Hari ini shani datang berkunjung ke makam veranda. Shani datang kesana untuk menyampaikan keluh kesahnya selama ini yang mencintai gracia. Dan tanpa Shani sadar, gracia yang saat itu juga datang ke makam ve. Mendengar apa yang Shani keluhkan di depan makam veranda.
Bahkan ada ucapan Shani yang membuat gracia terkejut mendengarnya. Dan ucapan itu mengenai masa lalu gracia yang sebagian tidak Shani ceritakan pada waktu itu. Yaitu tentang gracia yang menjadi seorang gadis bayaran di masa lalu nya dulu. Gadis yang dibayar dengan sejumlah uang untuk melayani pelanggannya.
"Jadi aku seorang pelacur?"
Suara gracia membuat Shani tersentak kaget, dan saat itu juga Shani langsung menengok ke arah belakangnya. Dan disana berdirilah seorang gracia dengan tangisnya.
Gracia.. Batin shani
"Hikss.. Jadi aku seorang pelacur" Tangis gracia sambil menunjuk dirinya sendiri
"Cia, aku... " Ucapan shani terhenti ketika gracia menyuruhnya untuk diam di tempat.
"Kamu gak perlu jelasin apa-apa lagi hiks" Gracia mundur dan menjauhi shani yang masih berada di samping makam ve
Sementara gracia sudah berbalik badan dan bersiap untuk pergi. Shani pun mengejar gracia yang sekarang sedang berlari keluar dari area pemakaman.
"Gracia tunggu!" Teriak shani, tapi gracia menghiraukan nya dan terus menangis sepanjang jalan menuju mobil yang di mana Mario sedang menunggu disana.
Tin.. Tin.. Tin..
"Gracia awas!" Teriak shani ketika sebuah mobil melaju kencang ke arah gracia yang tak jauh dari shani. Dan hal yang tidak diinginkan pun terjadi pada keduanya.
Bruk!!!
Mobil yang melaju kencang itu berhasil menghantam tubuh shani. Sementara gracia yang berhasil shani dorong sekarang jatuh dan kepala nya terbentur pinggiran trotoar.
Mario yang baru menyadari setelah mendengar suara sesuatu yang cukup keras pun menghampiri segerombolan orang yang sedang berteriak histeris untuk memanggil ambulan.
"Astaga ibu shani!" Kaget Mario ketika melihat shani yang sudah berlumuran darah. Sedangkan gracia yang tak jauh dari tempat shani juga mengalami hal yang sama. Tapi tidak separah shani yang mengeluarkan darah di kepala, hidung dan mulutnya. Bahkan beberapa bagian tubuhnya yang juga luka-luka.
"Itu ambulan sudah datang, ayo cepat kita angkat" Ucap salah seorang warga di sana.
Lalu beberapa warga itu pun bergotong royong mengangkat tubuh shani dan gracia ke dalam ambulan yang sama. Sementara Mario langsung menghubungi Deva dan yang lain.
Setelah shani dan gracia sudah di bawa masuk ke dalam ambulan. Mario pun mengikuti ambulan itu dari belakang. Dan Deva yang sudah mendapatkan kabar juga langsung bergegas pergi bersama shania. Sedangkan viny berangkat seorang diri dari kantor shani.
Prangg!!
"Eli, Mutia!" Kaget aya, ketika melihat eli dan Mutia sama-sama menjatuhkan mangkuk bakso yang baru mereka pesan.
"Hey, kalian gpp?" Tanya aya pada keduanya
Dan tiba-tiba saja dada eli dan Mutia terasa sesak bersamaan.
"Li, lo ngapa sih?" Kini ganti Gita yang bertanya dan terlihat khawatir, sama seperti Aya
"Aku juga gatau kenapa" Jawab eli
Aya, Gita dan Christy yang ada disana pun membantu keduannya untuk duduk. Dan kejadian itu tentunya jadi pusat perhatian anak-anak di kantin. Termasuk mencuri perhatian chika yang sedang bersama joshua.
Eli sama Mutia kenapa ya?. Pikir chika
"Chik, kamu kenapa?" Tanya joshua
"Hah? Aku gpp kok" Jawab chika, tapi arah pandangnya terus memperhatikan eli disana
Eli yang sadar sedang diperhatikan pun melihat ke arah chika yang sedang bersama joshua.
Bahkan kejadian tadi pun dia cuma diem aja, dia sama sekali gak nolongin aku. Batin eli yang melihat sekilas ke chika lalu kini pergi meninggalkan kantin dan menghiraukan panggilan aya dan Gita.
Eli terus berjalan menyusuri lorong kelas 1, sampai akhirnya ia sekarang berada di dalam Perpustakaan.
"Eli" Panggil seorang murid perempuan yang sangat eli kenal "kamu kenapa?" Tanya murid perempuan itu pada eli
"Aku gpp kok" Jawab eli sambil menghapus air mata nya
"Bohong, gpp tapi kok nangis" Kata nya
Lalu tanpa seijin eli, murid perempuan itu membawa eli ke dalam pelukannya "kalo ada apa-apa itu cerita, gak boleh dipendem sendiri. Aya tau gak kamu nangis kaya gini?"
Eli menggeleng
"Yaudah, nanti jangan lupa ceritain ke Aya ya. Aku tau kamu gak akan mau cerita ke aku, jadi aku harap kamu bisa ceritain ini semua ke Aya. Ok!"
"Ok" Jawab eli
Tak jauh dari jarak eli dan murid perempuan itu, ada chika yang melihat keduanya sedang berpelukan.
Eli sama jinan? Mereka sedekat itu? Apa selama ini jinan cuma pura-pura benci sama eli?. Batin chika
⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩
Part apa ini 😪😪😪
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, come back to me! [END]
Historia CortaIni sequel dari "GADIS BAYARAN" jadi silahkan dibaca dan semoga suka! 😁
![Please, come back to me! [END]](https://img.wattpad.com/cover/207713700-64-k400268.jpg)