20. PANIC ATTACK

407 54 1
                                        

Januar melihat Nasa yang berdiri di atas sana. Melambaikan tangan kepada para reporter selagi kilat kamera terus menyorotnya.

Oke, Januar akui Nasa terlihat keren. Dari mulai membanting gelas kaca hingga menarik perhatian, sampai ia yang terlihat tenang dengan tidak menampilkan kesedihannya di depan banyak orang. Berbanding terbalik dengan apa yang ia lakukan kemarin, menangis berlarut-larut saat mendengar berita tentang Arka dan Veronica. Bahkan saat ini pun, matanya yang memerah masih terlihat jika tidak memakai kacamata.

Cewek itu mengambil sebuah mikrofon yang diberikan oleh salah satu staf dan kembali berdiri di posisi awal, sengaja memunggungi kedua orang di belakangnya karena akan aneh jadinya jika mereka duduk berjajar. Nasa melihat ke sekelilingnya, dan tidak sengaja matanya menatap pendiri agensi yang menaunginya, yakni Madam Nuna. Wanita kurus dengan rambut setengah beruban itu menatap Nasa khawatir. Namun, Nasa hanya tersenyum tipis dan mengangkat salah satu jempolnya sembari mengisyaratkan bahwa ia baik-baik saja.

"Baik, saya akan menjawab pertanyaan dari teman-teman media dan meluruskan klarifikasi dari pasangan yang ada di belakang saya. Saya sudah lama putus dari Arka karena suatu hal. Bukan, karena orang ketiga—tetapi karena kesibukan kami satu sama lain. Jadi, teman-teman media tidak perlu khawatir, karena tidak ada orang ketiga dalam hubungan ini. Hubungan saya dengan Arka dan Vee baik-baik saja."

Arka dan Veronica menatap satu sama lain karena tidak percaya atas pernyataan Nasa. Cewek bersuara emas itu, baru saja menyelamatkan mereka dari lubang kehancuran.

"Lalu untuk pertanyaan di mana saya selama ini, hingga pihak agensi menyatakan saya menghilang? Pertama, ada alasan mengapa saya menghilang tiba-tiba. Saya merasa tertekan dan hampir menyakiti diri sendiri karena intensitas pekerjaan yang luar biasa. Beberapa pihak terus mendorong saya untuk melakukan ini-itu, disaat kondisi mental saya sedang tidak baik. Maka, menghilang tanpa mengatakan kepada siapapun menjadi solusi saya saat itu."

Tatapan Nasa beralih pada Januar dan Chaka yang berada di belakang awak media. "Beruntung, saat itu saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa. Mereka dengan tulus membantu, mendukung dan menghibur saya disaat saya berada di titik terendah. Dengan ini saya sangat berterima kasih pada mereka, dan untuk pasangan di belakang saya...," ucapan Nasa terdengar menggantung, ia membelakangi awak media dan menatap nanar Veronica dan Arka.

Jangan nangis, Nas. Lo nggak boleh nangis. Batinnya terus mengulang kalimat itu untuk menguatkan hatinya.

"Semoga kalian berbahagia," lanjut Nasa singkat.

Cewek itu segera turun dari panggung dan memberikan mikrofonnya pada salah satu staf. Arka mencoba untuk mengejarnya. Namun, Nasa sudah dikerubungi oleh para reporter yang meminta pernyataan lebih lanjut darinya. Madam Nuna mengerahkan penjaga keamanan untuk melindungi Nasa.

Januar mencoba untuk menghampiri artis papan atas itu. "Kita harus bawa Nasa."

Chaka menahan lengan Januar. "Nggak ada harapan. Mereka akan bawa Nasa ke gedung agensinya. Apalagi posisinya Nasa muncul tiba-tiba di konferensi pers Arka, pasti akan dimintai keterangan dia ke mana aja, sama siapa, dan lain-lain. Lo tenang aja. Hubungi Nasa lewat pesan, Nasa bawa hape 'kan?"

"Bawa, sih. Tapi tetap aja perasaan gue nggak enak, Chak..."

"Dia aman di sana. Lo nggak usah khawatir, oke? Ayo balik ... atau kita tungguin di depan agensi Nasa deh. Gue bolos kuliah dulu toh udah pinter ini."

Januar tidak menghiraukan ucapan sahabatnya. Matanya terfokus pada satu titik. Seorang pria berwajah kasar yang mengenakan hoodie hitam, sedang tertawa sembari memotret Veronica dan Arka. Kakinya lemas hingga Chaka refleks menahan bobot tubuhnya agar tidak terjatuh.

Under Nasa's SpellCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang