DELAPAN BELAS

18 4 0
                                        

Hari ini adalah dua hari sebelum Jenna dan Luke ulang tahun. Luke telah sampai di Panti Asuhan. Panti Asuhan ini adalah salah satu Panti yang sering di datangi oleh Angeline. Panti Asuhan ini terdapat di daerah Kota Jakarta Pusat, namanya Panti Asuhan Pelangi Kasih. Angeline memang menjadi donatur beberapa Panti Asuhan di Indonesia.
Sekitar seratus panti asuhan yang Angeline donaturi.

Jonathan dan Christy juga turut membantu Luke untuk mendekor panti. Anak-anak di pantipun antusias sekali untuk membantu mereka menghias setiap sudut panti agar terlihat indah. Jika kalian bertanya Jenna dimana?. Jenna sedang belajar dirumah untuk ujian tes masuk universitas pilihannya.

Itupun Luke berbohong pada Jenna, ketika Jenna mengajak Luke untuk mengajarinya. Luke berbohong kalau dia harus pergi bersama dengan Club Basketnya untuk latihan. Dan jadilah begini, Jenna belajar tapi terus-terusan mengumpati Luke yang mementingkan Club Bakset sialannya itu daripada dirinya. 

Memang akhir-akhir ini Luke sengaja membuat jarak antara dirinya dan Jenna. Agar mempermudah Luke untuk mempersiapkan kejutan ulang tahun mereka berdua. Dan itu mampu membuat Jenna uring-uringan jika Luke tidak mengabarinya atau membalas pesan bahkan teleponnya.

"Emm Jo, bisa tolong ambilin tangga lipat di pojok situ gak? Gue mau pasang lampu-lampu dipohon soalnya." Ucap Luke pada Jo sambil mengeluarkan lampu-lampu gantung dari dalam dus.

"Gak ada otot sih lu, makannya gak kuat kan ngangkat tangga?." Ledek Jonathan sambil berjalan untuk mengambil tangga. FYI aja nih untuk perempuan-perempuan. Kalo kalian liat tubuh Luke, beehhh bisa-bisa pingsan seketika. Ototnya dimana-mana cuy.

"Daripada gak ada otak kayak lu!." Balas Luke meledek juga.

Jonathan memberikan tangga lipat yang dia ambilkan untuk Luke.

"Nih, makasih ya Jo. Iya sama-sama Luke." Ucap Jonathan menyindir.

Luke terkekeh lalu mengambil alih tangga itu dan menempatkannya pada batang pohon. Luke menaiki tangga itu.

"Jo, pegangin. Kalo gue jatoh nanti gak jadi ulang tahun."

"Ck, ngerepotin aja sih lu."

Jo memegangi tangga yang Luke naiki dari bawah.

"Jo jangan di goyang-goyangin, gue bukan inul." Omel Luke dari atas tangga sambil memasang lampu-lampu di ranting pohon.

"Apaan sih ngoceh aja. Udah cepet pasang lampunya, pegel nih!."

Luke melanjutkan aksinya untuk memasang lampu-lampu itu. Tak lama Christy datang membawa nampan berisi es teh manis dan gorengan bakwan.

"Boy's! Istirahat dulu, nih Ibu panti bikinin kita es teh manis sama gorengan bakwan."

Jonathan menengok dan melepaskan genggamannya pada tangga. Seketika tangga yang Luke naiki terguncang. Luke refleks memeluk batang pohon tersebut.

"Woi kalo bego jangan kebangetan dong. Ini pegangin lagi gue mau turun!." Maki Luke yang sudah panik sambil memeluk batang pohon agar tangganya tak goyang dan agar dirinya tidak terjatuh.

Jonathan menegok dan tertawa terbahak-bahak.

"Ehh iya maap yaa, lu kayak monyet Luke gelantungan begitu." Ledek Jonathan sambil kembali memegang tangga.

"Kampret lu!."

Luke turun dari tangga itu lalu mengeplak kepala Jonathan.

"Awhh sakit bego."

"Bodo!." jawab Luke acuh sambil menjulurkan lidahnya.

"Berantem aja sih, udah nih cepet dimakan, nanti dingin gorengannya gak enak."

Jenna will you? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang