Part 36

2.9K 207 5
                                        

"Mamiiiiiiii" Teriak Mutia dari luar rumah sambil memapah Mario yang babak belur

Shani yang diteriaki oleh Mutia pun langsung berlari keluar rumah bersama gracia dan viny.

"Astaga Mario, kamu kenapa kaya gini?" Kaget Shani saat melihat kondisi Mario yang babak belur

"Ceritanya panjang mi, sekarang bantu Muti dulu bawa om io masuk" Kata Mutia yang menangis, dan shani bersama yang lainnya pun membawa Mario masuk ke dalam

Kini Mario sudah di bawa masuk ke dalam rumah, lebih tepatnya ke dalam kamar yang biasa Mario tempati di rumah shani.

"Dek, om io kenapa?" Tanya eli yang baru saja datang bersama chika

"Om io dipukulin orang kak" Jawab mutia masih dengan tangis nya

"Kok bisa? Terus kripsi mana?"

"Ya bisa lah kak, tadi tuh ada orang-orang kaya preman gitu. Eh bukan kaya sih, tapi emang preman. Mereka nyamperin aku sama kripsi di taman. Terus preman-preman itu bawa kripsi pergi. Nah, pas om io mau nolongin om io dikeroyok sama perman-preman itu. Terus om io jadi kaya gini, dan kripsi dibawa sama mereka" Jelas mutia, membuat gracia kaget mendengar Christy diculik

"J-jadi Christy diculik?"

Mutia mengangguk, dan saat itu juga gracia langsung mengaduh tangis pada shani sambil meminta tolong ke shani untuk mencari Christy.

"Iya sayang Iya kita cari Christy sekarang ya" Kata shani

"Mi, eli sama chika ikut ya"

Shani mengangguk

"Kalo gitu kak viny tolong aku bantu obatin Mario  ya. Biar aku sama yang lain cari Christy, dan mutia juga di rumah aja ya sayang temenin onty sama om"

"Iya mi" Jawab Mutia

Sementara viny yang ingin protes sudah terlambat ketika melihat shani bersama yang lain sudah keluar dari kamar Mario.

Viny yang melihat Mario babak belur, tiba-tiba saja ada perasaan iba.

"Onty, Mutia mau ke kamar mandi dulu ya" Pamit mutia

"Iya sayang" Jawab viny

Setelah kepergian mutia, viny juga langsung mengambil air dan obat-obatan untuk membersihkan dan mengobati wajah Mario.

Mario yang masih setengah sadar bisa melihat kalau di dekatnya saat ini ada viny yang sedang mengobati wajah nya.

"Eh!" Kaget viny saat tangannya yang terulur di wajah Mario tiba-tiba saja dipegang. Dan viny semakin kaget ketika Mario menariknya sehingga membuat viny jatuh ke atas tubuh Mario. Wajah mereka pun begitu sangat dekat saat ini.

Mario tersenyum, tapi juga mengeluarkan cairan bening di sudut mata nya.

"I-ibu bilang kalau i-ibu tidak suka laki-laki, t-tapi kenapa waktu i-itu saya liat ibu s-sangat menikmati ciuman itu b-bersama laki-laki bernama a-abi itu? K-kalau memang ibu tidak suka s-saya jatuh cinta s-sama ibu, i-ibu tidak perlu berbicara seperti itu p-pada saya. S-saya pasti akan m-mundur kok bu, karena s-saya cukup sadar d-diri" Ucap mario lalu melepaskan tangan viny yang tadi di pegangnya

"T-terimakasih sudah mengobati l-luka saya bu"

Mario perlahan bangkit dari tidurnya, yang sebelumnya menjauhkan tubuh viny dari atas tubuh Mario. Setelah itu Mario keluar dari kamar dengan langkahnya yang tertatih. Sedangkan viny sendiri hanya terdiam saja sejak awal Mario berbicara.

J-jadi Mario melihat ciuman itu?. Batin viny yang mulai sadar

Mario kini sudah keluar dari rumah shani dan entah pergi kemana menggunakan taxi yang sedang memutar balik melewati rumah shani. Viny yang mencoba menyusul Mario ternyata sudah terlambat. Mario sudah tidak terlihat disekitaran komplek rumah shani.

Please, come back to me! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang