Setelah menidurkan Kiara, kini waktunya Nayara membersihkan dirinya. Sedari tadi Kiara terus saja menangis membuat Nayar bingung harus bagaimana.
Setelah mandi, Nayara mendudukkan dirinya disamping Kiara. Melihat wajah putrinya itu membuatnya kembali teringat ucapan Devan yang ingin menemui putrinya.
Sungguh, Nayara masih belum siap jika harus mempertemukan Kiara dengan Devan. Ia takut jika Devan akan mengambil Kiara darinya. Bukannya ia egois dengan memisahkan Devan dengan Kiara yang juga anaknya, tapi trauma atas kejadian itu membuatnya tidak percaya pada siapapun.
Kiara itj putrinya, hanya putrinya. Tidak boleh ada satupun yang mengambilnya dari Nayara. Itulah jiwa seorang ibu.
*****
Pagi hari ini, semua keluarga Nayara pergi dan tinggallah Nayara sendiri dirumahnya. Asisten rumah tangganya pun sudah pergi pulang kampung kemarin malam. Mommy dan daddy-nya sedang pergi ke luar negeri selama 2 minggu untuk mengurus pekerjaan mereka, mereka bilang urusan mereka diperpanjang. Sedangkan Dira, ia sedang pergi liburan ke luar kota bersama para sahabatnya selama 3 hari.
Baiklah, ini akan menjadi pekerjaan yang berat untuk Nayara. Ia harus mengurus rumah dan putrinya sendirian dengan hanya ditemani satpam dan supir. Apalagi teman Nayara nanti juga akan datang untuk menginap, Nayara yakin rumahnya akan sangat berantakan nanti. Gadis yang malang. Tapi, untung saja Dira dan asisten rumah tangganya hanya pergi selama 3 hari jadi Nayara tidak perlu bingung bagaimana mengurus Kiara saat ia sudah masuk nanti. Ya, Nayara telah izin untuk libur selama 3 hari.
Nayara memulai paginya dengan rutinitasnya sebagai seorang ibu. Setelah menyiapkan putrinya, barulah gilirannya untuk menyiapkan dirinya, lalu setelah itu ia menidurkan Kiara kembali yang saat ini sedang begitu rewel tidak tahu penyebabnya apa. Ah, pekerjaan ini cukup menguras energinya.
Dan akhirnya Kiara bisa tidur kembali, Nayara bisa bersantai sebentar. Baru saja 5 menit ia mendudukkan dirinya dikasur, tiba-tiba suara ketukan pintu mengganggunya. Dengan terpaksa Nayara bangkit dari kasurnya dan turun ke bawah untuk membuka pintu untuk sang pengetuk yang ia yakini adalah para sahabatnya.
"NAYARAA...BUKA PINTUNYA DOONG!" teriak Bella dari luar sana.
"NAY...CEPETAN DONG!!" sahut Ersya yang juga berteriak.
"NAYARA...MAIN YOK!"
"NAY-"
Ceklek
Pintu terbuka memperlihatkan para sahabat Nayara dan Devan. Nayara yang melihata itu pun mengerjapkan matanya, ia pikir hanya 4 sahabatnya yang datang, tapi kenapa para sahabat Devan juga datang? Nayara menatap tajam para sahabatnya, bagaimana mereka bisa mengajak para sahabat Devan juga tanpa seijinnya? Namun, yang ditatap hanya menampilkan cengirannya.
"Hai, Nayara cantik." ucap Ersya genit.
"Genit amat." sindir Keysha ketus.
"Yeeu...biarin kali! Cemburu ya ama gue?" goda Ersya sambil menaik turunkan alisnya.
"Ihh apaansi! Jijik!" elak Keysha.
"Ekhm, bisa jelasin ke gue nggak?"
"Jangan marah ya? Mereka yang maksa kok, bukan kita yang ngajak. Beneran deh, suerr!" ucap Bella dengan mengacungka jari telunjuk dan jari tengahnya tanda damai.
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY KIARA (TERBIT)
Teen Fiction(TELAH TERSEDIA DI SHOPEE) Ia hancur, bahkan sangat hancur, saat mahkota yang telah ia jaga selama 16 tahun direbut paksa darinya. Dan, yang paling membuatnya hancur ialah, saat ia mengetahui bahwa ada kehidupan lain dalam dirinya. Lalu apa yang aka...
