VOTE DULU SEBELUM BACA!
HAPPY READING!
Semua orang terdiam, tatapan Nayara yang menyiratkan kesedihan dan kekecewaan membuat hati mereka sesak. Niat ingin memberi kejutan dan membuat Nayara bahagia, tapi lihatlah! Wajah Nayara bahkan tak memancarkan raut bahagia sedikitpun.
Harusnya mereka sadar, ini semua terlalu berlebihan. Harusnya mereka sadar, bahwa masalah yang Nayara hadapi tak pantas dibuat seperti ini.
Nayara kecewa, bukan bahagia.
Nayara tidak marah dengan niat baik yang mereka ingin jalankan. Hanya saja, ia kecewa karena perjuangan keras yang ia lakukan untuk melupakan trauma akan kejadian itu gagal karena mereka semua mengingatkan dirinya atas kejadian itu.
Sikapnya mungkin terkesan berlebihan, tapi memang benar jika ia merasa begitu kecewa. Nayara merasa seperti di permainkan. Mereka semua tak tahu seberapa berat perjuangan Nayara untuk mengikhlaskan dan melupakan rasa sakit di masa lalu nya itu.
"Niat kalian emang baik dan gue ngehargain itu, tapi harusnya ga kaya gini caranya, dengan Deva yang tiba-tiba bilang dia cuman pura-pura cinta gue, dengan kalian yang tiba-tiba cuek dan seolah ngehindarin gue, semua itu ngingetin gue sama kejadian dulu dan itu rasanya sakit banget. Kalian tanpa sadar udah ngebuka luka lama,"
Nayara menghela napasnya berat, "Gue kecewa sama kalian." ucapnya dengan nada kecewa.
"Kita ga maksud buat lo sedih, Nay. Kita cuma-" ucapan Dira terpotong.
"Gue tau. Gak usah di jelasin lagi."
Tatapan Nayara beralih pada Devan, "Lo pingin pasangin cincin ke gue di depan keluarga kan?Ayo, pasangin sekarang!"
"Tapi,"
"Lo ga denger apa yang gue bilang?"
Devan menghela napasnya pasrah, ia pun menuruti Nayara. Devan berjalan mendekat kepada Nayara, Nayara menjulurkan tangan kananya kepada Devan dan Devan pun mengapainya.
Sebelum memasangkan cincin, Devan menatap Nayara sendu. Rasa bersalah menyerangnya sekarang.
"Ekhm,"
Devan menatap Nayara, "Gue ga suruh lo buat bengong, Dev."
"Maaf." lirih Devan, lalu dengan segera memasangkan cincin pertunangan resmi ke jari manis sebelah kiri Nayara.
Semua orang yang betada di tempat itu pun tersenyum dan bertepuk tangan, atas pertunangan Nayara dan Devan yang kini telah resmi itu.
Nayara tersenyum tipis, meskipun ia sangat kecewa, namun tak memungkiri bahwa ia juga bahagia dengan pertunangan ini. Sekarang pertunangannya telah resmi dan itu artinya ia dan Devan telah benar-benar terikat, meskipun Nayara masih tak tahu apakah setelah ini pernikahan akan terjadi.
Nayara menghela napas, "Emm, bisa acaranya kita selesaiin sekarang?"
Semua orang saling menatap satu sama lain, lalu kembali menatap Nayara.
"Nay, kenapa kamu buru-buru banget?" tanya Bunda Devan.
"Maaf, tapi ini udah malem juga kan? Kiara juga Nayara tinggal sendiri tadi, kasian kalo lama-lama." balas Nayara.
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY KIARA (TERBIT)
Teen Fiction(TELAH TERSEDIA DI SHOPEE) Ia hancur, bahkan sangat hancur, saat mahkota yang telah ia jaga selama 16 tahun direbut paksa darinya. Dan, yang paling membuatnya hancur ialah, saat ia mengetahui bahwa ada kehidupan lain dalam dirinya. Lalu apa yang aka...
