"gimana tadi lo belajarnya?" Tanya galih sambil memakan kripik singkong favoritenya untuk selamanya!
"Baik" balas Zilla yang melanjutkan kembali aktifitas memakan nasi goreng kantin terlezat
"Btw ozila nggak marah gitu sama kita?" Putra kini mulai serius akan perkataannya yang bukan kaleng kaleng
"Marah kenapa?" Bingung Zilla
"Tuh tadi yang ninggalin lo sendirian" ujar Galih
"Enggak tuh"
"Lo kesurupan apaan dah, biasanya suka sensian tapi kenapa sekarang malah- perkataan putra terpotong karena zilla menyumpal mulut putra dengan tisu
"Gw kan sekarang udah jadi kakak sma otomatis udah dewasa dong"
"Serah lu ae dah" sambar Galih
"Set dah tisu apeni kagak enak banget rasanya"
"Yeh lo jangan telen tisunya hulek!"
"Gak sengaja bang"
"Eh tapi gw masih marah sih sebenarnya"
"Lah tadi katanya udah enggak marah" Galih kembali bingung dengan sifat labil adeknya
"Itu kan tadi, kalau sekarang mah beda"
"Maksudnya? Tadi nggak marah sekarang marah?" Tanya Putra kesal
"Yagitu"
"Labil beut deh" cibir Galih
"Katanya udah dewasa jadi enggak bakalan marah lagi" sindir Putra
"Gw marah! Pokoknya marah!"
"Yaudah jangan marah marah nanti abang beri kamu cogan deh" tawar galih
"Janji yah?"
"Janji!"
"Bang putra juga harus janji dong buat cariin gw cogan"
"Gw kagak mau ikut ikutan"
"Yaudah gw laporin aja sama momy"
"Eh jangan! iya gw janji!"
"Bagus!" Zilla melipat kedua tangan di depan dadanya angkuh
"Btw bang Panji dimana sih dari tadi kagak muncul" kata putra yang langsung celingak celinguk
"Oh si Panji katanya lagi banyak urusan maklum ketua osis"
"Apaan nih lu pada ngomongin gw" entah dari mana, panji tiba tiba nonggol dan segera duduk di samping zilla
"Sini tu keripik singkong laper gw"
Galih memberikan kripik singkongnya kepada Panji yang terlihat sangat amat menderita terlihat dari wajahnya yang terlihat lelah
"Lagi pusing lobang?" Ucap putra
"Pake spasi onta! ulang tadi perkataan lo!" Geram galih
"Yaudah gw ulangin lagi pusing LO. BANG" ujar putra dengan nada bicara penuh penekanan
"Nah gitu dong"
"Iya nih banyak banget masalah bikin gw pusing aja"
"Aku duluan" zilla menggeser bangkunya ke belakang berniat meninggalkan abang abangnya
"Yah elu si Panji gara gara lu dia marah kan" galih melihat nanar punggung zilla yang menjauh
"Gampang lah nanti juga dia balik lagi kayak kemarin" ucap Panji percaya diri
"Caranya?" Tanya putra antusias
"Nanti gw kasih tahu" kata Panji penuh percaya diri tingkat tinggi
Ketika Zilla sedang berjalan, tidak sengaja matanya menangkap 2 orang cowok yang pastinya bikin hati anak orang meleleh apalagi cowok yang sedang duduk dengan tatapan datarnya, Zilla sangat menyukai cowok yang dingin seperti itu alasannya cowok dingin cuma akan tersenyum pada orang yang ia cintai saja, zilla harus mendapatkan cowok itu! Bagaimana pun caranya, entah halal maupun halal
Terlintas sebuah ide di pikiran zilla, ia membuka handphone miliknya dan
Cekrekk
Zilla mempotret ke empat cowok tersebut dan sialnya ia lupa tidak mematikan blit kamera sungguh ia sangat malu!
"Syialan" batin zilla yang langsung pergi meninggalkan kantin tersebut dengan muka merah padamnya menahan rasa malu.
----//----
Sudah 25 menit lalu bel pulang sekolah berbunyi namun zilla masih enggan keluar kelas karena teringat masalah tadi di kantin
"Gawat! abang abang durhaka gw pasti udah pada ninggalin nih, oemji masa gw harus pulang naik angkutan umum lagi sih"
Zilla keluar kelas dengan tergesa gesa dengan buku catatan yang berada ditangannya, melewati lorong sekolah yang sudah sepi membuatnya belari dengan cepat hingga tak sengaja dia menabrak seseorang
Bbrraakkk
Semua buku yang Zilla pegang jatuh ke lantai dan seseorang itu membantu zilla memungut buku bukunya yang berantakan
"Maaf maaf aku gak sengaja" kata zilla sambil memungut kembali buku bukunya
"Hati hati" ucap seseorang tersebut
Ketika zilla melihat siapa seseorang tersebut ia begitu terkejut karena dia adalah seseorang yang ia potret si dingin es kutub itu!
"Eh, ma- makasih"
"Iya sama sama" ucapnya yang langsung pergi meninggalkan zilla yang masih mematung ditempat
5 menit sudah zilla menunggu Abang abangnya di depan gerbang tapi mereka tidak menampakan tulang hidungnya sedikit pun
Sudah cukup sore ditambah langit semakin mendung membuat zilla khawatir akan dirinya sendiri
Tak lama ketika zilla sedang menggerutuki abang abang durhakanya ia melihat motor ninja melaju kencang menghampirinya
Apakah benar seseorang itu akan menghampirinya ataukah itu hanya perasaannya saja
Dan benar saja motor ninja tersebut berhenti indah di depan kedua mata zilla
Ketika laki laki itu membuka helm lagi lagi zilla mematung ditempat dengan meremas roknya kuat kuat
Ada apa dengan jantungnya mengapa jantungnya bekerja dua kali lipat membuat rasa aneh itu kembali muncul
"Pulang bareng" singkat padat dan jelas
"En-enggak zilla bisa pulang sendiri kok kak"
"Naik!" Singkat namun sensasinya melebihi naik wahana yang menantang maut
Akhirnya zilla menyerah, ia menaiki motor tersebut dengan rasa hangat menjalar dihatinya, rasa ini sungguh hadir lagi!
Zilla berpegangan erat menempelkan kepalanya dipunggung laki laki itu dengan diiringi hujan yang membasahi mereka seakan akan langit turut memberikan restunya pada mereka berdua
Di tempat lain ada seorang laki laki dengan tatapan tajamnya melihat ke arah mereka berdua dan mengucapkan kalimat serapahnya
"Permainan baru saja akan dimulai bro, jangan terlalu tergesa gesa" gumam seorang laki laki yang daritadi memperhatikan Zilla dan
Holla gyus👋
Vote dan komen dulu hyung sebelum meninggalkan cerita ini🥺
Typo? maafkan
KAMU SEDANG MEMBACA
ZILLA (BELUM DIREVISI)
Teen FictionINI CERITA ABSURD KO BANYAK YANG BACA SIE? Saya selaku author sangat kaget dan malu🙂
