Antonio POV
.....
Setelah 3 hari berada di Rumah sakit. Hari ini Ratu kecilku boleh pulang. Grandpa dan Grandma juga sudah sampai di Indonesia dan sudah melihat cucunya yang sangat cantik .Aku sudah menyiapkan segala yang menjadi kebutuhannya di rumah nanti. Aku juga menyiapkan yang tidak dia butuhkan untuk saat ini. Contohnya: perosotan melingkar yang ada di kolam renang rumah. Mommy Angeline sedang menunggu Jenna dengan tidak sabar di sofa ruang rawat inap VVIPnya
"Sayang, kau sangat terlihat tidak sabar?."ucapku pada Angeline.
"Nio, mengapa susternya lama sekali membawa jenna kemari??. Coba kamu lihat ruang bayinya. Aku khawatir sayang". Sahut Angeline.
"Yaa cantik, aku akan cek kesana. Kau tunggu saja di sini ya. Sebentar lagi Leto dan pelayan lain akan datang merapihkan barang-barang kita".
Akupun melenggang pergi ke kamar bayi. Dan melihat sekeliling. Cukup ramai, mungkin orang tua dari bayi-bayi yang ada di dalam sini sedang menengok. Dari luar aku melihat Jenna yang sedang di gendong salah satu suster. Nafasku lega melihat Jenna.
Tak lama suster keluar, aku menghampirinya.
"Suster, mengapa sangat lama mengantar Jenna ke ruang inap istriku?." Tanyaku sembari mengambil Jenna dari gendongan suster.
"Maaf tuan, tadi ada sedikit kendala yang menyebabkan semua perawat anak harus membantu salah satu anak bayi yang sempat kehilangan nafas. Beruntungnya dia sudah stabil kembali". Jelas suter tersebut.
"Oh seperti itu, baiklah tidak apa. Kau boleh pergi,aku sendiri yang akan bawa Jenna keruang mommynya. Terima kasih ya".
Aku berbalik badan dan meninggalkan tempat itu. Tapi tunggu, aku berbalik dan memanggil suster itu lagi.
"Suster! Suster tunggu!. Siapa nama bayi yang sempat kehilangan nafasnya itu?." Tanyaku.
"Oh iya Tuan, bayi itu bernama Luke, dia bayi laki-laki. Mungkin anda pernah melihatnya, dia tepat di depan Adik Jenna waktu itu." jawabnya.
"Ya Tuhan, kasihan sekali dia. Baiklah, terima kasih ya sekali lagi."
Suster tersebut pergi, aku masih menatapi ruang bayi itu. Masih ramai, dan yaa mataku melihat pria yang waktu itu ku temui. Dia ayahnya Luke bayi malang itu. Aku hampiri dan ya mungkin akan mengucapkan kalimat penguat untuk dia.
"Hai bung, kau ayahnya Luke kan? Masih ingat aku?." sapaku padanya.
"Yaaa, aku ingat. Ini anakmu yang bernama Jenna kan?". Tanyanya seraya mengelus kepala Jenna yang tertutup topi hangatnya.
"Yaa dia Jenna putriku. Ngomong-ngomong kita belum saling mengenal. Namaku Antonio, Antonio Vonsi, dan kau?" Tanyaku seraya menjulurkan tangan kananku.
"Astaga iya, namaku Grady Darlet. Apa anakmu sudah boleh pulang bung?". Tanya Grady.
"Senang bertemu denganmu Grady. Yaa hari ini dia boleh pulang. Dan, aku turut prihatin dengan keadaan Luke". Sahutku.
"Yaa terima kasih, Anakku cukup kuat,lihatlah di sana. Dia sudah melew..".
"Tuan Antonio..".
Kata-kata grady terpotong karna Leto datang dan menghampiri kami.
"Tuan, nyonya sudah marah-marah di ruangannya dan memakasa untuk menjemput Jenna di ruang bayi ini. Mungkin karena terlalu lama menunggu. Bisa kita pergi sekarang?." Tanya Leto dengan nada yang sedikit ragu.
"Astaga Angeline memang tak pernah mau di buat menunggu. Baiklah kita kesana sekarang." jawab Antonio pada Leto.
"Baiklah bung Grady, sepertinya aku harus pergi sekarang sebelum istriku menyeretku dengan tangannya sendiri. Semoga Tuhan memberkatimu dan keluargamu.".
Antonio tersenyum lalu pergi meninggalkan tempat itu, dan meninggalkan Grady yang kembali menatap bayi laki-laki yang tengah berada di dalam inkubator.
Angeline POV
...
Ohh Lord... Mengapa begitu lamaa sihh. Astaga anakku Jenna, mommy rindu menyentuh hidungmu.
Tak lama kemudian Leto datang.
"Nyonya, Tuan sedikit lagi akan da-ta".
Kata leto terputus
"Yaa yaa suamimu dan anakmu disini sayang". Antonio masuk membawa Jenna dipelukannya.
"Ohh Niooo.. Akhirnya, sini kemarikan Jenna. Dan Leto, pelayan. Tolong bawakan barang ini ya. Terima kasih".
Aku menggendong Jenna lalu pergi keluar kamar rawat inap VVIP dengan wajah sumringah. Disusul Antonio yang berjalan di belakangku lalu menjajarkan langkah kita berdua dengan rangkulan tangan kirinya dipinggangku.
Kami menaiki mobil yang di setir langsung oleh Antonio. Mungkin dia mau merasakan sensasi yang berbeda. Leto dan pelayan lain ada di dalam mobil lainnya. Mobil berjalan beriringan. Mobil pertama berisikan ajudan-ajudan Antonio, mobil ke-dua berisi keluarga yang amat bahagia ( Antonio, Angeline, Dan Jenna), mobil ke-tiga berisi Leto,dan beberapa pelayan, dan terakhir. Mobil ke-empat berisikan ajudan-ajudan Antonio lagi. Yaa bagaimanapun Leto dan pelayan-pelayan juga harus merasa aman.
Antonio POV
...
Kami bertiga keluar dari mobil, para pelayan sudah menunggu di depan pintu. Menyambut kedatangan putri kecil kami.
"Selamat datang Tuan, selamat datang Nyonya, Selamat datang Nona Jenna". Sambut para pelayan yang berbaris di pintu rumah.
"Terima kasih semua". Aku, Angeline dan Jenna masuk ke dalam. Di dalam sana sudah ada Grandpa dan
Grandma. Ayah dan ibu dari Antonio dan Angeline
"Oohh heloo!! welcome home my cute baby jenna" Teriak Grandpa Jhon, ayah dari Antonio.
Ya, ibu dan ayahku sangat senang. Jenna cucu pertama mereka, karna aku anak satu-satunya yang mereka miliki.
Akupun berjalan mengintari rumah ini, memperlihatkan segala sudut rumah ini kepada Jenna. Dia memang belum mengerti, tapi kurasa dia anak yang cerdas. Buktinya ketika aku memperlihatkan kamarku dan Angeline,aku berbisik ke telinganya. Aku mengatakan kalau ini TKP dimana Daddy dan Mommy membuat Jenna. Dia tersenyum lebar sambil memejamkan matanya.
"Nio, hentikan hal konyolmu itu, dia masih suci!." Teriak Angeline yang masuk kedalam kamar dan menarik Antonio dan Jenna ke atas kasur kebesarannya.
"Heii sayang, dia harus tau itu hahahaha. Dan apa yang akan kau lakukan? Kau menarikku ke atas kasur. Apa kau mau membuatkan adik untuk Jenna?." Tanyaku dengan tertawa.
Aku hanya bisa terkekeh dan mencium wanita-wanita cantiku. Angeline dan Jenna.
Next next next next next hehehehe..
KAMU SEDANG MEMBACA
Jenna will you?
Romance(End✔️) Tuhan telah merencanakan ini semua. Aku percaya semua tentang kita adalah takdir. Namun ketika takdir tak berjalan sesuai dengan apa yang kita mau, akankah kita bisa merubahnya?. Entahlah, hanya Tuhan, Jenna, dan Luke yang tahu. "Tunggu aku...
