"Dor!!" Nara mengagetkan Nesa yang tengah duduk di pinggir lapangan.
"Eh setan!" terkejut Nesa hampir saja botol minumnya terjatuh akibat terkejut.
Nara hanya menyengir melihat muka Nesa yang tampak cemberut tidak suka. Nara ikut duduk di samping Nesa. Hari ini jadwal kelas XII IPA 1 untuk pelajaran olahraga dan kebetulan jadwal olahraga kelas Derta di samakan dengan kelas Nara hari ini.
Nesa terdiam di pinggir lapangan bukan tanpa sebab ia tengah memperhatikan Derta yang sedang bermain basket bersama teman-temannya dan melawan kelasnya yaitu Aldran dan kawan-kawan.
"Sibu banget yang lagi merhatiin Derta." Nara menggoda Nesa dan mencolek pipi Nesa dengan gemas.
"Ih dasar sok tau!" elak Nesa padahal ia terkejut dengan Nara yang tiba-tiba tahu perihal perasaannya pada Derta.
"Emang tau kali Nes."
Nara malah ikut memperhatikan Aldran yang juga ikut bermain basket, setelah putra bermain basket nanti giliran putri yang ikut bermain. Nara fokus memperhatikan Aldran yang sedang menggiring bola ke arah ring dan berhasil di masukkan.
"Kalau suka harus mau berjuang." Nara mencoba memberikan semangat pada sahabat itu.
"Gue kayaknya emang ga bisa deh Ra. Derta seakan gak peduli. Gue suka dia udah lama tapi dia gak pernah balas perhatian gue sedikitpun," Nesa kecewa, Nara menepuk pundak Nesa memberikan sedikit semangat agar sahabatnya itu kembali memperjuangkan apa yang ingin di raihnya.
"Gue bakal bantuin lo," Nesa tersenyum tipis walau hatinya masih ragu.
"Nes, BKS! Berjuang Kalau Sayang!" ucap Nara dengan semangat ia mencoba mengembalikan kepercayaan diri Nesa.
**
Kini giliran putri dari kelas XII IPA 1 melawan kelas XII IPS 1. Kini Melly yang menjadi ketua grup basket XII IPA 1, dan ketua dari grup putri XII IPS 1 adalah Helen. Helen berjabat tangan Melly dengan wajah meremehkan.
"Hih alay lo cabe pasar!" Sindir Melly. Helen melotot tak percaya dengan apa yang di katakan Melly barusan.
"Apa lo, Mau nabok? Sini tabok gue badan kerempeng kek cabe kering aja bangga," sindiran Melly sontak membuat tawa murid-murid pecah seketika, Melly memang terkenal dengan ucapannya yang terlalu jujur dan terkesan blak-blakan.
"Awas ya lo!" Helen menunjuk Melly dengan telunjuknya.
Semua mengambil posisi, penonton menyoraki dan memberikan semangat untuk mendukung grup kebanggaan mereka masing-masing.
Aldran dan teman-temannya tengah sibuk mempersiapkan band dadakan yang terdiri dari semua anak kelas XII IPA 1. Dengan benda-benda bekas seperti galon, ember, kayu untuk memukul galon dan ember, botol yang berisikan batu-batu kecil, dan pengeras suara kecil yang Aldran pinjam dari guru olahraga mereka.
"Yo human-human cantik dari kelas 12 IPA 1. Semangatt!!! Untuk semua siswa dan Siswi SMA tercinta, kami akan membawakan band dadakan yang tidak ada salinannya di manapun. Dan buat Nara. Semangat ya," Semua murid bersorak riuh pada Aldran yang malah tersenyum sembari melambai tangan ke arah Nara. Nara yang mendengar hal itu terkejut dan jadi malu dengan murid-murid yang langsung membicarakan dirinya dengan Aldran.
"Dasar orang gila, bikin malu." Kesal Nara.
Pritt!!!
Pertandingan di mulai semua bekerja sama untuk mencetak skor. Nara dengan lihai mengambil dan mengoper bola dan memasukannya kedalam ring membuat sorak riuh. Band dadakan Aldran dan teman-temannya sudah di mulai sejak awal pertandingan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALNARA [COMPLETE]
Teen Fiction[TAHAP REVISI] Siapa yang tidak tahu Nara Almira? Cewek tomboy dengan keahlian beladiri yang hebat dan suka mengendarai motor besar di tambah sikap cueknya yang menjadikan Nara tidak punya teman di sekolahnya. Akibat jauh dari keluarganya Nara h...
![ALNARA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/207565780-64-k122922.jpg)