Pulang!

1.9K 190 20
                                        

Daniel mendadak rewel hari ini. Dia memang sudah biasa rewel, namun kali ini berbeda. Bocah itu tidak menangis atau terus-menerus melankolis, malah sebaliknya sejak pagi Daniel kesal.

Demamnya memang sudah turun dan ia lebih sehat, membuatnya tak henti-henti merengek minta pulang. Tapi Jinyoung maupun Jaebum tidak dapat mengiyakan begitu saja sebab tiket sudah terlanjur diubah jadwal dan bukan sekarang waktunya mereka kembali ke rumah. Karena itulah Daniel kemudian marah.

Balita dua tahun menolak bicara pada orang tuanya, tak mau digendong, tak mau dipegang, bahkan dia tidak menoleh ketika Jaebum memanggil namanya. Daniel benar-benar ngambek. Termasuk saat makan, anak itu menolak untuk membuka mulut.

"Niel-ah, makan dulu. Kalau kau tidak makan nanti sakit lagi, nanti tidak jadi pulang," bujuk Jinyoung mendekatkan sendok ke depan mulut anaknya yang terkatup rapat. Daniel membuang muka dan memutar badan, tidak mau melihat sang ibu. Jinyoung menghela napas.

"Sedikiiit saja. Nanti setelah makan, Mommy tanyakan ke Daddy, Niel bisa pulang kapan. Ne? Ayo Sayang, makan ya." Gadis itu tak mau menyerah tapi lagi-lagi buah hatinya membuang muka.

Jinyoung tetap mencoba, "Lihat Niel-ah, ini enaaak~ pakai ayam goyeng. Niel suka ayam goreng 'kan? Ayo buka mulutnya, Sayang. Nanti keburu diambil Daddy ayam gorengnya~ aaa~ Tayo mau lewat, Tayo~"

"Ande!" Daniel mengibaskan tangan menepis sendok membuatnya terlepas dari pegangan sang ibu dan jatuh ke lantai. Nasi jadi berceceran tak karuan.

"Ciyo!" Bocah itu berteriak dengan mata galak membuat Jinyoung terdiam.

"Niel...marah sama Mommy...?" Desis Jinyoung pelan, sejatinya cukup terkejut dengan sikap kasar anaknya barusan sementara Daniel hanya mencebikkan mulut kesal.

"Daniel." Jaebum yang sedari tadi memperhatikan di pintu, beranjak mendekat. Balita dua tahun sontak kaget ketika mendengar suara ayahnya, terlebih begitu melihat ekspresi pria tersebut nampak keras sebab tidak menyukai sikap kasarnya pada sang ibu barusan. Air mata langsung menggenang di kelopak Daniel.

"Hiks, Daddy..." Balita dua tahun mengiba saat badannya diangkat Jaebum menuju kursi terdekat sementara Jinyoung beralih membersihkan ceceran nasi di lantai. Daniel didudukkan di kursi berhadapan dengan sang ayah.

"Apa yang kau lakukan pada Mommy barusan?" Tanya Jaebum pelan namun nadanya tegas. Anaknya terisak tanpa suara, mengusap air mata dengan tangan, agaknya paham jika ia sedang dimarahi dan tidak balik merengek seperti biasa.

"Niel ngambek, tidak apa-apa. Niel tidak mau makan, tidak apa-apa. Tapi memukul Mommy, TIDAK BOLEH," ucap Jaebum. Sengaja diam sebentar untuk menatap Daniel yang masih meneteskan air mata.

 Sengaja diam sebentar untuk menatap Daniel yang masih meneteskan air mata

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Daddy bilang apa tadi?" Pemuda sipit meminta konfirmasi. "Tidak boleh...?"

Daniel mendongak.

"Memukul...?" Sang ayah memancing.

Young Daddy #2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang