Part 4

4.8K 324 82
                                        

Gracia menatap wanita yang ada di sampingnya sambil bertanya di dalam hati. Siapa wanita ini? Kenapa dia mengetahui namanya? Apakah dia salah satu orang yang ada dimasa lalu Gracia?

Tapi kalau diperhatikan lagi, Gracia seperti tidak asing dengan wanita di sampingnya saat ini. Seperti wanita yang pernah datang ke dalam mimpinya.

"Kalau boleh aku tau, nama kamu siapa?" Tanya Gracia ke wanita itu

"Aku Shani"

Deg!

Tiba-tiba saja dada Gracia terasa sesak, dan kepalanya sakit ketika mendengar nama dari wanita itu.

"Kamu kenapa?" Tanya Shani khawatir ketika melihat Gracia meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya

"Kepalaku sakit" Jawab Gracia

"Sakit banget?"

Gracia mengangguk, lalu Shani membawa Gracia ke dalam pelukannya hanya untuk memberikan Gracia ketenangan.

Gracia pun tak merasa keberatan ketika Shani memeluknya. Justru Gracia merasakan nyaman ketika berada dipelukan Shani.

Kenapa rasanya nyaman sekali, siapa sebenarnya wanita ini? Apakah dia ada hubungan denganku sebelumnya?. Batin Gracia

"Gracia"

"Ya"

"Please, come back to me!"

"Maksud kamu?" Tanya gracia bingung

"Hmm... Maksud aku... "

Drrt.. Drrt..

Tiba-tiba ponsel gracia bergetar dan menandakan ada panggilan masuk.

"Sebentar ya" Kata gracia ke Shani

Shani mengangguk, lalu gracia mulai mengangkat panggilan telfon tersebut.

"Hallo sayang"

...

"A..aku, aku lagi di jalan mau pulang ke rumah"

...

"Iya tadi aku habis antar anak-anak gak langsung pulang dulu tapi ke supermarket sebentar"

...

"Aku cari susu nya anak-anak"

...

"Udah kok"

...

"Iya sayang ini aku udah di jalan pulang"

...

"Iya, bye"

Tut!

Gracia pun mengakhiri panggilan nya yang Shani yakini itu dari veranda, mami kandungnya.

"Suami kamu ya?" Tebak Shani

"Iya" Jawab gracia disertai senyuman tipis

"Maaf nih bukannya aku mau ikut campur, tapi kok tadi kamu bohong sih sama dia kalo kamu bilang lagi di jalan pulang? Padahal kan kamu sekarang lagi di cafe sama aku" Kata Shani yang sengaja berbicara seperti itu untuk mencari informasi-informasi dari gracia

"Sebenarnya dia itu paling gak suka kalo aku kenal sama orang asing yang gak dia kenal. Karena selama ini aku hanya boleh bekenalan dengan orang lain yang juga kenal sama dia. Entah maksud dia apa kaya gitu tapi aku sebagai seorang istri hanya bisa menuruti keinginannya aja" Jawab gracia

"Jadi kalo dia tau kamu kenal orang asing kaya aku gini dia bakal marah dong?"

Gracia pun mengangguk mengiyakan apa yang Shani katakan barusan.

"Kalo gitu kamu jangan cerita ke dia kalo kamu sekarang lagi kenal sama orang lain, yaitu aku" Kata Shani

"Kalo soal itu sih udah pasti aku gak akan bilang ke dia. Tapi aku boleh tanya sesuatu gak sama kamu?"

Shani mengangguk sambil berkata boleh pada gracia.

"Kamu kan tau nama aku, itu artinya kamu tau siapa aku dan masa lalu aku. Kalo kamu gak keberatan apa boleh aku minta kamu cerita tentang siapa aku yang kamu kenal?" Tanya gracia

"Lho, emang nya kamu gak inget siapa kamu dan masa lalu kamu?"

Gracia menggeleng

"Aku sempat koma dan ketika aku sadar rasanya aku gak inget apa-apa. Ve bilang aku amnesia dan itu kenapa aku gak tau siapa kamu. Padahal kamu sendiri kenal sama aku" Ujar gracia

"Ve itu siapa? Suami kamu?" Tanya Shani yang pura-pura tidak tau Ve itu siapa

"Iya, dia orang pertama yang aku lihat saat sadar dari koma ku" Jawab gracia

"Tapi kenapa nama suami kamu kaya perempuan ya? Apa... "

"SHANI!"

Tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil nama Shani dengan cukup kencang. Shani pun langsung melihat ke arah sumber suara yang tadi memanggilnya. Dan tepat di belakang gracia yang jaraknya tidak terlalu jauh, seorang pria berdiri di tempatnya sambil tersenyum melambaikan tangannya ke Shani.

Deg!

"Nobi!"

°°

Shani Pov

Sudah hampir seminggu aku mengikuti wanita dari masa lalu ku, yaitu gracia. Dan hari ini aku telah memberanikan diri untuk menyapa gracia dengan memanggil namanya. Aku sengaja melakukan itu untuk membuktikan apakah dia benar-benar lupa ingatan atau tidak. Dan ternyata benar jika gracia memang lupa ingatan, dia juga sama sekali tidak mengingatku siapa. Gracia hanya mengingat aku adalah wanita yang pernah ditolong nya saat aku yang tidak sengaja menabrak kursi di cafe waktu itu. Bahkan saat aku memanggil namanya, gracia juga terlihat kaget lalu terus bertanya-tanya dari mana aku bisa tau namanya.

Aku pun mengajak gracia ke cafe dimana waktu itu aku mengikutinya untuk menjelaskan pada gracia. Dan disini lah aku saat ini bersamanya, dan sudah satu jam lebih aku duduk sambil mengobrol bersama gracia. Sampai-sampai seseorang muncul dan memanggil namaku. Dan dia adalah....

"Nobi"

Nobi, dia adalah ayah biologis dari anak-anakku, eli dan Mutia.

"Shani" Panggilnya lagi dan sekarang Nobi berada tepat di samping gracia

"kamu disini sama siap--" Tiba-tiba saja ucapan Nobi terputus ketika ia melihat wanita yang duduk di depanku. Wanita yang pernah aku ceritakan ke Nobi, siapa lagi kalau bukan gracia.

Nobi menatapku penuh tanya ketika ia melihat aku bersama gracia. Yang Nobi tau jika wanita di depanku ini hilang bertahun-tahun.

"Shan.. "

"Nob, gak sekarang" Kataku padanya

"Ok, kalo gitu aku tunggu kamu di luar" Ucap Nobi dan aku mengangguk

Lalu aku menatap gracia yang sepertinya ia terlihat bingung.

"Lebih baik sekarang kamu pulang ya, karena aku juga mau pulang. Kapan-kapan kita ketemu lagi, bye gracia" Pamit ku yang langsung pergi meninggalkan gracia keluar cafe begitu saja tanpa meminta no telfon atau apapun dari nya. Karena bagiku sangat mudah sekarang untuk menemukan gracia.

Shani Pov End

Shani kini sudah pergi meninggalkan gracia di cafe sendiri.

Please, come back to me! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang