Part 16

3.4K 258 9
                                        

Setelah setengah jam gracia pingsan, akhirnya gracia sadar. Dan ketika sadar, gracia mendapati seorang wanita di sampingnya. Wanita itu terlihat tua, tapi masih terlihat sangat cantik. Dan mengingatkan gracia pada ve. Apakah mereka seumuran? Pikir gracia

"Gracia, kamu sudah sadar nak?"

Gracia yang ditanya seperti itu hanya mengangguk sambil terus menatap wajah wanita tersebut.

"Anda siapa?" Tanya gracia

"Saya Shania, mama kamu" Jawab nya

"Mama ku?"

Shania mengangguk

"Saya selama ini memang sedang hilang ingatan, tapi apa yang bisa membuat saya yakin kalau anda adalah ibu saya?" Tanya gracia lagi

"Saya memang tidak punya banyak bukti, tapi mungkin dari foto ini kamu bisa mengingat sesuatu" Shania mengeluarkan foto dirinya dengan gracia saat masih bayi dari dalam dompetnya

Gracia pun mengambil foto itu dari tangan Shania, dan saat gracia melihatnya tiba-tiba saja kepala gracia kembali sakit. Dan dari rasa sakit itu gracia seperti sedang melihat sesuatu di dalam pikirannya.

Gracia melihat ada bayang-bayang wajah Shania sedang memegang foto itu. Bahkan dibayangan itu juga ada veranda, dirinya dan seorang pria. (Part 21 season 1)

Semakin bayang-bayang yang lainnya muncul, kepala gracia rasanya semakin sakit saja.

"Gracia, kamu kenapa nak?" Tanya Shania saat melihat gracia meringis sambil memejamkan matanya kuat-kuat

"Kepalaku sshh, sakit banget!" Jawab gracia

"Yaudah kalo gitu kamu tiduran lagi aja ya dan jangan terlalu dipaksa untuk mengingatnya" Ucap Shania

Gracia pun menurut dan mulai merebahkan tubuhnya lagi dengan dibantu oleh Shania.

Akhirnya mama bertemu kamu lagi sayang, walaupun sekarang kamu gak ngenalin mama. Tapi mama yakin kalo secepatnya kamu akan sembuh, ingatan kamu akan pulih. Batin Shania sambil menggenggam tangan gracia

Sementara shani sekarang berada di ruang IGD bersama Deva dan viny. Yang kini ketiganya sedang melihat keadaan ve dan mario supirnya yang belum juga sadarkan diri. Sedangkan kedua putri ve sudah Deva ungsikan ke rumahnya.

"Shan, sebaiknya kamu ajak mama dan gracia pulang. Biar papi sama viny yang nunggu mami kamu dan supirnya" Ucap Deva pada shani

"Gak pi, aku mau disini sampai mami sadar" Tolak shani

"Shan, papi benar. Lebih baik sekarang kamu pulang sama gracia dan mama. Biar aku sama papi yang jaga mami kamu disini. Aku janji nanti pasti kabarin kamu kalo mami ve udah sadar" Ucap viny yang juga menyuruh shani untuk pulang

Shani menatap keduanya

"Yaudah kalo gitu aku pulang, tapi jangan lupa kabarin aku ya" Kata shani yang diangguki oleh keduanya

"Kamu hati-hati ya" Ucap Deva dan shani mengangguk

Sekarang shani sedang menuju ke kamar rawat gracia. Yang disana sudah ada Shania sedang menjaga gracia.

Ceklek!

"Ma" Panggil shani dari ambang pintu

"Sayang, ada apa?" Tanya Shania pada shani yang sedang berjalan masuk ke dalam

"Gimana keadaan gracia, ma? Dia baik-baik aja kan?"

Shania mengangguk

"Ya, dia baik-baik aja. Walaupun tadi dia sempat bangun dan sekarang dia tidur lagi" Jawab shania

Shani menatap gracia yang sedang memejamkan
mata.

"Yaudah kalo gitu tunggu gracia sampai bangun dulu baru kita pulang ya. Soalnya tadi papi minta aku untuk bawa pulang mama dan gracia" Ucap shani yang sekarang duduk di sofa sambil menunggu gracia bangun

°°°

Chika dan Christy yang sejak tadi sudah ada di rumah Deva sekarang sedang bersama Mutia dan Eli. Kedua nya masih terlihat sedih, eli dan Mutia yang sudah tau kenapa keduanya seperti itu pun kini saling menenangkan.

"Udah jangan sedih terus, bubi lo pasti baik-baik aja kok" Kata Eli yang sedang memeluk chika

"Iya li, aku udah gak terlalu sedih kok. Cuma dari tadi kamu nya aja yang peluk aku terus" Balas chika dan Eli yang sadar pun langsung melepaskan pelukannya dari chika

"S-sory" Kata Eli sambil melihat kearah lain

"Iya, gpp kok" Jawab chika

Lalu keadaan diantara keduanya hening, christy dan Mutia tidak ada diantara mereka karena sudah ada di kamar tamu.

"Li" Panggil chika

"Hmm" Dehem eli

"Kamu belum jawab pertanyaan aku dichat tadi" Kata chika

"P-pertanyaan yang mana ya?" Tanya eli yang pura-pura tidak ingat

"Ish, liat aja chat terakhir kita" Jawab chika dan menyuruh eli melihat chat mereka yang terakhir

Eli melihat handphone nya dan membuka chat nya bersama chika tadi.

"Eh, chat nya ilang chik ke apus" Kata eli yang baru saja sengaja menghapusnya

"Ish, bohong!" Kesal chika yang tidak percaya, lalu mengambil paksa handphone eli

Chika menatap layar handphone eli dan ganti menatap si pemilik handphone tersebut.

"Kamu hapus!" Kata chika yang terlihat kesal pada Eli dan mengembalikan handphone itu ke pemiliknya dengan sangat tidak santai

"Chik, mau kemana?" Tanya Eli ketika melihat chika bangun dari duduknya

"Tidur, aku ngantuk dan males ngobrol sama orang yang kaya kamu" Jawab chika yang sedang menyusul Mutia dan Christy di kamar tamu

Eli yang tidak rela melihat chika pergi pun mengejarnya.

"Chik tunggu!" Akhirnya Eli berhasil menahan langkah chika

"Apa lagi sih li? Aku mau tidur" Kata chika yang terlihat jelas dimata Eli kalau gadis itu masih kesal padanya

"Ikut gue dulu baru lo boleh tidur" Tanpa menunggu persetujuan dari chika, Eli sudah membawa chika keluar ke teras depan.

Chika menatap Eli, dan sebaliknya.

"Ok, gue mau jawab pertanyaan lo yang dichat tadi" Kata Eli

"Yaudah buruan" Balas chika

Sebelum menjawab, Eli menggenggam tangan kanan chika.

"Gue mau jawab, tapi lo jawab dulu pertanyaan gue. Kenapa lo sampe ada pikiran nanya kaya gitu tentang gue sama aya? Emang nya emot love itu selalu ada hubungannya sama orang pacaran?" Tanya Eli membuat chika yang sekarang justru terlihat bingung untuk menjawabnya.

"Y-ya gak juga sih, cuma pengen tau aja gitu" Jawab chika.

Membuat Eli yang mendengar jawaban nya jadi gemas sendiri

"Chik, denger ya. Gue sama aya gak ada hubungan apa-apa selain kita yang sahabatan dari kecil. Aya itu udah kaya kakak buat gue. Dan kita emang deket banget, bahkan emang keliatan kaya orang pacaran. Tapi gue sama dia gak ada status kaya gitu. Gue sama aya pure sahabatan. Dan kalo pun gue suka sama cewe, gue gak akan suka sama aya" Jelas eli

"Terus suka nya sama siapa?" Tanya chika

Dan Eli yang ditanya seperti itu menatap lekat chika di hadapannya.

"Elo" Jawab Eli, membuat chika kaget dan lansung terdiam seribu bahasa.

Mampus gue, kenapa gue jawab kaya gitu sih!. Batin Eli yang terlihat kesal dengan ucapannya sendiri

Sementara chika masih terlihat kaget dan terdiam di depan Eli.

⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩

Eli 11 12 kek emak nya wkwk

Please, come back to me! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang