Author POV
....
Bel pulang sekolah telah bersua. Tiba saatnya semua murid keluar dari kekangan fikiran yang membengkakan otak. Satu persatu murid keluar dari kelas. Menyisahkan 4 murid yang masih duduk sembari merapihkan barang-barang bawaannya. Jenna, Christy, Jo ,dan si tampan Luke.
"Jenn.. Mamaku sudah sampai untuk menjemput. Mau keluar bersama?." chris membuka suara lebih dulu.
"Mm tidak Chris, kau duluan saja. Aku nanti bersama Luke." balas Jenna yang masih memasukkan buku kedalam ranselnya.
"Kauu? Dan dia? Pulang sama-sama?. Astaga aku kaget, sedikit". Ucap Chris seraya menunjuk luke dan Jenna bergantian.
"Jangan lebay deh, udah ayo pergi." Sergap Jo yang menarik tangan Chris untuk keluar kelas.
"Jenn, ayo kita pulang" . Ajak Luke sambil berjalan keluar kelas.
Jenna mengangguk lalu berjalan mengekori Luke.
Sesampainya mereka di parkiran Luke mengeluarkan kunci mobil Lamborgini mewah hitam dobbnya. Pergi ke arah mobilnya, lalu membukakan pintu untuk Jenna.
"Silahkan masuk cantik". Ucap Luke sambil membungkukan badannya, tanda mempersilahkan Jenna masuk.
"Berlebihan sekali kau Luke, memangnya aku Ratu Inggris." Balas Jenna sembari duduk.
Luke menutup pintu mobil. Dan berlari kecil, membuka pintu kemudi, masuk lalu duduk dan menggenggam stir.
"Jenna dimana rumahmu? Kita tidak akan sampai kalau aku tidak tahu rumahmu." Tanya Luke sambil terkekeh kecil.
"Ahh yaa. Aku lupaa. Jalan saja, keluar dari sekolah ini. Nanti aku tunjukkan arahnya." Jawab Jenna cepat dan menatap kedepan.
"Ckk, hmm baiklah. Jangan sampai salah arah. "
Luke menghembuskan napas berat. Menyalakan mobilnya lalu menancap gas.
"Luke, hati-hati menyetirnya. Aku tidak mau ada luka di tubuhku".
"Yaaa yaa yaa, memangnya aku Ibu-ibu bar bar yang kalau berkendara sen ke kanan belok ke kiri hah??." Tanya Luke sambil memutar bola mata.
"Siapa tahu kau keturunan dari mereka hahahaha". Jenna tertawa sambil menatap Luke. Luke tetap fokus menyetir kedepan.
Astaga rahang Luke sangat indah ternyata. Kumis tipisnya juga menambah kemachoan Luke. Alisnya tebal dan rapih, apa dia sulam alis ya? Hahahah. Ahhh Jenna apa-apan sih kau ini. Decaknya dalam hati
Dari kejauhan, mobil hitam bermerk BMW mewah keluaran terbaru melihat Mobil lamborgini yang dibawa oleh Luke dan Jenna keluar halaman sekolah. Sepasang mata yang memakai kacamata hitam menatap dari dalam mobil, orang itu tersenyum lalu menelepon seseorang.
"Tuan, mereka telah keluar sekolah. Perintah Tuan akan kami laksanakan dengan baik." Orang berkacamata hitam berbicara lewat telepon.
"Yaaa Letto, jaga anakku baik-baik. Ikuti mereka. Jangan sampai terjadi apa-apa dengannya." Sahut orang di balik telepon.
"Yaa, Tuan Vonsi."
Antonio Vonsi, bukan dia kalau tidak memastikan seluruh anggota keluarganya dalam keadaan baik-baik saja. Walau sudah memberi izin kepercayaan pada Jenna. Tetap saja dia tidak akan melepas anak gadisnya begitu saja, apalagi jika dia tau anak gadisnya pulang dengan teman yang baru dia kenal itu.
*****
Dalam perjalanan Jenna asik mendengarkan lagu di radio yang Luke nyalakan. Sesekali dia bernyanyi dengan merdu mengikuti sang penyanyi. Luke tertawa heran dengan tingkah Jenna. Ternyata gadis di sebelahnya ini pandai juga dalam bernyanyi. Terkadang sangking asiknya bernyanyi, Jenna sampai lupa menunjukkan arah jalan pada Luke. Dan membuat mereka harus beberapa kali berbalik arah karena terlewat jalan yang benar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jenna will you?
Romance(End✔️) Tuhan telah merencanakan ini semua. Aku percaya semua tentang kita adalah takdir. Namun ketika takdir tak berjalan sesuai dengan apa yang kita mau, akankah kita bisa merubahnya?. Entahlah, hanya Tuhan, Jenna, dan Luke yang tahu. "Tunggu aku...
