ALGIS-BAGIAN 62

5.7K 443 1.3K
                                        

Hallo siapa yang nungguin ALGIS update?
Terimakasih atas komennya yang kemarin cantik💛

1 part lagi menuju END' 1K Komen bisa?
Komen rame update cepet.
NO KOMEN NO NEXT!

⚠️⚠️⚠️
Part ini banyak peringatan jadi bijaklah dalam membaca. Ambil yang baik buang yang buruk.

Jangan lupa pincet bintang biar bintang nya rame kayak di langit👉👈

NOTE : 8K kata
Tandai jika ada typo yaps ❤️

DniarDniar
HAPPY READING

Jam empat pagi Algis baru selesai mandi lagi dimana cowok itu bersiap untuk shalat subuh. Semalam setelah Nada kembali ke kamarnya Algis benar-benar mandi untuk merilekskan pikiran dan tubuhnya setelah lepas kendali dengan Nada.

Belum lama Gion datang ke kamarnya mengantarkan sajadah beserta sarung. Algis menatap pantulan dirinya di cermin yang menempel di lemari. Algis mengenakan sweater abu-abu yang semalam dimana di pinggangnya sudah melilit sarung hitam garis kotak-kotak berwarna merah. Algis berjalan keluar menuju kamar Nada yang tidak jauh dari kamar tamunya. Tadi Gion menyuruhnya untuk bangunkan Nada karena laki-laki itu ingin bersiap-siap mandi untuk shalat subuh.

Tol Tok Tok

"Nad?"

"Nada?"

Tok Tok Tok

"Nada?"

Karena tidak ada sahutan dari sang pemilik kamar akhirnya Algis memutuskan untuk membuka pintu yang memang tidak terkunci. Algis tersenyum hangat melihat pacarnya yang masih nyenyak dibalik selimut tebalnya. Algis yang memang sengaja belum berwudhu duduk di tepi ranjang samping Nada. Tangannya iseng menekan-nekan pipi chubby Nada. Jari telunjuknya bermain perosotan di hidung mancung itu bahkan sesekali mengusap bulu mata lentik milik pacarnya itu.

"Umh..." Nada menggeliat membuat cewek berpiyama dress warna navy garis putih itu merubah posisi nya menjadi membelakangi Algis. Algis membuka selimut yang menutupi tubuh Nada. Tangannya menepuk-nepuk lengan Nada bahkan dengan iseng memincet hidung mancung Nada.

"Bangun," ucap Algis

"Umh..." lenguh Nada merasa terusik. Menjauhkan tangan Algis dari hidungnya.

Algis membungkukkan badannya, menumpukan dagunya di pipi Nada. Algis mengecup sekilas pipi itu. "Sayang hei bangun shalat subuh." bisik Algis

"Iyaa lima menit lagi Pah," ucap Nada tanpa membuka matanya. Algis tersenyum saat Nada mengira dirinya adalah Papa Gion.

"Sayang hei bangun shalat subuh dulu." Algis kembali memberikan kecupan di pipi Nada.

Nada menggeliat dan membalikkan tubuhnya menghadap Algis. Matanya yang masih ngantuk menatap samar-samar orang didepannya. Nada menghela napas pelan saat sadar orang yang membangunkan nya adalah Algis.

"Jam berapa?" tanya Nada memejamkan matanya kembali dimana memeluk guling nya.

Algis menatap ke arah kaki Nada, tangannya menurunkan piyama dress cewek itu yang terangkat. Algis menepuk-nepuk lengan Nada.

ALGIS ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang