Suara tamparan dan makian terdengar dari ruang keluarga rumah mewah milik orang tua Mark.
"Kau memalukan Mark!! Segera angkat rahim bodoh itu dari tubuhmu. Kau itu calon pewaris seluruh kekayaan keluarga Tuan. Kau juga calon penerus baba di perusahaan. Apa jadinya kalau orang-orang tahu kau itu hanyalah pria cacat yang bodoh dan aneh!! Seharusnya kau kuliah di fakultas ekonomi dan bisnis bukannya kuliah di fakultas seni!! Segera keluar dari kampusmu untuk pindah ke kampus yang sudah baba pilihkan untukmu Mark!!"
Teriakan penuh amarah dari sang baba terdengar hingga ke setiap penjuru ruangan. Sementara Tzuyu sudah diungsikan ke rumah keluarga Kim oleh para maid. Kini hanya ada Mark dan kedua orang tuanya yang sedang menatap nyalang padanya.
"Kalau baba dan mama merasa malu memiliki putra sepertiku. Kalian bisa menghapus namaku dari daftar keluarga kalian. Anggap saja aku tidak pernah ada di keluarga ini."
Mark membungkukkan tubuhnya hingga 90° didepan orang tuanya.
"Maafkan aku dan terima kasih atas segalanya. Aku pamit." Lanjut Mark sebelum beranjak pergi.
"Jangan berani membawa apapun kecuali baju dan alas kaki yang sedang kau pakai Mark!" Teriak Taeyeon dengan lantang yang membuat Hangeng terperangah tak percaya dengan kekejaman istrinya sendiri.
"Nyonya tak perlu khawatir. Semua barang milik putra nyonya sudah saya simpan di kamarnya. Saya hanya membawa ponsel saya, karena ini hadiah ulang tahun saya dari Kim ahjussi. Saya permisi."
Mark melangkah pergi tanpa menoleh lagi kebelakang. Dia melewatkan tatapan tak percaya dari sang mama. Juga tatapan sedih dari sang baba.
Mereka tak pernah berpikir bahwa putra sulung kebanggaan mereka akan lebih memilih mempertahankan identitasnya sebagai seorang interseks. Daripada hidup normal sebagai seorang pria.
Jangan tanya kedua orang tua Mark tahu hal ini darimana.. Seorang pengkhianat sudah melaporkan segalanya pada orang tua Mark lengkap dengan segala buktinya.
Dia ingin menjatuhkan Mark dan menghancurkan Mark secara perlahan. Dia tidak rela melihat Mark hidup dengan bahagia sementara dia tidak.
🐰
🐰
🐰
Mark berjalan menjauhi daerah perumahan tempat tinggalnya. Dia pun tidak tahu harus menuju kemana. Tidak mungkin dia ke rumah Kibum appa kan? Mengingat letak rumah keluarga Kim berada tepat di depan rumah keluarga Tuan.
Dia tidak enak kalau harus menyusahkan Kibum appa dan Jessica eomma. Meskipun dia sendiri bingung harus pergi kemana.
Mark akhirnya berhenti ketika melewati sebuah taman. Tempat itu cukup sunyi. Mark mengarahkan kakinya memasuki area taman. Lalu duduk disalah satu ayunan yang ada disana.
Dia mengambil ponselnya dari saku celana. Panggilan tak terjawab dari Yugyeom dan Youngjae puluhan jumlahnya. Belum lagi dari Kibum appa dan Jessica eomma. Mark sedang tidak ingin berurusan dengan keluarganya saat ini.
Ketika dia sedang menatapi foto Tzuyu diponselnya. Dua notifikasi chat pun muncul di ponselnya. Pesan dari Jaebum dan Jinyoung yang ikut cemas mencarinya.
Mark memilih untuk membalas chat dari kedua kekasihnya itu. Membiarkan keduanya menemukan dirinya di tempat ini. Karena Mark sedang ingin menyendiri saat ini.
Mark tidak mengerti, apa yang salah dengan memiliki rahim di tubuhnya? Toh dia masih tetap laki-laki. Karena dia adalah gay bukankah itu sebuah kabar bagus? Karena dia dan kekasihnya bisa menikah tanpa perlu mengkhawatirkan soal keturunan.
Mark bisa melahirkan putra putri mereka dengan rahimnya sendiri. Tidak perlu mengangkat anak ataupun mencari surrogate mother. Kenapa menurut babanya itu adalah sebuah kecacatan? Mark terluka saat mendengar penilaian dari orangtuanya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just One Time {Markbum}
Fanfiction✔ Complete Jaebum dan Jinyoung adalah sepasang kekasih. Sementara Mark adalah sahabat Jaebum yang sudah lama memendam rasa cinta pada sahabatnya. Tapi suatu hari terungkap bahwa keduanya ternyata berkencan hanya untuk bersaing mendapatkan Mark! Mana...
