Part 18

3.4K 253 37
                                        

Sudah hampir seminggu ve belum juga sadar sejak kecelakaan malam itu. Begitu juga dengan Mario, supir dan bodyguard pribadi ve. Keduanya sama-sama belum menujukan perkembangan apa-apa.

Gracia yang setiap hari datang ke rumah sakit untuk menjenguk ve terus terlihat sedih. Karena ve yang belum juga sadarkan diri. Meskipun dari cerita shani, ve adalah orang yang sudah menculiknya saat koma. Tapi bagaimana pun ve adalah pasangannya saat ini. Gracia sangat menyayangi ve seperti Ve yang menyayangi dirinya.

"Ve, aku kangen kamu. Anak-anak juga, kamu cepat sadar ya sayang" Ucap gracia sambil mencium tangan Ve

Shani yang melihat adegan itu hanya bisa terdiam dan menahan sesak. Sebesar itu kah rasa sayang gracia pada ibu nya? Bahkan disaat wanita nya itu hilang ingatan.

"Cia" Panggil shani yang sekarang berdiri di samping Gracia

"Ya, ada apa kak?" Tanya Gracia yang sudah mulai memanggil shani dengan embel-embel kakak lagi seperti dulu.

"aku mau jemput anak-anak dulu, kamu disini jaga mami sendirian gpp kan?"

Gracia mengangguk

"Gpp kok, kamu hati-hati ya di jalan" Pesan Gracia yang diangguki oleh shani

"Yaudah aku pergi dulu ya, bye cia" Pamit shani

"Bye kak" Balas Gracia

Dan sekarang shani sudah dalam perjalanan ke sekolah untuk menjemput anak-anak nya dan anak-anak Gracia.

°°°

Di sekolah

Eli, Mutia, chika dan Christy sudah keluar dari kelas. Dan keempatnya sekarang sedang menunggu dijemput.

"Yang jemput kita siapa kak?" Tanya Mutia ke eli

"Katanya sih mami dek" Jawab Eli

"Tumben mami gak on time jemputnya" Kata Mutia

"Entahlah"

Dan sudah hampir 20 menit mereka menunggu sejak keluar dari kelas tadi. Tapi yang menjemput mereka belum juga datang.

Tin... Tin...

Terdengar suara klakson dari mobil yang berhenti tepat di depan mereka. Mobil yang sama sekali terlihat asing oleh Eli, Mutia, chika dan Christy.

"Mobil siapa kak?" Tanya Mutia

"Gatau" Jawab Eli

Christy yang sudah ketakutan melihat seorang pria keluar dari mobil itu pun langsung memeluk lengan mutia. Begitu juga dengan chika yang memeluk lengan Eli.

"Li, aku takut" Kata chika yang memeluk erat lengan Eli

"Tenang gak usah takut, kan ada gue" Balas Eli sambil tersenyum untuk meyakinkan chika bahwa semua nya akan baik-baik saja.

Pria itu kini mendekati keempat gadis itu sambil tersenyum.

"Lho, om kan yang waktu itu di mall? Bener gak sih?" Tanya Mutia yang sadar dan mengingat pria tersebut

"Iya, kamu benar. Ternyata kamu masih ingat saya ya" Jawabnya

Dan Eli mencoba mengingat pria itu, lalu setelah Eli ingat siapa pria itu. Eli langsung menarik Mutia bersama Christy dan juga chika untuk mundur.

"Kak, kenapa?" Tanya Mutia ketika Eli mengajaknya untuk menjauh dari pria itu.

"Kamu inget kan waktu itu mami menghindar dari om itu. Yang artinya om itu orang jahat mut, kita harus pergi dari sini" Ajak Eli pada Mutia

Please, come back to me! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang