Part 3

5.6K 365 5
                                        

"Hallo shan, kamu dimana sih? Kok udah jam segini belum sampe kantor juga?" Tanya viny ke shani yang ada di sebrang sana

"Maaf kak kayanya aku dateng ke kantornya agak siangan aja deh. Sekarang aku masih ada urusan, maaf ya kak"

Tut!

Tiba-tiba saja shani langsung memutuskan sambungan telfon dari viny.

"Hallo shan? Shan? Hallo?! Ck. Dimatiin lagi" Kesal viny

Sementara waktu sudah menunjukan pukul 9 dan pukul 10 nanti mereka ada meeting. Tapi shani sebagai pemimpin di kantor nya justru belum juga datang dan tidak jelas sekarang ada dimana.

Sedangkan shani sendiri sekarang tengah mengikuti seseorang yang shani yakini itu adalah gracia di salah satu cafe. Dan shani tidak mungkin salah dengan apa yang dilihatnya saat ini.

"Tunggu!" Kata shani sambil menghentikan langkahnya

"itu kan.... Mami!" Kaget shani ketika melihat gracia sedang menghampiri dan berbicara dengan wanita yang sangat tak asing untuk shani. Dan wanita itu adalah Jessica Veranda, ibu kandung shani yang selama ini dicari nya karena beberapa tahun yang lalu veranda tiba-tiba saja menghilang entah kemana.

Dari jarak yang tidak terlalu jauh, shani masih bisa mendengar apa yang mereka obrolkan.

"Ve, tadi aku udah antar anak-anak ke sekolah baru mereka" Kata gracia ke veranda

"Oh ya? Terus reaksi mereka apa?" Tanya ve

"Mereka keliatan seneng gitu, apalagi Kristi. Dia paling antusias banget pas masuk ke sekolah baru nya" Jawab gracia

"Bagus dong. Yaudah kalo gitu sekarang kamu pesen makanan dulu aja ya, aku mau ke depan sebentar" Kata ve yang diangguki oleh gracia

Ve pun pergi keluar cafe sekitar 3 menitan, dan tak lama ve kembali. Shani masih berada di tempatnya dan terus memperhatikan keduanya.

"Sayang, aku harus balik lagi ke kantor. Kamu pulang sendirian gpp kan?"

"Gpp kok, lagian makanan yang aku pesen juga belum dateng. Jadi kalo kamu mau ke kantor sekarang yaudah gpp, hati-hati ya"

"Iya sayang... Yaudah aku pergi dulu ya, bye"

Diciumnya kening gracia oleh ve

"Bye"

Shani yang melihat ve sudah pergi keluar dari cafe langsung berjalan mendekati gracia. Tapi karena langkah Shani yang terlalu buru-buru, ia tersandung salah satu kursi yang sedang di lewati nya. Dan itu membuat gracia serta beberapa pengunjung lainnya agak kaget. Lalu jarak gracia yang paling dekat dengan Shani pun mendekati Shani yang sedang setengah menunduk menahan sakit di kaki dan paha nya yang terbentur kursi tadi.

"Maaf, kamu gpp?" Tanya gracia ke Shani

Shani yang ditanya seperti itu menggelengkan kepala. Berusaha menyembunyikan kesaktiannya di depan gracia.

"Makasih ya" Kata Shani ketika gracia membantunya untuk duduk disalah satu kursi

"Iya sama-sama" Balas gracia

Mereka saling melemparkan senyuman, tapi Shani merasa aneh. Kenapa gracia tidak kaget ketika melihatnya? Apa jangan-jangan gracia....

Apa dia lupa ingatan ya?. Pikir Shani

Setelah membantu Shani duduk, gracia pamit kembali ke tempatnya pada Shani. Dari jarak Shani duduk, ia terus memperhatikan gracia yang sedang menikmati makananya.

"Lebih baik aku tunggu dia di luar aja" Ucap Shani yang sekarang sedang berjalan keluar cafe

*15 menit kemudian*

Shani melihat gracia keluar dari cafe dan sedang menyetop taxi. Shani pun segera menyalakan mesin mobilnya untuk mengikuti gracia.

Selama diperjalanan mengikuti gracia, handphone Shani terus berdering yang menandakan ada panggilan masuk. Tapi karena Shani tidak ingin kehilangan jejak gracia, Shani lebih memilih untuk mengabaikan panggilan itu.

"Jadi gracia dan mami tinggal disini?" Ucap Shani ketika ia melihat gracia turun di depan rumah mewah dan besar. Dan rumah itu adalah tempat dimana ve dan gracia dulu sering berhubungan.

Drrtt... Drrtt...

Kali ini handphone Shani bergetar dan mendakan ada pesan yang masuk. Shani pun segera melihat handphone nya.

5 panggilan tak terjawab dan 1 pesan baru

Shani segera membuka nya, yang ternyata panggilan tadi dari viny. Begitu juga dengan pesan yang baru saja masuk.

Kak vienny:

Kamu keterlaluan ya shan!
Hari ini ada meeting, tapi kamu gak jelas pergi kemana.
Cepat sekarang kamu ke kantor sebelum papi dateng!

Setelah membaca pesan dari viny, Shani pun tersadar sudah melakukan kesalahan pagi ini. Dan karena tidak ingin menambah kesalahannya lagi. Shani segera pergi, yang penting sekarang Shani tau keberadaan dan tempat tinggal gracia. Bahkan kecurigaan Shani selama ini terhadap mami nya sendiri ternyata benar ada nya. Kalau sang mami adalah dalang penculikan gracia, bukan Boby.

Sekarang Shani sudah pergi dan sedang dalam perjalanan ke kantor untuk menemui viny sebelum papi nya datang.

°°°

Makan malam selesai, sekarang Shani bersama kedua putri nya dan viny sedang berada di ruang tamu sambil menonton TV. Mutia yang duduk bersebelahan dengan sang kakak tiba-tiba saja menyenggol lengan eli. Dan Mutia langsung memberikan eli kode dengan melirik ke arah mami mereka dan Viny.

"Apa?" Tanya eli berbisik ke Mutia

"Mami sama onty pini kenapa ya kak? Kok kaya nya mereka saling diem deh dari tadi" Kata Mutia yang juga berbisik ke eli

"Aku juga gatau, mungkin mereka lagi ada masalah" Balas eli

Lalu Mutia diam dan kembali melihat ke acara TV yang sedang ditontonnya.

"Mami" Panggil Eli ke Shani

"Ya sayang, ada apa?" Tanya Shani

"Di kelas eli tadi ada anak baru, namanya yessica dipanggilnya chika. Anak nya cantik mi, tapi... "

"Judes" Saut Mutia yang mendapat anggukan setuju dari eli

"Judes banget deh Mi. Terus dia juga punya adik cewe namaya Christy, anak baru juga di kelas Mutia. Iya kan dek?"

Mutia mengangguk

"Tapi Christy baik kok kak" Kata Mutia

"Iya, aku juga tau. Beda banget sama si chika, judes" Ucap eli

Mendengar ada anak baru kakak beradik di sekolah eli dan Mutia membuat Shani berfikiran kalau kedua anak itu adalah anak gracia dan mami nya. Karena saat Shani mengikuti gracia tadi sempat mendengar kalau gracia mengantarkan anak-anaknya ke sekolah baru. Dan pertama kali Shani melihat gracia juga di depan sekolah anak-anak nya.

Aku harus cari tau lagi tentang gracia dan mami. Tapi kak viny gak boleh tau dulu, aku harus cari tau sendiri. Baru setelah itu aku cerita ke kak viny. Batin Shani

Please, come back to me! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang