Tak berselang lama setelah Aldwin turun, sebuah mobil yang cukup terbilang harganya sampai kelangit ketujuh sudah terparkir dengan cantiknya dihalaman luas kediaman A-L-V-A-R-D.
Mr. Zuan turun dari sebuah limousee yang sangat mewah dan berjalan dengan gagahnya memasuki kawasan rumah utamanya.
Mr. Zuan melihat seorang lelaki tampan cerminan dirinya sedang tersenyum kearahnya.
M.r Zuan menghampirinya dan langsung memeluk putra sulungnya yang begitu ia rindukan setelah sekitar 1 bulan tidak ia temui kecuali hanya lewat vidio call saja, itupun hanya untuk masalah perkerjaan dan menanyai kabar gadis kecilnya .
Mr. Zuan mengurai pelukannya dan menatap sekeliling kemana gadis kecilnya yang sangat ia rindukan itu, kenapa tidak ada.
Mr. Zuan menatap kearah Aldwin
"Fai dimana?" Tanya Mr. Zuan
Sebelum Aldwin sempat menjawab suara Fairish sudah terlebih dahulu bersuara
"Disini" Jawabnya acuh tak acuh sambil menuruni tangga demi tangga
"Kenapa nyari fai? fai penting yab buat papah?" Respon fairish sembari melihat nya dengan tak suka.
Dan sontak kedua pria gagah itu menoleh kearah gadis yang sedang berdiri tak jauh darinya.
Mr. Zuan tersenyum hangat menatap gadis kecil yang sangat ia rindukan ini, sedangkan yang ditatap malah melemparkan tatapan seakan tak menyukai kehadiran Mr. Zuan.
Sangat!
"Apa gadis kecilku tidak merindukan papahnya" Tanya Mr. Zuan
Fairish menggangkat sebelah alisnya
"Merindukan papah? coba jelasin ke fai dimana letak fai yang harus merindukan seorang papah yang tega memisahkan seorang anak gadis dari bundanya?" Komentar fairish membuat Mr. Zuan menanggapi dengan senyuman hangat.
"Fai bersikaplah sopan, dia papah kamu" Tegur Aldwin menatap Fairish yang ditatap malah acuh tak acuh terhadapnya
"Gimana caranya fai harus sopan bang?" Tanya fairish angkuh
Mr. Zuan memberi kode kearah Aldwin agar diam, kemudian Mr. Zuan menghampiri fairish dan menatapnya sembari tersenyum sehangat mungkin
"Apa gadis kecilku tidak ingin memeluk papahnya hanya sebentar saja" Tanya Mr Zuan sambil merentangkan tangannya kearah fairish
Fairish ingin menanggis dengan sikap yang begitu lembut padanya, andai saja papahnya selalu sebaik ini mungkin fairish tidak akan sekurang ajar ini padanya, Fairish tidak ingin munafik sungguh dia merindukan sosok papahnya yang selalu selembut ini, fairish pun langsung berhambur kepelukannya, Mr. Zuan tersenyum senang kemudian memeluk gadis kecilnya dengan hangat
Andai papah ga sekeras ini sama fai mungkin fai ga akan jadi kaya gini pah, fai minta maap!
Fai hanya benci satu hal dari papah, kenapa papah seakan berusaha menjauhkan fai dari bunda kenapa pah, kenapa fai benci soal itu pah.
Fairish terlalu lama berada didekapan Mr. Zuan, fairish melepaskan pelukannya membuat Mr. Zuan menatapnya
"Bisa ga kita makan malem sekarang, so perut fai udah ga bisa kompromi lagi" Sahut fairish dan berjalan kearah meja makan
"Tentu sayang, maap sudah membuat bidadari kecil papah kelaparan karena menunggu" Jawab Mr. Zuan
Mereka pun mengambil duduk di dimeja makan, dan mulai melahap makanan yang sudah disajikan, 15 menitan berlalu mereka sudah selesai melahap makanannya masing masing
KAMU SEDANG MEMBACA
Fairish
Ficção AdolescenteKonflik besar terjadi di keluarga ALVARD MAHESA membuat kehidupan 2 gadis hancur lebur bagaikan petasan yang dibakar dan menyala membuat suara suara indah namun mengerikan. Mengisahkan tentang anak gadis bernama Fairish Leticia Alvard Mahesa yang ha...
