27

1.8K 184 11
                                        

" Emhh......." Tiffany berdehem panjang. Ia tidak jadi minum kopi hangatnya. Ia malah kembali meletakkan gelas itu di meja dan menatap para gadis ini yang duduk di depannya tepatnya di dalam kafe untuk mereka singgah.

" Hanya 1 cowok?" Tanya Tiffany. Mereka saling melirik tapi sangat sinis.

Di saat semuanya terdiam, datanglah rombongan Jessica yang masuk ke dalam kafe, berjalan cepat dan kerut tak sudah terus di tampakkan oleh orang-orang di kafe yang kenal kalau mereka BCS. Siap kamera dan siap untuk live SNS oleh banyak orang yang suka dengan sosial media tanpa mau ketinggalan informasi hangat.

" Kenapa kalian disini?" Tanya Jessica berhenti di samping meja Tiffany. Wanita itu menatap dongak para wanita ini yang menatap terdiam kalau mereka kembali bertemu dengannya setelah beberapa tahun yang lalu.

Jessica menoleh pelan. Ia menatap diam saja Tiffany yang kembali mengambil gelasnya dan minum dengan tenang.

Irene cs melirik unnienya tidak berkedip menatap Tiffany. Ntah apa yang mereka pikirkan hanya saja otak kembali menggali masa lalu yang sudah terlewati.

" Pulang." Kata Jessica tanpa mengalihkan pandangannya dari Tiffany.

Krystal dan lainnya bangkit dari duduk mereka di kursi itu. Kemudian berjalan keluar setelah tadinya saling menatap tajam balas dendam pada T-Baz.

Joy membuang kesal nafasnya. Ia pun mengambil jusnya dan ia minum habis lalu beranjak dari kursinya.

" Aku pergi." Katanya diikuti oleh Nayeon dan Naeun pada Tiffany yang hanya sibuk menyeruput kopi hangatnya.

" Ayo Sica..." Tarik Seolhyun. Jessica menahan tubuhnya. Ia menatap datar Tiffany di dekatnya tapi tidak mau beranjak dari tempatnya.

" Sica...ayo..." Kata IU kembali membujuk. Akhirnya Jessica bergerak sambil di tarik oleh Seolhyun dan IU keluar dari kafe. Sedangkan Suzy masih diam di sana menatap saja Tiffany yang kembali mendongak menatapnya.

" Kamu terlihat baik sekarang." Kata Suzy. Tiffany belum meresponnya tapi ia menatap Suzy.

" Aku mendapatkan undangan pernikahan mu dengan pria lain." Kata Tiffany. Suzy terdiam.

" Aku harap kita tidak lagi melakukan hal sama seperti dulu....aku tidak mau adik-adik ku sama seperti kami." Kata Suzy yang langsung berbalik dan berjalan keluar dari kafe meninggalkan Tiffany yang tersenyum kecil sambil meminum kopi hangatnya lagi.

" Apa kabar dengan Tae?" Gumam Tiffany.

***

" By!" Teriak Irene saat pintu asrama baru di buka Wendy, pria ini terkejut karena Irene langsung memeluk erat dirinya hingga keduanya terjatuh ke lantai dalam.

" Wae?" Tanya bingung Wendy.

" Baby...baby jangan macam-macam yaa mau selingkuh! Awas!" Kata Irene kemudian ia menidurkan kepalanya lagi di bawah dagu Wendy.

Wendy menekuk kerut aneh dahinya. Ia hanya diam dan tersenyum kecil dengan kedua tangan yang melingkar di pinggang Irene.

" Memangnya kenapa aku harus selingkuh?" Tanya Wendy. Irene mengangkat kepalanya. Wendy menurunkan pandangannya melihat Irene di atas tubuhnya.

" Aku takut kehilanganmu Wendy..." Jawab pelan Irene. Wendy terdiam. Ia pun sentuh pipi kanan Irene dan ia elus pelan.

" Kenapa bisa berfikir seperti itu?" Tanya Wendy lagi. Irene memberikan gelengan nya dan ia menidurkan lagi kepalanya membuat pelukan Wendy menyelimuti tubuhnya.

Wendy melamun. Ia menatap diam ke depan sambil berfikir sejenak dengan omongan Irene tadi.

Sama halnya dengan ketiga temannya yang datang peringatan sama dari kekasih mereka. Sebenarnya itu bukan hanya peringatan, tapi emang suatu hal akan melanda lagi hubungan asmara mereka. Yang paling peka dan takut itu para wanita ini yang sudah mendengarkan kisah nyata para unnienya soal hubungan percintaan yang hampir kandas karena 1 wanita saja yang jadi lirikan kekasih mereka dulu. DAN ITU HAMPIR SAJA KANDAS DENGAN PERTENGKARAN.

Tap! Tap! Tap!

Sepatu sekolah berwarna biru itu melangkah masuk ke gedung SM. Tiga orang yang melangkah pelan sambil memakai tasnya. Ia berjalan di sekitar gedung itu menuju ruang kepala sekolah sambil di lirik bahkan diikuti oleh banyak siswa yang tertarik senyum menatap mereka karena cantik sekali.

Jabat salam senyum kepala sekolah pada gadis ini yang memberikan tundukan sopan nya sebelum keluar dari ruang kepala sekolah. Wanita itu mengangkat kepalanya lagi sambil mengibaskan rambut panjangnya ke belakang.

" Khamsahamnida." Ucapnya sambil tersenyum manis pada kepala sekolah Kim.

" Nee.... Nona....emh..." Gadis itu tersenyum menatap kepala sekolah yang masih bingung dengan namanya.

Kemudian ia menoleh ke samping menatap temannya yang tersenyum saja sedari tadi tanpa mengatakan apapun.

" Yooa...." Kata seseorang yang datang masuk ke dalam ruang kepala sekolah setelah mengangkat telpon dari sang Daddy.

" Jeon Somi." Lanjut di depannya.

" Nancy Jewel Mcdonie...." Lanjutnya yang sangat kalem dan diam sedari tadi menatap senyum kepala sekolah Kim.

Akhirnya pria paru baya ini mengangguk paham.

" Semoga kalian betah sekolah disini." Kata kepala sekolah Kim.

" Nee...."

" Kalian akan bertemu dengan BCS." Ketiga wanita ini menatap kepala sekolah lagi.

" BCS? Who?" Tanya Nancy. Somi menatap Yooa yang berhenti menguyah permen karetnya saat Seulgi melintas di ujung koridor. Kedua temannya juga ikut menatap. Kepala sekolah Kim tersenyum melihat Seulgi yang memberikan tundukan sopan nya.

" Dia salah satu kekasih BCS." Kata kepala sekolah Kim di saat Seulgi beranjak pergi menjauh membuat ketiga wanita ini menatap dirinya lagi.

" Maksudnya ada beberapa orang?" Tanya Somi.

" 4 gadis anak miliarder terhormat di SM. Salah satunya anak direktur ternama SM, Bae Irene. Dia icon sekolah yang paling di segani." Mereka terdiam. Seperti berfikir sejenak dan tiba-tiba mengangguk seperti paham.

" BCS yaa...." - Yooa, Somi, Nancy.







Komplit dahh ini ff...😵 KOMPLIT KOMPLIT!!!

BCS | SEASON 2 ✓ [C]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang