Sepanjang Januar melangkah menuju kubikelnya, tatapan mata dari beberapa rekan kerjanya terus membuntutinya. Cowok dengan kemeja biru panjang itu memasang ekspresi cuek, sembari memasukkan earphone ke telinganya, seolah tak peduli. Namun, dia tahu pasti apa yang sedang mereka perbincangkan.
Hubungannya dengan Nasa telah terekspos oleh seorang reporter. Identitasnya, bersama beberapa foto, tersebar luas-mulai dari momen saat Januar menghadiri pernikahan Arka dan Vee, perayaan wisuda, hingga saat nge-date di pinggir pantai dengan Nasa. Semua bahan tersebut dijadikan berita eksklusif. Nama mereka langsung menjadi tren di media sosial, dihiasi berbagai komentar yang membanjiri linimasa selama satu hari penuh sejak kemarin.
Dari sekilas yang sempat dilihatnya, mayoritas komentar warganet justru mendukung. Banyak yang merasa lega melihat Nasa berhasil move on dari Arka secepat itu. Bahkan, tak sedikit yang memuji pilihan Nasa, menyebut Januar sebagai cowok ideal walaupun usianya lebih muda darinya. Salah satu buktinya yakni video Januar yang viral-reaksinya berguling-guling setelah lulus sidang skripsi, yang mana sempat diunggah oleh akun resmi fakultasnya langsung mencuri perhatian warganet.
Tak berhenti di situ, pidato Januar saat wisuda, di mana ia menerima penghargaan dengan IPK sempurna, juga menjadi bahan perbincangan. Rekaman tersebut menambah daftar alasan bagi netizen untuk menganggapnya sebagai sosok yang pantas mendampingi Nasa.
Walaupun mayoritas diisi dengan komentar positif, namun tetap saja pandangan orang-orang terhadap Januar membuatnya risih. Tidak bisa dibayangkan bagaimana Nasa bisa menghadapi hal ini setiap harinya, ditambah dengan kamera wartawan yang selalu ada di manapun cewek itu berada dan mengusik kehidupan pribadinya.
Benar-benar mengerikan.
Tanpa sadar Januar menggelengkan kepalanya. Ia mencoba untuk kembali fokus dengan pekerjaannya, tetapi ponsel yang bergetar membuat dirinya menengok ke arah sumber suara. Pesan elektronik tiba-tiba masuk dari bar notifikasinya yang membuat mata Januar terbalalak.
Scholarship Offer for Master's Degree at the University of Cambridge
Dear Januar Wiranda,
We are pleased to inform you that you have been selected for a full scholarship to pursue a Master's degree in Data Science and Business Analytics at the prestigious University of Cambridge, United Kingdom.
Januar melempar ponselnya begitu saja saat ia tidak percaya dengan apa yang dibacanya barusan. Wanita berkacamata yang berada di sebelah kubikelnya menatapnya dengan serius. "Lo kenapa Januar?"
Cowok itu mengambil ponselnya kembali dan memperlihatkan isi layarnya pada teman di sebelahnya. Zara memasang ekspresi serupa seperti Januar dan bahkan lebih dramatis lagi dengan berdiri sembari menutup mulutnya. Ia memukul pundak Januar berkali-kali. "Ambil! It's a freaking Cambridge and full tuition fee with one year program!" ucapnya berbisik dengan nada yang antusias.
Januar menyandarkan punggungnya pada kursi dan termenung untuk sejenak. "Tapi gue baru kerja di sini selama dua minggu, Mba. Masa udah mau cabut aja sih gara-gara ini?"
Zara berusaha untuk menahan rasa geregetnya pada Januar. "Lo lupa kita kerja di mana? Perusahaan multinasional! Tahu Pak Fahri gak, yang kita ada meet Zoom kemarin? Tahun lalu dia ngajuin remote ke Amrik karena lanjutin S2. Dibolehin aja tuh sama Bos. Buktinya, dia masih kerja sampai sekarang."
Januar menatap layar komputernya. "Tapi kan gue anak baru..."
Wanita berhijab itu menghela napas. "Gue tahu kalo percaya sama gue itu musyrik. Tapi kali ini lo harus percaya. Gak ada salahnya untuk mencoba. Lo bisa minta solusi sama HR soal ini. Walaupun baru dua minggu kerja, gue bisa lihat kinerja lo baik. Pasti auto dikasih. Gue kasih kisi-kisi ngomong sama HR-nya deh, gimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Under Nasa's Spell
Fiksyen RemajaMemiliki banyak tato tidak harus dicap sebagai anak nakal. Januar Wiranda adalah contohnya. Walaupun banyak tato yang menempel pada lengannya, sikap Januar jauh berbeda dari penampilannya. Otaknya yang bisa dibilang cerdas, menjadi salah satu daya t...
