Adu Rayu (Anthony-Fajar-Jonatan)

1.4K 84 17
                                    

Mau kasih warning lagi, cerita ini lebih dari 5k words. Jadi yang tidak ingin dilanda kebosanan karena ceritanya terlalu panjang bisa mengabaikan part ini.

Maukah lagi kau mengulang ragu

Dan sendu yang lama

Dia yang dulu pernah bersamamu

Memahat kecewa

Atau kau inginkan yang baru

Sungguh menyayangimu

"Ngga baik malam-malam melamun Nik." Kata Fajar menyadarkan Anthony dari lamunan panjangnya yang sedang duduk di balkon apartment mereka. Anthony menoleh ke arah Fajar yang berdiri di sisinya sembari menyerahkan segelas kopi cokelat untuknya. Anthony meraihnya dan tersenyum.

"Thanks." Jawab Anthony pelan dan kembali melempar pandangannya ke pemandangan Hong Kong di malam hari. Fajar mengangguk dan ikut duduk di sofa panjang yang sedang diduduki oleh Anthony. Fajar menatap sekilas ke arah Anthony yang kembali asik dengan lamunannya tanpa memperdulikan keberadaan dirinya.

"Ada apa lagi?" Tanya Fajar yang sudah sangat hafal kebiasaan roommate manisnya ini. Anthony menoleh ke arah Fajar dan tersenyum, entah bagaimana caranya Fajar selalu tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya. Padahal keduanya menjadi roommate baru lima bulan yang lalu dan perkenalan mereka pun sangat tidak terduga. Anthony masih mengingat dengan jelas bagaimana dirinya secara tidak sengaja bertemu dengan Fajar.

Saat itu Anthony baru saja tiba di bandara internasional Macau dan dirinya kebingungan harus kemana untuk melakukan penyeberangan ke Hong Kong. Anthony mencoba menelfon Kevin, salah satu sahabatnya yang berada di Indonesia untuk menanyakan arah karena pria itu sudah sering melakukan traveling ke negara itu sebelumnya, tapi sialnya pria itu tidak menjawab panggilan telfonnya.

"Ih lo ngeselin banget sih Pin, katanya bakalan stand by kalo gue udah landing di Macau. Tapi ini boro-boro angkat telfon, bales chat aja kaga. Ngeselin banget sih." Omel Anthony yang masih berusaha menghubungi sahabatnya itu. Bukan Anthony tidak mau untuk bertanya hanya saja Anthony sedang malas untuk berinteraksi dengan orang 'asing', jadi dia lebih memilih untuk merepotkan sahabatnya itu yang sudah bersedia untuk menjadi pemandunya sampai Anthony mendapatkan tempat tinggal sementara di Hong Kong nanti.

"Ih malah direject lagi, awas aja ya lo Pin. Gue balik ke Indonesia gue copotin itu choco chips di muka lo satu-satu, biar tahu rasa." Gerutu Anthony yang masih sibuk mengetikkan sesuatu di handphonenya. Tanpa Anthony sadari, ada seorang pria yang memperhatikannya dari kejauhan sejak keduanya turun dari pesawat dan menunggu bis kecil untuk membawa mereka ke dalam bandara.

Dan kini, pria itu harus menahan tawanya saat mendengar Anthony yang terus mendumel pada ponselnya tanpa perduli keadaan sekitar. Yang menjadi pertanyaan pria itu adalah, kenapa Anthony harus repot-repot menghubungi temannya dari pada menanyakan tujuannya kepada security di bandara itu. 'Apa pria itu tidak terlalu mahir bahasa Inggris ya?' Batin pria itu membuat pendapat yang diiyakan dengan anggukkannya sendiri saat kembali melihat pria itu masih mendumel pada ponselnya. 'Bisa jadi.' Batinnya lagi.

"Ini si Kepin bener-bener ya. Udah nyaranin gue buat ambil penerbangan ke Macau dulu aja dari pada langsung ke Hong Kong sekarang bocahnya ngilang gitu aja. Bener-bener minta dibersihin itu muka dari choco chips yang membandel." Omel Anthony. Anthony menyerah dengan ponselnya dan mengedarkan pandangannya, mencari orang yang bisa dia tanya tapi tidak ada siapa-siapa di sana. Bandara itu masih sepi karena Anthony tiba pukul 6 pagi MST, bahkan security pun tidak terlihat keberadaannya membuat Anthony menghela nafasnya dan menyandarkan kepalanya pada sandaran bangku yang didudukinya.

Love Song StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang