Part 7

4K 280 19
                                        

"Buat lo, dari Christy" Ucap chika yang memberikan eli undangan ulang tahun adiknya, Christy.

"Makasih" Kata eli sambil mengambil undangan itu dari tangan chika

Kedua nya saling menatap, dan entah kenapa semenjak insiden ciuman itu mereka jadi terlihat canggung. Padahal biasanya mereka akan saling mengejek dan adu mulut seperti saat pertama kali mereka saling mengenal.

"Li, kantin yuk!" Ajak seorang gadis dengan rambut bondol nya pada eli. Gadis itu bernama Gita, sahabat eli dari awal masuk sekolah.

"I-iya git" Jawab eli yang menyetujui ajakan Gita

Gita menatap chika

"Duluan ya chik" Pamit Gita lalu menarik eli dengan menggenggam tangannya

Chika menatap tangan Gita yang menggenggam tangan eli posesif.

Emang harus kaya gitu ya pegangan tangan nya? Kaya orang pacaran aja deh. Batin chika, lalu keluar kelas untuk menemui adiknya

Eli yang sekarang sudah berada di kantin bersama Gita pun kembali melihat undangan yang tadi chika berikan untuknya.

Dateng gak ya? Ah, males banget. Tapi pasti nanti Mutia gak akan biarin aku gak ikut ke acara ulang tahun Christy. Dia pasti maksa aku buat ikut. Batin eli yang terlihat bingung

"Lo kenapa? Galau amat kaya nya" Tanya Gita yang menyadari ekspresi eli saat ini

"Gpp kok, cuma lagi bingung aja mau beli kado apa buat ulang tahun adeknya si chika" Jawab eli

"Oh, lo diundang? Gue boleh ikut gak?" Kata Gita dan Eli langsung menggeleng kan kepala

"Nggak" Tolak Eli sambil menatap Gita tajam

"Iye-iye kaga elah galak amat" Ucap Gita yang takut ketika melihat tatapan Eli

"Lagian gue juga sebenernya males dateng, tapi karena gue menghargai Christy sebagai temannya adik gue. Jadi mau gak mau gue harus dateng" Kata Eli, dan gita pun mengangguk setuju mendengarnya.

Jahat banget sih dia pake terpaksa gitu bilangnya. Batin chika yang tidak sengaja mendengar ucapan eli tadi pada Gita.

Dan chika langsung kembali ke kelas lalu mengurungkan niatnya yang ingin jajan di kantin.

*Pulang sekolah*

Chika tidak sengaja menabrak eli yang mereka sama-sama ingin keluar melewati pintu gerbang.

"Ish!" Kesal eli saat tau yang menabraknya adalah chika

"Sory" Kata chika, tapi eli tidak menggubris nya dan memilih untuk menghampiri sang mami yang sudah bersama adiknya, Mutia.

"Kak eli" Panggil Mutia

"Apa dek?" Jawab eli tanpa menujukan perasaan kesalnya tadi pada Mutia. Karena meskipun sedang kesal, eli tidak ingin menunjukannya pada Mutia apalagi sang mami.

"Tadi Mutia liat kak eli jatoh sama kak chika, kakak gpp kan?" Tanya Mutia dan eli menggelengkan kepala

Shani yang melihat gracia berada di seberangnya tersenyum pada wanita itu.

Cantik banget dia hari ini. Batin shani saat melihat gracia memakai stelan blus berwarna merah, dan rambut panjangnya yang digerai

Shani melihat gracia melambaikan tangan pada nya sambil tersenyum.

"Mi, dapet say hay tuh dari mama nya chika" Kata Mutia yang ternyata melihat gracia sedang melambaikan tangan pada shani

"Hehe iya" Shani pun dengan agak malu-malu membalas lambaian tangan gracia

Please, come back to me! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang