15. LIGHTS OUT

586 74 4
                                        

Januar memberhentikan kegiatan belajarnya saat Nasa cekikikan tanpa sebab.

Salahkan air conditioner di kamarnya yang rusak sehingga mengharuskan cowok itu belajar di ruang tamu. Kebetulan juga Nasa berada di ruangan yang sama dan sedang menonton televisi. Namun, kali ini ia tertawa sendiri seakan sedang kerasukan.

"Lo kenapa sih?"

Nasa menutup mulutnya dan menggeleng. "Nggak. Gue masih ngakak aja karena kejadian tadi siang."

Setelah melontarkan jawaban itu, Nasa kembali tertawa terbahak-bahak. Di benaknya, masih terbayang ekspresi Arka saat ia ditempeli kecoak terbang lalu pergi begitu saja saat Januar meneriakinya.

Tentu saja hal itu membuat Arka ketakutan setengah mati karena ia takut dengan kecoak, apalagi dengan kecoak terbang. Pernah suatu kejadian, saat Arka masih menjadi kekasih Nasa, seekor kecoak terbang tiba-tiba masuk ke dalam bajunya dan membuat Arka memekik sembari membuka bajunya, dan ya ... Nasa menyelamatkannya. Dengan santainya cewek itu mengambil kecoak di punggung Arka lalu membuangnya ke dalam kloset.

Beruntung saat kejadian, mereka sedang berada di rumah Nasa. Jika hal itu terjadi di luar dan tertangkap kamera wartawan, pasti Nasa akan malu setengah mati.

"Gue yakin Arka pasti demam abis ini," ucap Nasa sembari tertawa.

"Heh, nggak boleh ngomong gitu," peringat Januar dan kembali menulis.

Januar tahu bahwa Nasa menyindir Arka. Namun, Januar juga merasa ikut tersindir. Kemarin Januar juga demam gara-gara hal di luar dugaan yang dilakukan oleh Nasa.

Nasa memeletkan lidah. "Bodo. He deserves that."

Suasana kembali hening, hanya terdengar suara presenter berita yang menyiarkan tentang video viral hari ini. Nasa yang merasa bosan mengambil salah satu buku paket milik Januar. Melihat isi dari buku itu membuat Nasa langsung menutupnya cepat. "Ngeri. Kenapa lo milih jurusan matematika? Apa nggak pusing?"

"Nggak."

Nasa mengangkat kedua alisnya dan mengecilkan suara televisi dengan remotnya. "Gue tes kemampuan lo ya, Phi?!"

"3,14 dalam desimal dan 22/7 dalam pecahan."

"Rumus keliling lingkaran?!"

"2 Phi kali jari-jari."

"Rumus trigonometri?!"

Januar langsung menaruh pulpennya dan menyandarkan punggungnya pada kaki sofa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Januar langsung menaruh pulpennya dan menyandarkan punggungnya pada kaki sofa. Ia menatap Nasa dengan tatapan tidak suka. "Cos Cos Sin Sin, dibalik. Penjumlahan dikurang. Pengurangan di jumlah. Sin Cos Sin Cos penjumlahan tetap di jumlah. Pengurangan tetap dikurang. Tan penjumlahan, plus di atas. Tan pengurangan plus di bawah. Lo nanya begini mau ngajak ribut?" ucap Januar kesal.

Under Nasa's SpellCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang