34

288 33 8
                                    

Yay!! Up cepet..karna apa? Tentunya karna Maknae kita ulang tahun ehe ^^

Gak kerasa udah sampe 34 aja ya hehe. Emm Nez harap kalian tidak kecewa dengan ending yang sudah Nez rancang sejak awal.

Cekidot joh












Happy reading
Abaikan typo































Sinar mentari masuk memenuhi ruangan bernuansa coklat terang. Dua pemuda masih bermalas-malasan dikasur empuknya. Dikarenakan gorden yang berwarna putih membuat cahaya dengan mudah memasuki ruangan.

Yang lebih muda menggeliatkan tubuhnya direngkuhan sang namja.

"Eungh hyung? Kau belum bangun? Sudah pagi..kau harus bekerja" gugah Donghyuk dengan menggoyangkan tubuh Bobby.

"Eummhh aku masih mengantuk dong..sebentar lagi, nee?" Lenguh Bobby dan membalikan tubuhnya membelakangi Donghyuk.

Donghyuk merasa kesal dan mendudukan dirinya diatas kasur. Meregangkan sedikit otot-ototnya dan mengumpulkan nyawa.

'Drt..drr..'

Sebuah ponsel bergetar diatas nakas samping ranjang lebih tepatnya samping donghyuk.

Tangan Donghyuk meraih ponsel itu untuk mengangkat panggilan.

'Namtae'

Itu nama yang tertera saat Donghyuk sampai meraihnya. Tidak, Donghyuk tidak membacanya. Dia bahkan asal mengangkat.

"Ini sia-"

"Yak!! KIM JIWON!! APA KAU MASIH BERMAIN DENGAN ISTRIMU ITU?! BANGUNLAH DAN CEPAT DATANG KEMARI!! APA KAU LUPA 13 MENIT LAGI, KAU AKAN ADA MEETING PENTING DENGAN CEO DARI PERUSAHAAN KONIC CORP!! BANGUN DAN CEPAT DATANG!!"

'Tut'

Donghyuk sampai terjenggit kaget saat suara yang begitu menusuk gendang telinganya. Ia juga menjauhkan ponsel itu dari telingannya dan mendengarkan ocehan dari seberang.

Panggilan diputuskan secara sepihak dan membuat Donghyuk mengerutkan dahinya. Apa begini kelakuan seorang asistent pada bosnya?.

Mendengar ini adalah waktu yang mendesak, Donghyuk kembali mencoba membangunkan suami kelincinya itu yang sangat mencintai bantal dan selimutnya.

Tangan Donghyuk menyibak selimut tebal Bobby. Dengan tenaga prianya, Donghyuk menarik tangan Bobby. Donghyuk bahkan sampai berdiri diatas kasur. Beruntung dia tidak jatuh.

"Hyung...ba-ngun..." ucapnya sedikit menggunakan tenaga karna ia juga sedang menarik Bobby untuk bangun.

"Aaa Dongdong-ah" masih menutup matanya dan terlihat begitu lemas.

"Bobby hyung!!"

Bobby tersentak saat teriakan yang cukup membuat dengingan ditelinga Bobby. Ia bangkit dan dengan malasnya menapakan kakinya dilantai.

"Nee Chaggi..Oppa sudah bangun" ucapnya dibuat selembut mungkin.

"Kau sudah terlambat. Jangan pernah kecewakan klien Hyung"

MY STORY (✔✔)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang