Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

-PART 15 (revisi)-

76.6K 3.3K 131
                                        

Keluarga Nayara datang menghampiri Nayara. Nayara ingin menangis saat melihat keluarganya datang mendekatinya.

"Nayara," panggil Anulika dengan suara yang melembut

"Mommy," gumam Nayara.

Anulika tidak bisa menahannya lagi, ia langsung memeluk Nayara dengan erat. Nayara terkejut akan itu tapi ia membalas pelukan anulika tak kalah eratnya. Ia sangat merindukan wanita paruh baya itu. Sudah sekitar 3 bulan Nayara jauh dari sang Ibu dan saat kembali bertemu membuatnya begitu bahagia.

Anulika melepas pelukannya dan Nayara tersenyum, tatapan Anulika mengarah pada perut Nayara yang sudah sedikit membuncit. Tangannya perlahan terulur menyentuh perut Nayara. Nayara sedikit terkejut tapi ia juga merasa senang.

Anulika menutup mulutnya dengan telapak tangannya lalu berbalik memeluk Farzan. Anulika sangat menyesal atas perbuatannya waktu itu. Ia bahkan tidak bisa melakukan apa pun saat Nayara pergi dari rumah.

Nayara yang melihat itupun hanya tersenyum maklum. Ia tahu pasti Anulika juga merasakan kerinduan yang sama dengannya.

"Mommy," ucap Nayara menyentuh pundak Anulika.

Anulika berbalik melihat Nayara yang tersenyum. Nayara mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata Anulika.

"Don't cry, Mom. I love you." ucap Nayara dengan tulus.

"Maafin Mommy ya?" ucap Anulika penuh penyesalan.

"No! Mommy nggak salah kok. Nayara yang salah, Nayara yang nggak bisa jaga diri Nayara." ucap Nayara dengan senyuman mirisnya.

Anulika kembali memeluk putrinya itu lagi, begitu juga Farzan yang ikut memeluk Anulika dan Nayara.

"Ekhm, Kayaknya Dira dilupain nih," sindir Dira.

Anulika, Farzan, dan Nayara melepas pelukan mereka dan menatap Dira yang sedang bersedekap dada dan cemberut itu. Nayara terkekeh lalu menghampiri Kakanya itu.

"Ututu... kakak gue yang paling cantik ngambek nih,"

"Ih, lo tuh ya masih aja ngeselin." ucap Dira kesal.

"Biarin!" balas Nayara dengan santai. Selain merindukan Mommy dan Daddynya, Nayara juga rindu membuat Kakaknya kesal.

"Dih, punya adek kok ngeselin banget?

"Udah-udah, jangan bertengkar!" tegur Farzan.

*****

Devan kini tengah berada di markas bersama teman-temannya. Ia sedang sangat emosi karena melihat Nayara tadi. Nayara yang mengutarakan semuanya di depan umum membuatnya sangat emosi, apalagi tadi semua orang memberinya tepukan seolah setuju akan ucapannya.

Devan ingin Nayara hancur. Ia tidak ingin Nayara bangkit dari kehancurannya. Obsesimya untuk menghancurkan Nayara begitu kuat, itu semua karena Devan menganggap Nayara mempunyai kesalahan besar di masa lalu di mana kesalahan itu harusnnya bisa membuat Nayara pantas menerima kehancuran.

"Aargghh...." teriak Devan frustrasi.

"Mau sampe kapan lo kayak gitu?" tanya Krish dingin. Krish sudah jengah melihat Devan yang emosinya tak terkontrol itu.

Sejak tadi Devan sangat emosi. Yang ia lakukan hanya menonjok tembok berkali-kali, bahkan sampai mengeluarkan darah. Dan teman-temannya tidak ada yang berani menghentikan itu, jika Devan sudah marah itulah yang akan terjadi.

"Bukan urusan lo." balas Devan tak kalah dinginnya.

"Lo yang salah, Al." celetuk Farrel membuat semua menoleh kearahnya.

"Apa maksud lo?"

Farrel menghela napasnya dan menatap kearah Devan, "Gue tau lo benci dia, tapi nggak seharusnya lo hancurin hidupnya dengan cara kayak gini." ucap Farrel


"Apa urusan lo, hah?" tanya Devan yang mulai kembali emosi.

"Al, dia itu cewek nggak seharusnya lo rebut kehormatannya kaya gitu. Lo udah ngelakuin kriminal yang harusnya diurus dijalur hukum tau nggak? Dengan ambil kesuciannya, lo kira masalah bakal selesai gitu? Nggak. Lo malah keliatan kayak seorang pengecut kalo kayak gutu. Lo bener-bener udah gila." ucap Farrel dengan nada sedikit meninggi.

"Kalo lo mau bela dia, ngapain lo temenan sama gue hah?! Lo suka sama dia, pergi aja. Nggak usah sok jadi temen gue." bentak Devan

"Ya, karena gue temen lo. Gue nggak mau lo jadi orang yang nggak bener, Al. karena lo temen gue makanya gue ngomong gini. Nggak mungkin gue diem aja kalau lo salah. Gue nggak bela siapapun di sini, tapi kelakuan lo itu salah besar, ngerti nggak sih lo? gue udah anggap lo sebagai adik gue, gue juga sayang lo sama kayak gue sayang sama Krish. Lo pikir mana ada seorang Kakak yang biarin adiknya saat dia ngelakuin kesalahan, hah?! Kalo yang lo lakuin itu kesalahan kecil yang wjaar nggak masalah, Al. Gue diem. Tapi, kesalahan yang sekarang lo lakuin itu udah bener-bener kelewat batas." bentak Farrel dengan emosi yang menggebu.

Bugh

Devan sudah tidak tahan lagi, akhirnya ia menjotos Farrel dengan keras sampai ujung bibirnya mengeluarkan darah. Farrel pun tak tinggal diam, ia membalas Devan dan akhirnya terjadilah adu jotos diantara mereka.

"Woy udah woy!" Ersya dan Raka menjauhkan keduanya dengan paksa. Devan menatap Farrel penuh amarah, begitupun sebaliknya.


"Kalian apa-apaan sih? Udah gede masih aja berantem. Nggak gitu caranya selesein masalah." bentak Krish.

"Ini semua gara-gara lo, Nayara. Awas aja, tunggu pembalasan gue."



























Hey guys! Up lagi nihhh! Maaf ya part kali ini pendek, Author lagi males ngetik hehe! Tapi part selanjutnya pasti panjang kok!
JANGAN LUPA VOTE AND COMMENT! Biar author semangat update-nya
Salam Author💕

BABY KIARA (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang