Setelah mendengar kabar dari Farrel, Keysha langsung pergi menuju rumah sakit bersama Bella, Aurel, dan Gisel.
Kakak kelasnya itu tadi memberi tahunya jika Nayara mengalami pendarahan karena itu ia sangat cemas sekarang.
"Woy! Ngajak mati lo Key?!" ucap Bella yang kesal.
"Aduh! Kalian mending diem. Sahabat kita Nayara tuh lagi dirumah sakit, kita tuh harus cepet!"
"Ya tapi nggak gini juga, anjing!" Umpat Gisel kesal.
"Udah diem aja lo, nyet!"
"Terserah dah, paarah gue. Kita mati tanggung jawab ya lo." ucap Gisel malas..
"Woy, diem. Nanti gk sampe sampe kitanya," lerai Aurel.
*****
Sesampainya di rumah sakit Keysha dan para sahabatnya itu langsung cepat-cepat mendatangi ruangan Nayara.
Pintu kamar ruangan Nayara terbuka, suasana mendadak hening seketika. Nayara dan para teman Devan itu sedikit terkejut karena pintu yang tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan Keysha dan juga sahabatnya yang sangat ngos-ngosan sehabis berlari.
"Em, kalian kenapa?" tanya Nayara dengan raut wajah bingung.
"Kita capek tau, Nay." ucap Keysha ngos-ngosan.
"Lah emang habis ngapain? Sampe kalian ngos-ngosan gitu?" tanya Nayara lagi.
"Ini nih si kunyuk ngajakin kita lari, ya jadinya gini." ucap Bela
"Capek gue gara-gara ni anak," sahut Gisel sambil melirik kearah Keysha.
"Heh, enak aja! Salah lo sendiri, ngapain ikutin gue?" sewot Keysha.
"Dih, orang lo tadi udah kek kesetanan. Pake acara narik tangan gue segala lagi, ya gue ngikut lah gimana sih?" ucap Bela sinis.
"Bodo!"
"Udah, ngapain ribut sih? Ini rumah sakit loh." lerai Nayara.
"Tau! Katanya mau jengukin Nayara, eh sampe sini malah ribut," sindir Aurel.
"Eh, gue sampe lupa. Nayara lo nggak papa kan? Ponakan gue gk papa kan? Lo nggak kenapa-napa kan? Ih, Kan udah gue bilang jangan banyak beraktivitas. Gini kan jadinya, lo batu banget sih ah. Pokoknya kalo lo kenapa-napa, terutama ponakan gue, gue nggak mau ngomong sma lo lagi ya." ucap Keysha beruntun.
Nayara hanya melongo mendengar pertanyaan dan omelan beruntun dari Keysha, selalu saja seperti ini! Batin Nayara.
"Gue nggak papa, Keysha." Ucap Nayara malas.
"Nggak papa gimana? Kalo nggak papa ya nggak mungkin lah lo pendarahan, gimana sih?" omel Keysha.
"Ini sebenernya lo kenapa sih, Nay? Kok bisa sampe pendarahan gitu?" tanya Aurel.
"Em, i-itu-"
"Itu apa?"
"Emm, gu-gue a-anu-."
"Gara-gara Alvaro." potong Ersya cepat.
Mendengar ucapan Ersya, Nayara dan para teman Devan langsung menatap tajam pada Ersya. Sedangkan, yang ditatap hanya menunjukkan cengirannya yang menyebalkan itu.
"Ngapain liatin gue? Gue bener kan?" tanya Ersya polos.
"Ya lo bener, Er. Tap-"
"WHAT?! Jadi, Alvaro yang buat lo kek gini?" ucap Keysha histeris sekaligus terkejut. Suara toa nya itu hanya bisa membuat Nayara pasarah.
Nayara menepuk keningnya pelan, ia tahu apa yang akan Keysha lakukan setelah ini. Gadis itu akan mengomelinya habis-habisan seperti Ibu kos dan akan memberinya banyak sekali pertanyaan yang Nayara tahu itu pasti akan membuatnya pusing memikirkan jawabannya.
"Lo diapain sama si Alvaro sialan itu hah?! Kurang ajar tuh cowok. Kalau sampe ada apa-apa sama lo gue bejek-bejek juga tuh cowok, anjir! Brengsek banget sih tuh cowok. Pengen gue bunuh jadinya."
"Keysha, diem. Gue pusing tau dengerin lo ngomong." ucap Nayara kesal.
"Ish, tapi kan gue-"
"Diem." ucap Nayara dengan tatapan tajamnya.
"Iya gue diem deh." ucap Keysha malas.
"Kok bisa sih gitu, Nay? tanya Aurel.
"Ya gitu. Kalian pasti udah tau jawabannya."
"Oh, iya. Gue paham." ucap Bela dan Gisel.
"Udah kan? Sekarang gue laper nih. Ada yang mau beliin gue makanan nggak?" ucap Nayara mengalihkan pembicaraan.
"Mau makan apa? biar gue yang beliin." ujar Keysha.
"Key, gue pengen..."
"Pengen apa?"
"Gue pengen sandwich tapi, gue pengennnya sandwich nya diisi selai coklat sama ikan goreng terus diatasnya dikasih kecap." ucap Nayara polos.
Ucapan Nayara berhasil membuat semuanya membelakkan matanya, mana ada sandwich seperti itu? Bagaimana rasanya nanti?
"Hah?"
"Emang ada sandwich kayak gitu?" tanya Farrel
"Aneh lo, Nay." sahut Ersya.
"Nay, lo itu gimana? Mana ada sandwich aneh kek gitu? Ntar rasanya kayak gimana coba?" ucap Gisel.
"Pokoknya gue pengennya itu. Yang minta kan bukan gue lagian, kan babynya yang minta, bukan gue." ucap Nayara cemberut.
"Tapi, masa dia minta gitu sih?
"Kalian nggak mau bikinin itu ya? Ya udah deh nggak papa." ucap Nayara dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Eh eh kok nangis sih, Nay? iyaziya gue bikinin, tapi lo jangan nangis ya?" bujuk Keysha.
Mata Nayara berbinar mendengar ucapan Keysha, "Beneran?"
"Iya." ucap Keysha malas
"Ih, Lo baik deh."
"Iya. Gue balik dulu ke apartemen nanti gue bawain sandwich-nya buat lo."
"Oke."
Hey guys! Akhirnya up lagi, pasti seneng kan aku up cepet? Seneng kan? Seneng dongg! Hehe! Tunggu chapter selanjutnya ya! Biar Author makin semangat dan rajin up nya, minta tolong tekan tanda vote yang gambarnya bintang dibawah ya! Jangan lupa comment spam next juga ya!
Salam Author💕
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY KIARA (TERBIT)
Novela Juvenil(TELAH TERSEDIA DI SHOPEE) Ia hancur, bahkan sangat hancur, saat mahkota yang telah ia jaga selama 16 tahun direbut paksa darinya. Dan, yang paling membuatnya hancur ialah, saat ia mengetahui bahwa ada kehidupan lain dalam dirinya. Lalu apa yang aka...
