"Thx, lo udah mau deket sama joshua. Itu artinya video lo sama Eli waktu itu aman. Tapi inget, tugas lo buat ngelayanin gue kaya gini masih berlaku sampai gue sendiri yang bilang stop" Ucap jinan ke chika yang ada di bawahnya.
Setelah itu jinan kembali melumat bibir chika dengan lembut.
"Li, kamu gpp?" Tanya aya ketika melihat Eli yang diam setelah tau siapa dan apa yang dilakukan oleh dua orang di dalam gudang itu
"Gak, aku gpp kok" Jawab Eli ke aya "yaudah yuk balik aja ke kelas" Ajak Eli
"Tapi mereka... "
"Udah biarin aja, yuk!" Eli menarik aya menjauh dari gudang. Dan sepanjang jalan menuju kelasnya, Eli terus terbayang-bayang dengan kejadian di dalam gudang tadi
Kenapa chika berani melakukan itu? Apa memang dia sudah terbiasa?. Batin Eli bingung sekaligus menahan sesak
"Ay" Panggil Eli ke aya
"Hmm"
"Jangan ceritain ke siapa-siapa tentang kejadian di gudang tadi ya" Kata Eli
"Emang kenapa?" Tanya aya
"Ya pokoknya jangan, ok!"
Aya hanya mengangguk, setelah itu keduanya berpisah untuk kembali ke kelas masing-masing.
"Kok lo balik nya sendirian? Chika nya mana? Katanya tadi nyariin chika?" Tanya aurel salah satu teman kelompok Eli dan chika
"Dia lagi di UKS, sakit perut" Jawab Eli bohong
"Yahh.... Terus kalo kaya gitu dia numpang nama doang dong ditugas kita" Kata ariel yang diangguki oleh aurel dan Nina
"Ya... Mau gimana lagi" jawab Eli pasrah, lalu kembali melanjutkan tugas nya
Satu jam kemudian...
Chika baru saja kembali ketika teman sekelompok nya sudah selesai mengerjakan tugas dari bu angel.
"Wihh.... Enak banget dateng-dateng tugas udah selesai. Gimana sakit perut lo, udah mendingan? Atau lo sakit perut cuma pura-pura aja biar gak ikutan ngerjain tugas dan cuma numpang nama doang?" Kata ariel ke chika.
"Sakit perut?" Chika terlihat bingung ketika ariel mengatakan dirinya sakit perut
"Iya... Kata Eli, lo sakit perut waktu dia nyariin lo yang gak balik-balik ke kelas" Jawab ariel, membuat chika kaget mendengar Eli mencari nya.
Apa suara berisik di luar gudang tadi itu Eli ya?. Pikir chika
"Udah ah gue mau balik ke tempat duduk" Kata ariel yang diikuti oleh aurel dan juga Nina
Sementara Eli yang sejak kedatangan chika tadi hanya terlihat diam saja. Bahkan Eli tak ada sedikit pun melirik ke arah chika.
"Li" Panggil chika
"Ya" Jawab Eli tanpa melihat sedikit pun ke arah chika
"Kamu tadi nyari aku?"
Eli mengangguk, tapi masih tidak melihat ke arah chika.
"Duduk gih, sebentar lagi pak iwan masuk" Perintah Eli untuk menghindari Pertanyaan dari chika lagi
Chika pun akhrinya kembali duduk di bangkunya, tapi arah pandangnya masih melihat ke arah Eli.
Kenapa sikap Eli kaya gitu? Apa mungkin dia ngeliat aku dan jinan di gudang tadi?. Pikir chika
°°
Kakak💕:
Mi....
Pulang sekolah nanti Eli mau ijin
nemenin aya pergi, boleh gak?
Tapi nanti Mutia aku ajak juga
"Siapa shan?" Tanya viny
"Eli kak, dia minta ijin sama aku mau pergi nemenin aya pulang sekolah nanti" Jawab shani
"Oh, yaudah ijinin aja. Tapi bilang jangan malem-malem pulangnya"
Shani mengangguk, lalu membalas pesan dari Eli sesuai yang viny katakan tadi.
Kakak💕:
Boleh,
Tapi pulang nya jangan malem-malem ya sayang
Iya mi, siap!
Setelah itu shani bersama viny kembali melanjutkan kegiatan mereka lagi.
"Shan, nanti siang kamu ikut jemput Mario gak di rumah sakit?" Tanya viny
"Ikut kok kak" Jawab shani
"Oh yaudah, kalo gitu nanti naik mobil kamu aja ya kesana nya" Kata viny yang diangguki oleh shani
°°°
Mario akhirnya keluar dari rumah sakit juga, dan sekarang ia sedang diantarkan ke rumah gracia. Dan yang mengantarkannya adalah Deva, Shania, shani dan juga viny.
Setiba nya di rumah gracia, mario terlihat sedih ketika melihat gracia. Mario merasa bersalah dengan kematian ve akibat kecelakaan itu. Mario pun menangis dan meminta maaf pada gracia.
Mario yang menangis membuat Deva teringat Mutia yang waktu itu meledek mario.
"Udah Mar jangan nangis, malu tau. Untung cucu saya lagi gak ada disini, coba kalo ada dia. Habis kamu diledekin sama dia" Kata Deva yang mencoba mencairkan suasana
"Idih si bapak bisa aja, untung non Mutia nya gak ada disini" Balas mario yang membuat Deva tertawa pelan, begitu juga dengan yang lain.
Setelah itu gracia pamit ke dapur untuk menyiapkan sesuatu.
"Kak, aku ke belakang dulu ya" Ucap shani yang diangguki oleh viny
Shani pun kini menyusul gracia ke dapur, dan ketika sampai di dapur. Shani melihat gracia sedang menyiapkan makanan, sepertinya untuk makan siang bersama nanti.
"Cia" Panggil shani
"Eh kak shani, ada apa?" Tanya gracia
"Boleh aku bantu?" Tawar shani dan gracia mengangguk
Shani mulai membantu gracia dengan menata piring di atas meja.
"Oh ya, chika sama Christy berangkat sama pulang sekolahnya naik apa?" Tanya shani ke gracia
"Untuk sementara waktu ini sih mereka naik taxi kak. Tapi setelah itu mereka diantar jemput lagi sama mario" Jawab gracia
Shani mengangguk paham
"Cia" Panggil shani lagi
"Ya kak"
"Kalau suatu saat ada seseorang yang ingin serius sama kamu. Apa kamu akan menerimanya?" Tanya shani
"Maksud kakak ada yang ngajak aku nikah gitu?"
Shani mengangguk
"Gatau deh kak, aku masih belum ada kepikiran untuk menikah lagi. Karena sosok ve buat aku dan anak-anak masih belum tergantikan. Ve selalu ada di hatiku dan anak-anak" Jawab gracia.
"Oh gitu... " Balas shani
"Heem" Dehem gracia
Mungkin aku memang harus mundur dan membuka hati untuk yang lain. Rasanya gracia semakin sulit untuk aku gapai dan aku miliki seutuhnya. Batin shani
⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩
Ugh.. Ternyata jinan sama chikuy ena ena 🙈 alias kenapa chikuy kaya emak nya 😂
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, come back to me! [END]
Short StoryIni sequel dari "GADIS BAYARAN" jadi silahkan dibaca dan semoga suka! 😁
![Please, come back to me! [END]](https://img.wattpad.com/cover/207713700-64-k400268.jpg)