Part 39

3.1K 212 23
                                        

Christy terlihat sedih, dan sudah beberapa kali menangis sambil memanggil-manggil gracia.

"Mama, adek kangen hikss"

Brandon yang kebetulan melihat Christy menangis pun mendekati anak gadis nya itu.

"Sayang, kamu kenapa nangis?" Tanya Brandon yang seolah tidak tau dengan apa yang sedang Christy rasakan saat ini

"Christy kangen sama mama, pa. Christy mau pulang, mau ketemu mama hikss" Tangis Christy semakin kencang dan sesenggukan. Membuat Brandon kasihan dan tidak tega pada anak gadis nya itu

"Christy beneran mau pulang ketemu mama?" Tanya Brandon dan Christy mengangguk lucu

"Yaudah, kalo gitu kita siap-siap ketemu sama mama ya"

"Beneran pa?"

"Iya"

"Asikk!!" Girang Christy, membuat Brandon tersenyum senang melihat nya

Seumur-umur, baru kali ini gue senyum sekaligus seneng kaya gini. Batin Brandon yang merasakan dampak positif dari seorang anak bernama Christy

"Yaudah yuk kita berangkat ketemu mama" Ajak Brandon sambil menggenggam tangan Christy

"Yuk pa!"

Kini Brandon bersama beberapa anak buah nya sedang menuju ke rumah ve untuk mengantarkan Christy pulang. Yang sebelumnya Brandon sudah mengabari pada gracia jika ia akan mengantakan Christy pulang.

"Kak, kita pulang sekarang. Brandon ngabarin aku kalo dia mau antar Christy pulang ke rumah hari ini tanpa uang tebusan itu" Ucap gracia yang memberitahukan shani, dan membuat yang lain mendengar ucapan gracia tadi tampak heran

"Kok bisa dia mau pulangin Christy gitu aja? Katanya dia mau minta uang tebusan, tapi kenapa.. "

"Pi, aku juga heran kenapa Brandon bisa berubah pikiran kaya gitu. Tapi sekarang gak ada waktu untuk mikirin itu dulu. Lebih baik sekarang kita pergi ke rumah mami" Ajak shani pada yang lainnya

"Yaudah, kalo gitu kita berangkat sekarang"

Semua yang ada di ruang tamu mengangguk dengan ajakan Deva. Dan kini mereka sudah dalam perjalanan ke rumah ve.

Sementara Brandon dan Christy sudah hampir sampai dikediaman rumah ve.

"Sayang"

"Ya pa"

"Christy sayang papa gak?"

"Sayang, pake banget malah" Jawab Christy

"Kalo gitu peluk papa dulu dong" Pinta Brandon yang langsung dipeluk oleh Christy dengan sangat erat

"Tanpa papa minta, Christy pasti peluk papa kok" Kata Christy, yang membuat hati Brandon rasanya menghangat mendengar ucapan anak gadis nya ini

"Makasih ya sayang"

"Sama-sama pa" Balas Christy

"Yaudah yuk turun, kita udah sampe nih" Ajak Brandon yang diangguki oleh Christy

Lima belas menit berlalu, Brandon dan Christy yang menunggu kedatangan gracia akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.

Brandon melihat gracia tidak hanya datang bersama shani, tapi juga bersama yang lainnya.

"Mamaaaaa!!!" Panggil Christy ke gracia sambil melambaikan tangannya

"Christy sayang, sini nak"

Christy pun langsung berlari ke arah gracia dan mereka saling berpelukan. Tak lupa juga gracia menangis haru karena akhirnya bisa bertemu dengan Christy lagi.

"Mama, adek kangen" Kata Christy yang berada dipelukan gracia

"Sama, mama juga kangen sama adek. Kamu gpp kan sayang? Kamu baik-baik aja?"

Christy menganggukan kepala

"Christy baik-baik aja kok ma, papa rawat Christy dengan baik" Jawab gadis itu sambil melirik ke arah Brandon. Dan gracia pun ikut melihat ke arah Brandon yang berdiri tak jauh dari mereka berdua.

"Brandon" Sebut gracia pada laki-laki yang tak lain adalah ayah biologis dari anak-anak gracia

"Hay" Sapa Brandon pada gracia, dan entah kenapa Brandon jadi gugup melihat wajah cantik gracia

"Kenapa kamu tiba-tiba pulangin Christy ke aku gitu aja dan berubah pikiran untuk tebusan itu?" Tanya gracia yang kini sudah berada di depan Brandon

Brandon yang melihat wajah cantik gracia semakin dekat membuatnya juga semakin gugup. Bahkan rasanya jantung Brandon ingin lompat saat ini juga dari tempatnya.

"Hmm.. K-karena kamu punya hak sepenuhnya atas Christy. D-dan aku sadar gak seharusnya aku seperti ini sama anak kandungku sendiri" Jawab Brandon

Tanpa Brandon dan yang lainnya duga, gracia tiba-tiba saja memeluk Brandon.

"Makasih ya, makasih kamu udah mau pulangin Christy ke aku" Ucap gracia yang memeluk erat Brandon, dan membuat jantung Brandon benar-benar ingin copot

"S-s-sama-sama" Jawab Brandon dengan sangat terbata-bata

Kini gracia sudah melepaskan pelukannya pada Brandon.

"Pa" Panggil Christy

"I-i-iya sayang"

"Papa gpp?"

Brandon menggelengkan kepala

"P-papa gpp kok hehe" Brandon berusaha menyengir dan menetralkan jantungnya yang benar-benar ingin copot

"Syukur deh kalo papa gpp, tadi papa kaya mau pingsan gitu Christy liat"

Kamu gatau aja, papa sebenernya tadi juga mau pingsan. Atau bahkan mati di tempat sekarang juga gara-gara mama kamu yang cantik ini. Batin Brandon sambil memandangi gracia

Chika yang sedang berdiri di sebelah eli tiba-tiba saja berlari ke arah Brandon.

"Papa" Panggil Chika, dan Brandon yang merasa dipanggil papa pun melihat ke arah Chika

Brandon tersenyum, dan saat itu juga Chika langsung berhamburan ke dalam pelukan Brandon. Memeluk erat sosok laki-laki yang selama ini selalu Chika inginkan dalam hidupnya.

"Chika seneng bisa ketemu dan peluk papa kaya gini. Akhirnya Chika ngerasain apa yang teman-teman Chika rasakan, punya seorang papa" Ucap Chika

"Papa juga seneng banget bisa ketemu dan peluk kamu kaya gini. Pokoknya papa seneng bisa di kenal sama kalian berdua" Kata Brandon sambil menatap kedua buah hati nya itu

"Papa jangan tinggalin atau pergi lagi dari aku dan Christy ya"

"Iya pa, jangan tinggalin kita ya. Kalo perlu papa tinggal sama aku, kakak dan mama" Ucap Christy yang tanpa sadar membuat dada shani terasa sesak mendengar nya.

Shani yang sejak tadi hanya melihat dan mendengar kan mereka sebenarnya sudah menahan sesak. Apalagi saat melihat bagaimana gracia memeluk erat Brandon. Dan Brandon sangat menikmati pelukan dari gracia.

Perlahan shani memundurkan langkahnya menjauh dari yang lain. Lalu masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja dari sana.

Mereka yang mendengar suara mobil langsung melihat keluar. Dan ternyata itu mobil shani yang pergi dari rumah ve.

"Kak shani!" Teriak gracia yang memanggil nama shani, dan tentu saja shani tidak akan mendengarnya.

Mobil shani sudah semakin menjauh, dan bahkan sudah hilang dari penglihatan mereka.

Shani pasti sedih sama apa yang dia lihat dan dia dengar tadi. Batin viny

⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩

Kasian ya ci shani 😂 gue bikin sedih mulu dicerita wkwk

Please, come back to me! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang