Dineka benar-benar bingung. Ia memandang pemberian Sehun tadi. Ia belum menyentuhnya sama sekali sejak benda itu ia letakkan di meja sebelah tempat tidur.
Jujur saja, hatinya luluh. Namun, ia terlalu takut untuk membuka hatinya kembali pada Sehun. Dia hanya pernah berharap pada dua lelaki. Sehun dan Jungkook. Namun, keduanya memberi luka. Luka yang sama. Dan yang menjadi penyebab semua itu pun tak jauh dari Asyiela sendiri.
Yah, jujur. Dineka masih punya sedikit rasa iri walau sedikit pada Asyiela.
Bayangkan. Asyiela punya semua yang ingin ia dapatkan. Ayahnya selalu berada di rumahnya padahal Ayahnya punya dirinya yang juga harus diperhatikan. Sahabat yang ia sukai malah mengalihkan perasaannya pada Asyiela padahal sudah memiliki perasaan padanya sejak kecil. Lalu, idolanya sendiri sempat mendekatkan diri namun alasan mendekatkan diri itupun tak jauh dari keinginan sang idola untuk mendekati Asyiela. Jangan lupakan ibu yang ia punya tidak sebaik ibu yang Asyiela punya walau ibu dari gadis itu telah meninggal.
Mengapa Asyiela mendapatkan semua yang ia inginkan?
Kenapa ia tidak bisa mendapatkan hal yang sama?
Baik Dineka maupun Asyiela berasal dari bibit yang sama. Lalu, kenapa hanya ia yang menderita?
Dineka menepis pikiran buruknya kembali. Ayolah, berpikir positif sedikit. Pasti ada hal yang bisa ia syukuri.
Yah, tidak ada.
Dineka tersenyum perih.
Tangannya terulur meraih surat dari Sehun. Ia membukanya dan dapat melihat hasil typografi dari pemuda yang sempat ia sukai itu.
Dear Dineka Putri,
My one and only,
Princess Neka
On her castleHalo, Tuan Putri.
Saya Pangeran Oh Sehun ingin memberikan undangan perundingan kepada Tuan Putri yang terhormat. Saya benar-benar mengagumi sosok Anda. Anda adalah seorang putri yang kuat. Anda adalah putri yang sungguh bersahaja.
Saya Pangeran Oh Sehun ingin mengajak Anda untuk merundingkan sesuatu hal yang menuangkut masa depan kita berdua. Sebenarnya, sudah lama saya memikirkan hal ini. Saya mengumpulkan keberanian saya sejak beberapa bulan lalu untuk meminta ampunan kepada Anda. Maka ajakan perundingan ini adalah untuk merundingkan, hal apa yang harus saya lakukan untuk mendapat ampunan dari seorang putri terhormat nan jelita seperti Anda.
Adapun waktu dan lokasi perundingan sebagai berikut:
Tanggal : 15 Desember 2019
Waktu : 15.00 WIB
Lokasi : Taman Ceria Kompleks Sahaja a.k.a Taman tempat kita biasa main dari duluDemikianlah undangan ini saya berikan kepada princess yang terhormat. Atas sudinya Anda membaca surat absurd nan gaje ini saya ucapkan terimakasih. Jika surat ini membuat Anda merasakan gejala mual, sakit perut, dan muntaber saya sarankan Anda segera menghubungi saya melalui Whatsapp. Tenang, nomor saya tidak pernah saya ganti, kok. Kalau kangen, silahkan menyelinap masuk ke kamar saya, kita tidur bareng-bareng. Kamar saya tidak dikunci, kok.
Salam hangat
Dari Pangeran Oh Sehun yang teramat gans
Dineka tersenyum. Sehun memang tidak berubah. Namun, ia masih ragu untuk memberi kesempatan kedua. Masih terlalu takut apabila akan terluka lagi. Ia hanya ingin bersantai sejenak, melepaskan kepenatan dari hidupnya yang pilu.Tapi, ada hal yang membuat Dineka tertarik. Terkait "undangan perundingan" yang diberikan Sehun. Apa yang hendak Sehun lakukan besok?
Dineka memutuskan untuk pergi sesuai 'undangan' itu. Karena ia yakin, sejahat apapun Sehun, Sehun tak akan melakukan yang aneh-aneh. Lagipula, ucapan Mama Sehun benar. Daridulu, kalau merasa bersalah sudah wajar kalau Sehun diam kemudian meminta maaf, seperti saat ini.
Mungkin Dineka berpikir terlalu jauh. Tapi, apakah hal ini pun ada kaitannya dengan hubungan Sehun dan Asyiela?
Yah, bodo amat deh. Yang penting udah temenan balik aja dah syukur. Batin Dineka pasrah.
Tangan Dineka meraih ponselnya, mengaktifkan data seluler dan melihat notifikasi datang padanya begitu banyak. Dengan segera Dineka membuka grup kesayangannya.
ROLEPLAY♡26.043 PESAN BELUM DIBACA
Kookiesforever: 26.043 ur
Kookiesforever: Tzuyu cans kembaran ariana grande saudara irene bestie selena gomez adek zayn malik tunangan D.O cintanya Taehyung comeback
Kookiesforever: Ada yang kangen zheyenk?
Sjdns: Wah kanjeng mami kambek
Qwertyuiop: Ieydieyh nghapaieyn khangen shama khamoew
Asdfghjkl: @ Qwertyuiop puyeng gue baca tulisan lo
AsyielaLisa: wb mbak
AsyielaLisa: dia ngetik btw, bukan nulis
Asdfghjkl: sama aja mbak lisa ku syg
Jeon: @ Asdfghjkl ekhem
Manusia: mpos mau di sleding jungkook awkwkwkakakokwkakaka
Cecans: Hajar dia jungkook!
Human: gue dukung yang menang
Kookiesforever: @ AsyielaLisa @ Jeon LOH LOH LOH DAH JADIAN?!
Kookiesforever: PJ PJ MANA PJ WOEEEEE
Bambang: Pengabdi peje
Dineka melanjutkan percakapannya dengan teman sesama grup. Sejenak, ia lupa segala beban dan kebimbangannya.
Ya, hanya roleplay yang bisa membuatnya begini.
Besok ya besok. Dineka tak mau memikirkannya sekarang. Apapun yang akan terjadi nanti, biarlah terjadi. Dineka seperti biasa akan menghadapi semuanya. Akankah ia kembali membuka hati, entahlah. Biarlah hatinya yang menentukan.
Karena sampai kapanpun, jika kita membohongi perasaan kita sendiri, pasti kita akan mendapati hasil yang buruk, kan?
Semuanya tergantung besok. Apabila Sehun berhasil mengetuk pintu hatinya kembali, maka Dineka tak akan ragu untuk membuka hatinya kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Roleplay: Take Me To Your Real Life [ Completed ]
Fiksi Penggemar[ Completed ] Jeon Jungkook Fanfiction | Lizkook Asyiela Lalisa sama seperti gadis remaja kebanyakan, juga memiliki artis pria tampan yang ia kagumi seperti gadis lainnya. Kehidupannya berubah ketika satu persatu kejadian masa lalu menyeretnya dalam...