Seminggu tidak ada perkembangan dari ve, tiba-tiba saja siang ini ve kritis. Gracia yang sejak tadi menunggunya pun panik dan tak henti-hentinya menangis.
Gracia terus memanggil nama ve berkali-kali dalam tangisnya. Dan tak lupa Gracia memohon kepada Tuhan untuk kesembuhan ve.
Shania yang ada di samping Gracia terus menenangkan putri nya itu. Dan tak lama dokter yang menangani ve akhirnya keluar.
"Dok, gimana keadaan ve?" Tanya Gracia
"Maaf ibu Gracia, kami sudah berusaha semampunya. Tapi... " Belum selesai dokter itu berbicara, Gracia sudah mengerti maksud dari dokter tersebut. Dan Gracia akhirnya kembali menangis lagi, bahkan tangisannya semakin kencing dan memanggil-manggil nama ve
Shania yang ada di belakang Gracia pun ikut menangis.
"Gak.... Ini gak mungkin dokter hikss VE!!" Teriak Gracia lalu masuk ke dalam kamar rawat ve. Dimana ve sudah tidak lagi menggunakan alat bantu nya. Bahkan tubuh ve juga sudah ditutupi oleh selimut tipis berwarna putih.
Gracia yang sudah ada didekat ve langsung membuka selimut tipis itu. Dan Gracia bisa melihat bagaimana pucat nya wajah ve.
"Ve hiks" Tubuh gracia gemetar, begitu juga tangan yang ingin menyentuh wajah pucat itu.
"Bangun sayang, aku ada disini" Ucap gracia
Shania yang berdiri tak jauh dari gracia juga sama sedihnya. Walaupun ve sudah membuatnya jauh dari gracia bertahun-tahun. Tapi bagaimana pun ve masih Shania anggap sahabat.
"Gracia udah ya nak, biar ve dibawa suster nya dulu" Shania mencoba menarik Gracia, tapi Gracia menolak.
"Gak, aku mau sama ve disini hiks... Ve bangun sayang!!" Gracia terus menggoyangkan tubuh ve yang tidak mungkin meresponnya lagi.
Suster yang ingin membawa jenazah ve pun meminta gracia untuk menyingkir. Dan dengan dibantu oleh Shania, akhirnya suster itu bisa membawa pergi jenazah ve.
Shania sendiri langsung menghubungi suami nya, Shani dan yang terakhir viny.
Bruk!!
"Gracia!" Kaget Shania yang baru saja selesai menelfon viny dan melihat gracia jatuh pingsan.
Shania yang panik langsung meminta tolong seorang perawat laki-laki yang kebetulan lewat di luar untuk membawa gracia ke salah satu kamar rawat pasien.
"Makasih ya mas" Ucap Shania ke perawat itu
"Sama-sama Bu, kalau begitu saja permisi" Pamitnya yang diangguki oleh Shania
Sekarang sambil menunggu yang lain datang, Shania juga kembali mengabari mereka kalau gracia jatuh pingsan.
°°°
Keesokan pagi nya...
Gracia bersama yang lain sedang berada di pemakaman tempat peristirahatan ve yang terakhir. Dan ve dimakamkan di samping pusara anaknya yang dulu pernah dikandung oleh gracia lalu keguguran.
"Ve, sesuai permintaan kamu sebelumnya. Sekarang kamu bisa bersatu sama Alana, anak kita. Kamu istirahat yang tenang disana ya sayang sama Alana. Aku titip salam sama alana, aku sayang dan rindu sama dia. Selamat jalan sayang, i love you" Ucap gracia sambil memeluk kedua putrinya, chika dan Christy
Setelah itu ganti shani yang sekarang sedang berbicara dengan pusara ve sambil membawa kedua putri nya, eli dan Mutia.
"Mi, kenapa mami harus pergi secepat ini. Aku belum kenalin mami sama cucu-cucu mami ini" Shani memperlihatkan eli dan Mutia yang ada di samping kanan dan kiri nya.
"Mi, kenalin ini eli dan ini Mutia. Mereka cucu-cucu mami" Ucap Shani
Eli dan Mutia tersenyum menatap pusara veranda yang masih basah.
"Hallo omah, aku Eli dan ini adik aku Mutia"
"Hay omah, aku Mutia" Keduanya mengusap batu nisan ve secara bergantian
"Mi, kita semua udah maafin mami. Mami yang tenang disana ya, kita semua sayang mami. Aku sama yang lain pulang dulu, bye mi" Shani mengusap lembut batu nisan ve sebelum pergi
Gracia yang sudah mulai menerima kepergian ve pun tersenyum menatap pusara ve sebelum mereka pergi dari sana.
Aku pulang dulu ya ve, i love you. Batin gracia
"Cia, ayo" Ajak Shani sambil menggenggam tangan gracia
"Iya kak" Jawab gracia dan membalas genggaman tangan ve
Mutia yang berjalan paling belakang bersama dengan chika pun menoleh ke sampingnya. Menatap chika yang masih terlihat sedih karena kepergian ve.
"Jangan sedih, gue bakal gantiin tugas bubi lo buat jagain kalian. Karena bagaimana pun Bubi itu omah gue juga" Kata Eli
"Apa ucapan kamu bisa aku pegang?" Tanya chika
"Tentu" Jawab Eli sambil tersenyum dan memberikan jari kelingkingnya pada chika
Chika yang mengerti maksud Eli pun menautkan jari kelingking miliknya dengan milik Eli.
"Makasih ya li" Kata chika dan Eli mengangguk
"Yaudah yuk" Ajak Eli smabil menggenggam tangan chika dan chika sempat kaget ketika Eli menggenggam tangannya. Rasanya jantung chika mau copot saja, ditambah senyum Eli yang sekarang.
Ya Tuhan, apa mungkin aku jatuh cinta padanya. Batin chika sambil menatap wajah samping Eli
Eli yang sadar sedang di perhatikan pun jantungnya rasanya mau copot. Berdebar-debar gitu. Batin Eli
Ya Allah, apakah ini yang namanya cinta?. Batin Eli
⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩
Eh maap, ve nya meninggal ;(
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, come back to me! [END]
NouvellesIni sequel dari "GADIS BAYARAN" jadi silahkan dibaca dan semoga suka! 😁
![Please, come back to me! [END]](https://img.wattpad.com/cover/207713700-64-k400268.jpg)