Iqbaal barusaja pulang dari kantornya dengan raut wajah amarah, ia membanting tas kantornya ke sofa
"Bener-bener kurang ajar banget sih tu cowok! Gak bersyukur sedikitpun!" Gerutunya kesal
"Baal? kamu kenapa sayang?" tanya (namakamu) khawatir, ia melihat nafas iqbaal yang naik turun
"Itu, Suaminya Lena. Dia ceraikan Lena gitu aja! Kasian kan dia!" jelas iqbaal dengan amarahnya
(namakamu) terdiam, Jadi, iqbaal datang dengan amarah seperti ini karna Lena? Sebegitu pentingkah Lena dikehidupan iqbaal? Dan tunggu! Suami? Ternyata lena sudah mempunyai suami?
(namakamu) tersenyum tipis, ia mengelus kedua bahu iqbaal, bermaksud agar iqbaal tetap tenang, "Mungkin aja salah satu dari mereka, ada yang melakukan kesalahan baal, Kamu gausah terlalu mikirin lah," Nasihat (namakamu)
Iqbaal menepis kedua tangan (namakamu), "Kamu kok gitu sih? Lena itu sahabat aku (nam)! Aku gamau dia sedih!" Bentak Iqbaal
"Ya tapi kan baal, Kita gatau permasalahan apa yang mereka hadapin, sampai-sampai Perceraian jalan keluarnya," Ujar (namakamu)
Iqbaal memukul meja yang ada didekatnya, "Gak tau diuntung! Harusnya dia tuh bersyukur, bisa ngedapetin istri cantik, baik, penyayang seperti Lena!"
(namakamu) tersenyum tipis, Lagi-lagi iqbaal mengutarakan ucapan yang membuatnya terluka
"yaudah, sekarang kamu mandi dulu gih, istirahat!" Suruh (namakamu) lembut
Iqbaal menghiraukan ucapan (namakamu), ia langsung melengos pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun
(namakamu) memejamkan kedua matanya, saat itupula airmatanya kembali menetes, "Segitunya kamu baal,"
*
"Ibu apa kabar?"
"Ibu baik sayang, iqbaal mana? Kok kamu sendiri?" tanya Gina
Ya, barusaja kedatang tamu. Dan tamunya itu adalah mertuanya-- orangtua iqbaal
(namakamu) tersentak, ia harus berbicara apa? tidak mungkinkan ia harus berkata jujur pada Gina. "Eum-- i-iqbaal..." ia gugup sekarang, "iqbaal lagi keluar bentaran bu, katanya dia ada urusan sebentar sama temennya," alibinya disertai senyuman tipisnya
"Yatuhan, maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk berbohong pada Ibu! Aku hanya tidak ingin, ada pertengkaran antara iqbaal dan juga orangtuanya," Batinnya berteriak
Gina hanya mengangguk paham, "ohiya, Ada salam dari Indah!"
(namakamu) tersenyum senang, "walaikumsalam. Aku kangen loh bu, sama kak Indah!"
"Makanya, main dong kerumahnya! Itujuga kebetulan dia lagi main kerumah Ibu," Jelas Gina
(namakamu) mengangguk, "insyaallah secepatnya, aku dan iqbaal main kerumah Ibu!"
"Ditunggu ya!"
*
"Tadi ibu dateng,"
"Ibu? Ngapain?" tanya Iqbaal
(namakamu) yang sudah berada diranjang sembari memainkan ponselnya, hanya melirik malas pada iqbaal yang tengah berkutat dengan laptopnya, "Ngapain kamu bilang? Baal, ibu itu main kesini, karna dia kangen sama anaknya, Tapi kamu, malah main sama Lena!" sindirnya
Iqbaal menatap pada istrinya itu dengan tatapan datar, "Gausah bawa-bawa Lena bisa kan?!"
"Orang itu fakta kok!" desis (namakamu)
"Aku gasuka ya kamu bersikap seolah-olah Lena buruk dimata kamu, Lena itu baik (nam)!" Belanya
(namakamu) hanya terdiam, ia tidak berniat untuk beradu mulut dengan iqbaal
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐄𝐆𝐀𝐑 (𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓)
Fiksi UmumPEMERAN CEWEKNYA YEEN, KALO JIJIK GAUSAH BACA! GAUSAH KOMEN!! (𝐅𝐎𝐋𝐋𝐎𝐖 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐀𝐂𝐀) (𝐂𝐎𝐌𝐏𝐋𝐄𝐓𝐄𝐃) 𝐂𝐇𝐄𝐂𝐊 𝐒𝐄𝐀𝐒𝐎𝐍 2 𝐃𝐢𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐡𝐚𝐛𝐚𝐭 𝐒𝐮𝐚𝐦𝐢𝐤𝐮. 𝐍𝐚𝐦𝐮𝐧... 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐩𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤�...
