D U A P U L U H T I G A

429 36 0
                                        

Orang yang kamu anggap baik pun bisa menjadi boomerang tersendiri untukmu.

***

Hera :
Lo pulang duluan aja.
Ada hal penting yg harus gue bicarakan sama Sandra. Gue nanti pulang sendiri.

Huda menautkan kedua alis tebalnya. Mencoba memahami deretan kata yang dikirim via WhatsApp dari saudari kembarnya sejak satu menit yang lalu. Pantas saja Hera tadi tidak mengikuti langkahnya di belakang. Ternyata gadis itu sedang berbelok haluan untuk menemui Sandra.

Huda :
Hal penting apa?

Tiga kata itu sudah Huda kirim sebagai balasan. Bukannya ia kepo atau semacamnya, hanya saja sebagai kakak yang baik ia harus tahu apa yang sedang dilakukan oleh adiknya bukan?

Iphone yang ada digenggaman Huda bergetar. Dilihatnya sebuah balasan pesan WhatsApp dari Hera muncul di layar popup.

Hera :
Apa yg ada dipikiran lo.

Apa yang ada dipikiran Huda?

Jika melihat pesan yang pertama kali dikirim oleh Hera tadi, Huda berpikir kembarannya itu akan membahas tentang masalah kotak bekal biru miliknya yang diakui Sandra secara tidak langsung. Jika bukan, hal penting apa yang harus mereka bicarakan? Masalah basket? Itu sudah ditinggalkan Hera sejak satu tahun yang lalu.

Tanpa sengaja Huda yang kebetulan sudah masuk ke dalam mobil kini mengalihkan pandangannya menghadap ke luar jendela. Tepat saat itu juga motor matic yang dikendarai Sandra bersama Hera yang ada diboncengannya keluar dari gerbang sekolah. Hal itu kembali memancing kerutan di kening Huda. Menandakan jika laki-laki itu sedang berpikir keras.

" Ikutin motor itu, Pak! " titah Huda pada Pak Bimo.

" Siap! "

***

" Carabian dan Tiramisu."

Baik Hera maupun Sandra sama-sama menyunggingkan senyum dan mengucapkan terima kasih kepada seorang waiters yang mengantarkan pesanan di meja mereka.

Setibanya mereka di kafe beberapa menit yang lalu, keduanya masih saling diam. Memilih sibuk pada layar ponsel masing-masing. Mulai dari membalas chat ataupun hanya sekedar menjadi penonton story.

Hera mengaduk minuman ice blend rasa tiramisu miliknya. Gadis itu berpikir keras, mempersiapkan kalimat yang sudah ia susun serapi dan sebaik mungkin di otak. Niatnya sudah bulat, mau tidak mau kesalahpahaman tentang kotak bekal biru itu harus berakhir. Ini bukan masalah ia yang tidak rela jika sang objek teropongnya akan salah jatuh hati kepada Sandra, tapi keselamatan gadis itulah yang menjadi fokus Hera saat ini. Terlebih lagi berita tentang kotak bekal biru itu telah menyebar se-antero sekolah seiring mulai menyebarnya juga berita sang duta sekolah yang berpacaran dengan ketua club basket putri SMA GARDA.

Sakit?

Tentu saja. Kalau kata Hera, sakitnya itu berlapis-lapis.

Tapi yang lebih parah dari itu adalah masih ada teror berdarah yang mengintai. Secara mereka tidak akan rela jika sang idola punya gandengan yang berasal dari salah satu kaum secret admirer.

Stalker Fifty Meter [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang