"Permisi, GO-MART!!" Teriak seorang driver ojol di depan pintu rumah Deva.
Deva yang kebetulan baru saja datang untuk mengambil berkas yang ketinggalan langsung menghampiri driver ojol tersebut.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Deva pada si driver ojol
"Siang Pak, saya dari GO-MART ingin mengantarkan belanjaan atas nama ibu vienny" Jawab si ojol
"Belanjaan? Apa isi nya?" Deva mengintip plastik putih yang ada di tangan si ojol
"Oh, ini susu ibu hamil pak"
"Susu ibu hamil?"
"Iyah"
"Tapi disini gak ada yang hamil tuh mas"
"Duh, saya juga gak tau pak. Tapi ini pesanan atas nama ibu Ratu Vienny Fitrilya. Kalo bapak gak percaya, bapak silahkan cek ini" Si ojol memberikan handphone nya dan Deva melihat dengan teliti mulai dari nama pemesan dan alamatnya.
"Iya benar, tapi disini gak ada yang lagi hamil. Jadi, viny beli susu hamil untuk siapa??" Bingung Deva, begitu juga si driver ojol tersebut
"Yaudah kalo gitu belanjaannya saya ambil, ini buat mas nya" Deva memberikan selembar uang 100ribuan pada si ojol "kembaliannya ambil aja"
"Waah makasih banyak pak, kalau begitu saya permisi"
Deva mengangguk
Setelah kepergian si ojol dari rumahnya, Deva lalu masuk ke dalam.
"VIENNY!" teriak Deva yang memanggil nama viny ketika sampai di dalam. Dan bukannya viny yang keluar, tapi Shania dan gracia yang tiba-tiba keluar dari dapur secara bersamaan
"Dev, kamu ngapain sih teriak-teriak kaya gitu manggilnya" Omel shania
"Viny mana?" Tanya Deva
"Di atas, kenapa sih?"
Deva tidak menjawab, tapi ia langsung naik ke atas untuk menemui viny.
Tok... Tok... Tok...
"Vienny!" Panggil Deva yang sudah berada di depan kamar viny
Ceklek!
Pintu terbuka
"Papi, ada apa?" Tanya viny
"Sini kamu!" Ditariknya viny keluar dari kamar oleh Deva
Shania dan gracia terlihat heran melihat Deva bersikap seperti itu pada viny.
"Sekarang kamu jawab pertanyaan papi dengan jujur. Untuk siapa kamu pesan susu hamil ini viny??" Tanya Deva sambil mengangkat plastik putih yang ada di tanggannya di hadapan viny
Viny yang melihat plastik putih itu ada di tangan Deva pun terkejut. Begitu juga dengan Shania, yang sangat terkejut. Sedangkan gracia hanya heran, untuk apa kakak angkatnya itu memesan susu hamil.
"Pi, i-itu---"
"Itu apa??? Jawab viny!"
"Pi, hikss" Viny menangis dan apa yang ada dipikiran Deva sejak tadi rasanya benar, jika putri angkatnya ini sedang hamil
"Apa kamu hamil?" Tanya Deva dengan nada bicara yang terdengar pelan
Viny sendiri langsung mengangguk takut menjawab pertanyaan Deva. Dan saat itu juga Deva terkejut bukan main mengetahui putri angkatnya itu hamil. Bahkan tidak hanya Deva yang kaget, tapi juga gracia.
"Apa ini anak Mario?" Tanya Deva lagi
"I-iya pi" Jawab viny
Saat itu juga Deva langsung melempar plastik yang ada di tangannya ke sembarang arah. Lalu Deva meremas rambutnya sendiri untuk meredam emosi nya pada viny. Karena Deva tidak ingin tangan kekarnya berbuat kasar pada putri angkatnya yang sangat Deva sayang itu.
"Pi, maafin viny" Viny sendiri langsung bersujud di kaki Deva. Tapi dengan cepat Deva mengangkat tubuh viny untuk berdiri
Deva yang kini menatap viny ikut menangis, dan membawa viny ke dalam pelukannya.
"Papi yang seharusnya minta maaf sama kamu, maaf karena papi udah pisahin kamu dari Mario. Mulai besok kita cari Mario, dia harus bertanggung jawab sama kamu" Ucap Deva sambil mencium puncak kepala viny dengan penuh kasih sayang
Shania yang sejak tadi hanya diam melihat keduanya langsung bernapas lega mendengar Deva ingin mencari Mario untuk bertanggung jawab kepada viny.
"Kamu tadi mau minum susu kan?" Tanya Deva dan viny mengangguk
"Yaudah, kalo gitu biar papi yang bikinin susu nya ya. Kamu gak boleh nolak, ini sebagai permintaan maaf papi ke kamu" Kata Deva, lalu mengambil susu yang tadi ia lempar. Setelah itu membawa viny ke dapur untuk dibuatkan nya susu
Gracia tersenyum melihat betapa penyayang nya ayah tiri nya itu.
"Ma, papi sayang banget ya sama kak viny. Aku jadi bangga deh punya papi kaya dia" Puji gracia pada Deva
"Mama juga bangga punya suami kaya dia, walaupun kadang ngeselin" Kata Shania yang membuat gracia terkekeh mendengarnya
Kini Shania mengajak gracia untuk turun dan melihat suami serta anak angkatnya itu di dapur.
"Harus habis" Kata Deva yang sedang menunggu viny menghabiskan susu buatannya.
Viny tersenyum melihat papi angkatnya itu memperlakukan nya seperti anak kecil saja.
"Udah pi" Akhirnya susu buatan Deva sudah habis diminum oleh viny. Dan viny memberikan gelas bekas susu nya tadi pada Deva
"Anak pintar" Kata Deva sambil mengusap lembut kepala viny
Viny kembali tersenyum menerima perlakuan manis yang selalu diberikan oleh papi angkatnya itu.
"Makasih ya pi, makasih udah sayang sama aku" Viny memeluk Deva
"Sama-sama sayang, papi bangga punya anak kaya kamu. Pintar, cantik, walaupun suka keras kepala kalo dikasih tau"
"Tapi keras kepala nya aku kan kaya papi. Padahal aku bukan anak kandung papi, tapi terkadang sifat kita suka sama" Ucap viny
Kata siapa kamu bukan anak kandung papi vin, kamu itu anak kandung papi nak. Batin Deva
"Yaudah, kalo gitu papi mau ambil berkas dulu di kamar yang ketinggalan. Setelah itu papi mau balik lagi ke kantor. Kamu istirahat aja ya di rumah, jangan kecapean" Kata Deva
"Iya pi" Jawab viny
Kini Deva meninggalkan viny di dapur untuk mengambil berkas miliknya yang tertinggal di kamar.
⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩
GAESS!! TOLONG FOLLOW TWITTER ANE YANG BARU DONG @XxgrcshnxX
Makasih 🙏
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Btw, ada foto shami dan gracia nih 😍😍 gimana menurut kalian cici danso? Ganteng kan? Wkwkwk