Part 12

3.2K 259 7
                                        

"Ve, balikin handphone aku!" Pinta gracia saat Ve mengambil paksa handphone nya ketika sedang video call dengan shani.

Ve menggelengkan kepala

"Aku gak akan kasih handphone ini sebelum kamu jujur sama aku!" Kata Ve

"Jujur? Jujur tentang apa?" Tanya gracia bingung

"Tentang ingatan kamu? Apa ingatan kamu sudah kembali gre? Kenapa kamu bisa berhubungan dengan shani?" Suara Ve mulai terdengar keras, bahkan bisa didengar oleh kedua putri mereka

"Ingatan aku masih sama seperti yang sebelumnya Ve. Aku masih belum ingat, bahkan tentang siapa shani sepenuhnya" Jelas gracia, tapi Ve tidak semudah itu mempercayainya

Handphone gracia yang masih menampilkan wajah shani membuat Ve menatap putri kandungnya itu.

"Maaf shani" Ucap Ve, lalu memutuskan sambungan video call shani pada gracia

Setelahnya Ve ganti menatap gracia

"Ve jangan dilempar!" Cegah gracia ketika Ve ingin melempar handphone nya

"Kenapa, hmm? Kamu takut handphone ini rusak dan kamu gak bisa berhubungan lagi sama shani, iya?"

Gracia menggeleng

"Bukan gitu ve, tapi... "

Prangg!

Ve yang sudah sangat emosi akhirnya melempar handphone itu.

"Ve!" Teriak gracia sambil meratapi handphone yang baru saja dilempar oleh Ve

"Apa? Kamu mau marah sama aku huh?!!" Tanya Ve dengan sorot matanya yang tajam

Gracia kembali Menggelengkan kepala, dan kali ini ia menangis.

Ve yang paling tidak bisa melihat Gracia menangis apalagi karena nya pun lebih memilih untuk keluar kamar dan meninggalkannya.

"Christy, chika, kalian kenapa belum tidur?" Tanya Ve ketika ia keluar kamar dan tak sengaja melihat kedua putri nya sedang duduk saling berpelukan di anak tangga. Bahkan Ve melihat Christy yang menangis dipelukan chika.

"Chika, ajak adik kamu masuk ke kamar!" Perintah Ve dan chika hanya mengangguk sebagai jawaban

Melihat kedua putri nya sudah masuk kamar, Ve kembali melanjutkan langkahnya turun ke bawah.

Sementara Gracia yang masih menangis kini tengah meratapi handphone nya yang tadi dilempar oleh Ve.

Hiks...kamu jahat Ve. Batin Gracia

°°

Tidak seperti biasanya, pagi ini Gracia tidak diijinkan oleh Ve untuk mengantarkan kedua putri mereka ke sekolah. Dan mulai hari ini juga Ve sudah menyiapkan supir pribadi untuk mengantar jemput chika dan christy ke sekolah.

"Ingat Gracia tugas kamu sekarang hanya di rumah dan menunggu anak-anak pulang sekolah, paham!"

Gracia mengangguk

"Yaudah kalo gitu aku berangkat ke kantor dulu" Pamit Ve sambil mencium kening Gracia seperti biasanya sebelum pergi ke kantor

"Hati-hati Ve" Ucap Gracia yang diangguki oleh Ve

Melihat Ve sudah pergi, Gracia kembali masuk ke dalam.

Tok... Tok... Tok

Terdengar pintu yang diketuk dari luar, Gracia yang baru saja masuk ke dalam dapur kembali melangkahkan kaki nya ke luar.

"Siapa ya? Apa mungkin Ve balik lagi karena ada yang ketinggalan?" Pikir Gracia

Tok... Tok... Tok

Pintu kembali diketuk

"Iya sebentar" Teriak Gracia dari dalam dan tak lama Gracia yang sudah berada di depan membuka pintu tersebut

Ceklek!

Pintu pun akhirnya terbuka dan muncul lah sosok wanita yang semalam membuat Ve marah pada Gracia. Siapa lagi kalau bukan Shani Indira.

"Shani!" Kaget Gracia

"Hay" Sapa Shani

"Ngapain kamu kesini?" Tanya Gracia yang terlihat panik

"Aku mau ketemu sama kamu" Jawab Shani

"Ya tapi gak harus kesini shani" Kata Gracia

"Terus dimana? Aku aja hubungin kamu gak bisa, dan tadi pagi aku gak liat kamu antar anak-anak ke sekolah. Mereka malah diantar sama supir" Ucap Shani

Gracia terdiam, ia teringat kejadian tadi malam dimana Ve membanting handphone nya.

"Shan, lebih baik kamu jangan temui aku lagi dan kamu gak perlu bantu aku mengingat apa yang selama ini hilang dari ingatan aku" Pinta Gracia, membuat Shani kaget mendengarnya

"Tapi Gracia... "

"Shan, please!" Mohon Gracia sambil menatap lekat mata Shani

"Oke, aku pergi. Tapi bukan berarti aku pergi untuk menjauh dari kamu. Karena aku akan tetap berusaha membuat kamu ingat semuanya" Ucap Shani

Dan Ve yang tenyata kembali lagi ke rumah untuk mengambil berkas yang ketinggalan tampak terlihat marah melihat keberadaan Shani di rumahnya.

"Shani!" Teriak Ve yang masih berdiri di pintu pagar

"Mami!" Kaget Shani

Ve segera menghampiri Shani, lalu ditariknya Shani keluar dari rumahnya.

"Pergi!" Perintah Ve

"Gak, aku gak akan pergi!" Balas shani sambil melepaskan tangannya dari Ve

"Oh gitu, ok" Kata Ve "Mario!" Panggil Ve ke supir pribadi sekaligus bodyguard nya

Mario yang merasa dipanggil pun segera menghampiri boss nya itu.

"Siap boss, ada apa?" Tanya mario

"Usir perempuan ini dari rumah saya, dan pastikan perempuan ini tidak kembali lagi kesini!" Perintah Ve pada mario, lalu mario melihat ke arah Shani.

Lho, perempuan ini kan yang waktu itu di mcd. Batin mario

"Mario cepat!"

"Siap boss, laksanakan!" Kata mario yang sekarang sedang berusaha membawa Shani keluar dari halaman rumah Ve

"Lepasin! Aku gak mau pergi!" Berontak Shani

Entah kenapa Gracia jadi sedih melihat Shani diperlakukan seperti itu.

"Ayo Gracia masuk!" Perintah Ve sambil merangkul Gracia

"Gracia jangan pergi, aku mau kasih tau kamu sesuatu tentang siapa sebenarnya wanita di samping kamu itu!" Teriak Shani, membuat langkah Gracia terhenti

Gracia langsung berbalik badan dan melihat ke arah Shani lagi.

"Memang nya siapa dia?" Tanya Gracia

"Dia itu... "

"Gre, jangan kamu dengerin omongan perempuan gila itu. Ayo sayang kita masuk" Potong Ve cepat sambil mengajak gracia kembali masuk ke dalam sebelum Shani mengatakan semuanya

"Tapi Ve.. "

"Gre, nurut sama aku. Jangan sampai aku berbuat kasar sama kamu" Bisik Ve dan akhirnya Gracia menuruti ajakan Ve untuk masuk ke dalam

Melihat Ve berhasil membawa Gracia masuk ke dalam, Shani kembali berusaha melepaskan cengkraman tangan mario pada nya. Tapi tenaga Shani tak cukup kuat, dan mario pun berhasil membawa Shani keluar dari halaman rumah Ve.

Mami lihat aja nanti, aku pasti akan buat Gracia ingat semuanya. Batin Shani




⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩

Hampir aja....

Please, come back to me! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang