"Kamu sudah makan?" Tanya Rian dan aku mengangguk. Sejujurnya aku belum makan tetapi aku sangat malas untuk makan.
Kami sibuk menyusun lego milik Rian, aku juga tidak menyangka jika Rian memiliki mainan seperti itu. Rian tidak hanya fokus dengan lego yang ia susun, sesekali ia mengajakku berbincang. Mungkin aku terlihat terlalu serius dengan lego yang aku susun karena aku tak begitu merespon omongan Rian, namun sayang sekali ada hal lain yang berada di fikiranku.
"Kamu suka susun lego?" Tanya Rian dan aku hanya membalasnya dengan senyuman.
"Kamu boleh bawa pulang kalau kamu suka." Lanjutnya.
Rian pun berdiri, aku segera mendangak saat melihatnya berdiri.
"Aku haus, kamu mau minum juga?" Lanjutnya.
"Boleh, air putih." Pintaku.
Mataku terus melihat punggungnya yang semakin lama semakin menjauhi pandanganku.
Rasa lama terulang kembali, sama seperti dulu. Hatiku telah dimiliki oleh orang lain tetapi mengapa ia tak mengalihkan duniaku? Rasanya hatiku tak dimiliki oleh Rian.
Aku rasa memang benar jika cinta akan muncul setiap 3 detik, namun aku tidak menyangka jika setiap 3 detik cintaku pada Lucas terus terulang dan cintaku pada Rian mulai menghilang.
Aku tahu jika aku menyebalkan. Egoku lebih kuat sehingga aku menjadi manusia yang sangat menyebalkan.
....
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Seconds
Teen FictionJika cinta bisa muncul setiap 3 detik, mungkinkah cinta itu akan bertahan?
