Maaf typonya 🙏
" Hari ini aku boleh keluar rumah sakit?" Tanya Wendy melihat suster yang sedang melepaskan infusnya.
" Nanti sore tuan. Anda belum di perbolehkan pulang saat ini." Jawan suster itu dan Wendy mengangguk paham.
Akhirnya Wendy kembali tertidur di ranjangnya. Ia menoleh ke arah jendela kamar sambil membenarkan bantal tidurnya.
" Irene kenapa tidak kemari? Apa dia sudah melupakan ku?" Tanya Wendy sambil melamun menatap ke luar jendela kamar inapnya.
-----
Ceklek!!! Pintu kamar Wendy terbuka. Saat itu sudah jam 3 sore.
Langkah seseorang datang mendekati ranjang tidurnya. Wendy membuka pelan matanya. Masih rabun dan belum tampak jelas. Sampai beberapa detik saat pandangan mata amat terang, ia melihat Irene yang berdiri menatapnya.
" Irene?" Pria itu bangun. Ia terduduk di tepi ranjang, menatap dongak kejut Irene yang memeluk tangis dirinya.
" W-wae?" Bingung Wendy.
" Aku bisa gila." Jawabnya. Wendy diam tanpa mengatakan apapun. Irene melepas pelukannya tanpa melepas sentuhannya di kedua bahu Wendy. Ia tatap dalam Wendy di depannya yang sesekali Wendy menyipitkan matanya.
" Aku mencintaimu Wendy~~~" Ucap Irene. Wendy menimbulkan senyum kecilnya.
" Arayo. Kemarilah." Kata Wendy yang melepaskan kedua tangannya membuat Irene memeluk dirinya lagi dengan sangat erat.
Wendy tersenyum lebar sambil memejamkan matanya merasakan pelukan Irene padanya.
" Oh!" Kejut Irene yang mendorong langsung Wendy menjauh darinya. Wendy bingung. Sebuah tamparan di pipinya membuat sakit Wendy berkurang sekarang.
Plaakk!!!!
" Mh!!?" Kejut Wendy yang menatap cepat ke arah Irene. Melihat wanita ini kembali memeluknya.
" Mwoya!? Sakit!" Kata Wendy mengusap pipi kanannya.
" Aku benci saat wanita lain membuatmu tersenyum! Jadi berhentilah tersenyum senang di depan wanita jika tidak mau aku tampar!" Kesal Irene. Wendy membuang pelan nafasnya. Ia masih bisa tersenyum. Kedua tangan kembali melingkar di pinggang Irene dan ia elus perlahan rambut panjangnya.
" Aku sudah bilang padamu, jangan menyukai pria yang sudah punya orang lain." Kata Tiffany yang bersandar di tembok rumah sakit sambil melihat kuku nya yang terlihat cantik dengan warna cerah disana.
Joy diam saja. Dia menatap Irene dan Wendy di dalam kamar inapnya. Berdiri di depan pintu sekitar 15 menit lamanya hanya untuk melihat kedua orang itu.
" Unnie benar. Aku tidak berharap untuk bisa mendapatkan cinta Wendy." Kata Joy membuat Tiffany menoleh senyum padanya.
" Kajja pulang~~" Kata Tiffany yang berjalan duluan dan di susul oleh Joy di belakangnya.
Senyum kecil Joy merekah kecil. Ia mengangguk pelan sambil memikirkan jika masih banyak pria di luar sana yang akan membalas cintanya nanti.
" Semoga kamu bahagia selalu Irene."
***
" Masuklah." Lim memberikan senyuman lebarnya.
Jennie berdiri di atas tangga rumahnya, sambil melambai pada Lim yang berbalik dan berjalan menjauh menuju gerbang keluar kediaman Kim.
" Mh?" Seolhyun kebetulan baru pulang. Ia berhenti di luar gerbang, membuka kaca mobil membuat Lim menatap dirinya.
" Eodi?" Tanya Seolhyun.
KAMU SEDANG MEMBACA
BCS | SEASON 2 ✓ [C]
FanfictionBeberapa orang pasti memiliki keahlian dalam berhubungan atau dalam pendekatan/pertemanan. Beda lagi cara keempat pria ini saat di dekat wanita....... Mempunyai segudang kejutan.......(?) 17+ Cast: Son Wendy Kang Seulgi Kim Jisoo Lalisa Manoban Bae...
![BCS | SEASON 2 ✓ [C]](https://img.wattpad.com/cover/195063395-64-k723438.jpg)