Gazebo di warkop xyz tempat Sagi, Azka, Omar dan Raden nongkrong kini hening. Tidak ada petikan gitar dari Omar, tidak ada lagu dangdut yang diputar Raden melalui speaker Bluetooth-nya dan bahkan tidak ada Azka yang akan mengomel jika Raden menyetel lagu terlalu keras.
Mereka berempat duduk diam, sibuk dengan pikirannya masing-masing ditemani oleh sebatang rokok sepulang sekolah. Bahkan Azka yang jarang merokok sampai akhirnya mengambil sebatang rokok milik Omar setelah mendengarkan cerita Sagi.
Akhirnya Sagi menceritakan semua tentang Rain dan Suri.
"Terus sekarang keadaannya gimana?" Azka memecah keheningan.
Sagi meliriknya setelah menghembuskan asap rokok itu. "Maksud lo?"
"Keadaan setelah semuanya." Ganti Azka menatap ketiga sahabatnya itu bergantian. "Hubungan lo sama Suri juga termasuk jadi pertanyaan gue."
Sagi menghembuskan asap rokoknya lagi, kemudian menekan puntung rokoknya ke asbak. "All is well."
"All is well mata lo!" Omar langsung sewot.
"Gue nggak ada berantem sama Suri."
"Suri udah tau belum sih, kalau kejadian kecelakaan Rain ada sangkut pautnya sama lo?" tanya Raden setelah lama diam.
Sagi hanya menggelengkan kepalanya. Lalu Omar bertanya, "nggak ada niatan bakal cerita?"
Sagi diam.
"Takut?" Azka menimpali.
"Banyak aja resikonya." Sagi menatap Azka, lalu menghela napas lelah. "Hubungan gue sama Suri udah membaik sejak gue ngaku suka sama dia dan bakal ngejar dia. Kalau misalnya gue cerita, itu sama aja gue ngehancurin hati dia untuk kesekian kalinya. Suri bakal kecewa."
"Tapi lo nggak salah, Gi. Kecelakaan Rain bukan salah lo." Kata Omar membela.
"Apapun yang gue lakuin bakalan salah, Mar. Apalagi karena udah nyembunyiin keterpautan gue sama kecelakaan Rain." Sagi lalu merogoh ponsel di saku celananya, mengecek chat yang baru masuk dari Suri. "Gue udah salah, karena pura-pura bodoh dan nggak tahu apa-apa waktu Suri cerita tentang Rain ke gue."
"Nah itu tau." Celetuk Raden dan Azka langsung memukul kepalanya dari belakang, membuat Raden merintih kesal dan Azka melotot marah karena Raden bisa-bisanya sangat to the point. "Tapi percuma ah lo sok mellow drama gini. Padahal nanti malam bakal maju lawan geng-nya axel."
"Lo mau apalagi?!" Azka yang jadi kaget sendiri sekarang.
Sagi lalu berdiri dan mengambil jaket serta tas-nya. "Mau balas dendam. Gimanapun gue nggak bisa terima kalau Axel masih bisa seneng-seneng di dunia ini sedangkan Rain jadi koma dan lumpuh karena balapan sialan itu."
***
Entah sudah dari kapan Suri duduk di teras rumah malam ini. Walaupun entah kenapa angin berhembus lumayan kencang. Tapi Sagi tetap menunggu di teras rumah—menunggu Sagi yang katanya akan mampir di rumah malam ini.
Karena kompleks perumahan sepi, sayup-sayup Suri dapat mendengar deru motor sport Sagi yang semakin mendekat kearah rumahnya. Dan karena gengsi terlihat menunggu Sagi, Suri segera masuk kedalam rumah dan menutup pintu dengan cepat.
Sagi sendiri sudah tahu yang dilakukan Suri. Pada saat masih mengejar Sagi, Suri tidak akan malu menampakkan bahwa dia benar-benar menunggu Sagi di depan pintu rumah. Tapi sekarang, semenjak Sagi yang bertekad ingin memperbaiki semuanya dan memperjuangkan Suri—maka Suri sudah mulai sedikit-sedikit menampilkan gengsi-nya untuk menyampaikan perasaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wanderloved
Teen Fictionwanderloved (n) person still confused about the feelings and still likes adventure about love. Wanita pasti terkenal dengan sikap jaim dan sungkan mengungkapkan perasaannya pada seseorang yang dia suka. Namun hal itu tak berlaku pada Surinala. Seja...
