(TELAH TERSEDIA DI SHOPEE)
Ia hancur, bahkan sangat hancur, saat mahkota yang telah ia jaga selama 16 tahun direbut paksa darinya. Dan, yang paling membuatnya hancur ialah, saat ia mengetahui bahwa ada kehidupan lain dalam dirinya.
Lalu apa yang aka...
Gerbang rumah Nayara terbuka, Nayara langsung memakirkan mobilnya di garasi. Ia langsung memasuki rumahnya dan pergi ke kamarnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ia tersenyum saat melihat putrinya sedang tidur. Ia mendekat dan mengelus kepala putrinya dengan lembut, baru 2 detik ia menjauhkan tangannya dan tiba-tiba Kiara langsung menangis.
Oeekk...oekk...
Nayara tersenyum, ia langsung menggendong putri kesayangannya itu. "Oh, baby. why are you crying, hm? Mama is here for you, baby. Don't cry, please." ucap Nayara sambil menimang bayinya.
Namun, Kiara masih juga belum berhenti menangis. Nayara menghela napaanya, ia menekuk jari telunjuknya dan meletakkannya dipinggir mulut bayinya. Kiara mulai mengemut jari Nayara dan Nayara pun terkekeh. Ternyata putrinya itu sedang lapar.
"Ih, lucu banget sih kamu. Kiara laper ternyata, sebentar ya sayang,"
Nayara meletakkan Kiara kembali ke dalam baby box nya. Ia berjalan ke kamar mandi dan mengganti bajunya menjadi baju santai.
Ia kembali menggendong Kiara dan mendudukkan dirinya ke kasur. Ia mulai menyusui Kiara sambil mendengarkan musik yang ia dengarkan lewat headphone. Melihat Kiara ia jadi teringat perkataan Krish tadi.
Alvaro mau balik ke sini. Dia udah di perjalanan, besok dia masuk.
Perkataan itu sungguh membuatnya terkejut sekaligus panik. Kenapa harus secepat ini? Nayara bahkan belum siap untuk bertemu kembali dengan Devan. Rasa traumanya karena kejadian itu masih membekas.