1 minggu sudah berlalu..
Kini Adriell sudah sehat seperti semula, fairish jadi tidak harus repot repot menunggunya di rumah sakit, sudah 5 hari fairish buang sia sia hanya untuk bertanggung jawab, mengurusi Adriell. Sungguh tidak menyenangkan.
Akhir akhir ini juga fairish sengaja menjaga jarak dari Darren entah Kenapa, fairish tidak ingin melibatkan Darren dalam masalah hidupnya, bahkan fairish menyadari bahwa sikapnya yang terkesan cuek bahkan dingin terhadap Dareen bukan fairish yang Darren kenal ketika pertama kali bertemu, namun fairish selalu berkata
Ini hanya sementara fai.
Akan tetapi entah sampai kapan fairish harus seperti ini fairish memang salah tidak seharusnya ia bersikap seperti ini pada Darren, namun ya mau bagaimana lagi sudah terlanjur dan Darren pasti menyadari sikapnya yang sedikit berubah.
Setelah lama memikirkan mengenai sikapnya terhadap Darren pintu lift terbuka pertanda sudah berada di lantai bawah, fairish melirik kearah meja makan kemudian memutar bola matanya malas berjalan kearah mereka fairish tidak ingin berdebat dengan Aldwin tentunya, fairish menarik kursi dan duduk mengambil roti dan memakan nya, kemudian menatap Aldwin
"Bang lo udah ketemu Ka Haikal belum?" Tanya Fairish
Aldwin menoleh kearah nya "Udah"
"Kapan balik ke London dia bang?" Tanya fairish
"Abang gatau kalo soal itu" Jawabnya
"Bang gue pengen deh ke london gue kangen sama Gara bang, eh lo tau ga Ka Vio lagi hamil anak kedua dan yang bikin gue seneng jenis kelaminnya cewe lo bang" Ucapnya antusias membuat Aldwin terkekeh dengan tingkah adiknya ini.
"Bagus deh biar kamu ga dandanin Gara mulu" Celetuk Aldwin membuat fairish menatapnya sebal "Ya kan Gara lucu banget, lagi pula kaya cewe juga" Komentar fairish gemas
"Dasar" Responnya, fairish terkekeh kemudian meminum susu lantas bangkit dari duduknya dan menghampiri Aldwin lalu mengecup pipinya "Assalamualaikum fai berangkat" Pamitnya kemudian melenggang pergi membuat Mr. Zuan, Claretta dan Adriell hanya menatapnya karena sudah biasa fairish tidak menganggap mereka ada.
Selalu begitu.
Dan Claretta hanya tersenyum tipis melihat fairish lagi lagi membuat rasa bersalahnya semakin nyata.
Sementara Mr. Zuan hanya bersikap acuh tak acuh, memang seperti itu kan.
Terkesan cuek namun sangat mematikan.
Kalian harus mengingat itu.
Bahkan fairish sangat membencinya, Sangat membencinya.
✨❤✨
Fairish berjalan dikoridor sekolah dengan santai sebelum tangannya di tarik membuat fairish mau tak mau harus mengekorinya dan laki laki ini fairish yakini akan membawanya ke arah taman belakang sekolah yang jarang di jamah orang membuat fairish hanya menatapnya sinis,
Emang gila ni anak.
"Lepas" Ketusnya membuat laki laki itu melepaskan tangan fairish dari genggamannya "Lo mau apa sih bawa gue kesini" Sarkasnya membuat laki laki itu menatapnya tak heran
Dasar cewe bar bar.
Adriell menatap fairish sensi "Bisa ga sih lo sopan sama bokap lo fai" Sewotnya karena sikap fairish tadi pagi, semakin menjadi saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fairish
Teen FictionKonflik besar terjadi di keluarga ALVARD MAHESA membuat kehidupan 2 gadis hancur lebur bagaikan petasan yang dibakar dan menyala membuat suara suara indah namun mengerikan. Mengisahkan tentang anak gadis bernama Fairish Leticia Alvard Mahesa yang ha...
