebetulan melihat Sagi yang membonceng Suri. Kebetulan yang menyakitkan untuk mereka berdua.

Sedangkan dua sejoli yang tak sadar bahwa mobil disamping mereka dikendarai oleh Azka dan Naila hanya mengobrol sambil menunggu motornya bisa kembali berjalan.

Mereka berdua tampak asyik mengobrol, Suri dengan santai melingkarkan tangannya di pinggang Sagi. Suri sedikit memiringkan kepalanya, tertawa ketika mendengarkan Sagi bercerita dan sesekali tangan Sagi bergerak-gerak seperti menerangkan sesuatu. Kemudian Suri memukul pundak Sagi, membuat Sagi tertawa. Entah apa yang mereka berdua obrolkan, namun terdengar seru sekali.

Pandangan Azka meredup ketika menyadari Suri yang terlihat sumringah lebih dari biasanya sambil mengenakan jaket hitam milik Sagi.

Sama hal-nya dengan Naila. Dia hanya bisa diam menatap raut wajah bahagia Sagi dibalik kaca mobil ini. Sagi tak pernah lagi tertawa selepas bersama Suri seperti yang dia lihat ini, bahkan Sagi mengijinkan saja Suri memeluk pinggangnya dengan mesra di motor—tidak seperti Naila yang semenjak putus jadi canggung memeluk Sagi seperti Suri.

Jalanan perlahan lenggang, motor dan mobil kembali berjalan. Sama hal-nya dengan Sagi yang langsung kembali melajukan motornya, meninggalkan Azka dan Naila dengan rasa cemburu kecil yang perlahan menjalar.

"Puas lo?" desis Naila, terdengar tidak suka.

"Emang itu yang harus kita lakuin." Jawab Azka sembari melajukan mobilnya kembali. "Lo lihat sendiri kan, seberapa dekatnya mereka kalau udah bareng?"

Naila menghela napas kasar sambil memalingkan wajahnya ke kaca samping. Ketika selesai ekskul tari saman, langkahnya sontak terhenti ketika melihat Sagi yang memakaikan jaketnya pada Suri di koridor dekat lapangan upacara.

Tak lama kemudian, Azka tiba-tiba berdiri di belakangnya. Mereka berdua terdiam, mendengarkan percakapan Sagi dan Suri, mendengarkan Sagi yang akhirnya berani mengatakan maaf—menurunkan ego dan meluapkan segala perasaannya.

Belum-belum mereka berdua sudah merasa tak sampai untuk bersanding diantara Sagi dan Suri.

"Itu sih Suri yang genit." Ucap Naila tiba-tiba yang membuat Azka terperangah, tak menyangka akan kata yang keluar dari bibir Naila. "Lagipula lo kan suka sama Suri. Kalau lo beneran suka, harusnya lo nggak nyuruh gue untuk pulang sama lo dan biarin mereka berdua pulang bareng."

WanderlovedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang