6 - FANBOY-ING MODE:ON

804 98 8
                                        

"Lo melanggar perjanjian yang sudah kita sepakati. Nyawa lo tinggal dua."

Januar mengambil ayam goreng yang berada di piring lalu memakannya dalam satu gigitan. Dia mengunyah terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Nasa. "Gue kan nggak menyebarkannya ke media sosial."

"Menyebarkannya ke pacar Juan melalui pesan teks, yang mana pesan teks tersebut adalah media sosial, ya sama aja."

"Tapi gue udah menarik pesannya, apa yang harus lo takutkan?"

"Ya tetap aja udah kekirim! Kalau pacar Juan tahu kemudian marah, lalu saking emosinya dia sampai berpikir yang nggak-nggak dan malah menyebarkannya ke platform media sosial lainnya. Karir gue bisa hancur."

"Ya suruh siapa meluk-meluk kak Juan?!" nada bicara Januar meninggi.

"Loh, kok jadi lo yang sewot sih?!" balas Nasa dengan nada serupa.

"Terserah lo."

Januar beranjak dan membawa piringnya. Ia menaruhnya di tempat pencucian tanpa mencucinya. Tidak seperti biasanya yang Januar lakukan. Hari ini waktunya benar-benar dihabiskan untuk mengurus Nasa, sampai-sampai ia tidak bisa meluangkan waktunya untuk belajar.

Jika di hari Minggu, Januar biasanya bisa belajar dan menyicil skripsinya sedikit demi sedikit sampai delapan jam, hari ini boro-boro. Dua jam saja sepertinya tidak akan bisa, karena tubuhnya sudah terlalu lelah dipakai untuk beraktivitas.

Dari mulai menggendong Nasa, bertengkar dengan kakaknya, sampai adu mulut dengan Nasa pun tak terhindarkan hingga membebankan pikirannya. Jika seperti ini, mana bisa Januar fokus untuk belajar. Pikirannya malah teralihkan ke arah lain dan bukan pelajaran.

Januar mendecak saat tiba-tiba mengingat pertengkaran dengan kakaknya. Ia tidak suka jika Juan terlalu dekat dengan Nasa disaat kakaknya itu sudah mempunyai seorang pacar. Walaupun Juan mengatakan bahwa ia mengganggap Nasa sebagai adiknya, tetap saja rasanya sangat aneh. Apalagi jarak umur Juan dan Nasa tidak jauh. Pria berumur empat puluh saja bisa menikah dengan wanita berumur dua puluh. Bagaimana jika itu terjadi dengan Juan dan Nasa? Bagaimana nasib Natasha yang sangat mencintai Juan melebihi apapun di dunia ini?

Jika sampai itu terjadi, Januar siap mengibarkan bendera perang dengan kakaknya.

Cowok itu mendengar sebuah ketukan pintu. Dengan malas, ia beranjak dan melihat muka datar milik seorang Nasa. "Ada tamu tuh, kayaknya temen lo, daritadi neken bel mulu."

Seusai Nasa berkata demikian, ponsel Januar tiba-tiba berdering. Ia mengambilnya dari meja bupet dan terpampang nama Chaka beserta foto cowok itu yang sedang memeletkan lidah. Januar mengangkatnya.

"Halo? Januar! Tolong buka pintu apartemen lo dong! Daritadi gue neken password biasa, nggak bisa kebuka."

"Iya, bentar."

Januar mematikan ponselnya, dan menatap Nasa yang masih berdiri di depan pintunya. Ia menarik tangan cewek itu dan menyuruhnya untuk memasuki kamarnya. "Lo jangan keluar dan menampakkan diri di hadapan temen gue. Lebih baik tidur. Temen gue adalah penggemar berat lo, dan mungkin aja bisa nyebarin berita tentang lo."

"Mana ada fans yang kayak gitu?!"

Januar menatapnya datar. "Ada, temen gue mulutnya ember," tangan Januar mendorong bahu Nasa pelan, "tidur sana."

"T-tunggu—"

Cowok itu menutup cepat pintu kamar karena tidak ingin mendengar ocehan Nasa.

Bersikap seperti biasa seakan tidak ada yang terjadi, Januar melangkah menuju pintu dan membukanya. Tampak Chaka dengan tas gendongnya sedang tersenyum sembari membawa satu kotak berisi pizza. "Password apartemen lo diganti?"

Under Nasa's SpellCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang