Haiii kalian.. Ini lanjutan bagian yang kemarin yaahhh :)
Selamat membaca. Jangan lupa bacanya sekalian berkhayal :)
Aku seneng kalo kalian bacanya sampe senyum senyum sendiri
*****
"Woii jo, lo liat apa sih ko diem?." Tanyaku pada Jo.
"Ssttt, kayaknya mereka jalan ke arah sini deh. Lahh iya Luke, bener ke sini." Ucap Jo yang masih tetap memfokuskan pandangannya pada pintu masuk. Aku berbalik dan menatap ke arah yang sama dengan Jo.
"Astaga gadis itu jo!!!". Sahutku dengan kaget.
Ileona Redicta. yaa, gadis tak tahu malu yang selalu mendambakan Luke menjadi kekasihnya. Dia memang cantik, pintar? Halahh, selalu kalah dengan kepintaran Luke. Luke benci dengan tingkahnya. Selalu menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang dia mau. Namun tidak dengan sekarang. Luke akan bertindak lebih halal dengan kelakuan najisnya. Sarkas memang. Tapi itu pantas untuk wanita sepertinya.
Dia senior disini, tepatnya dia sudah kelas 12. Lucu bukan? Menyukai brondong seperti Luke. Sungguh menggelikan. Kalau saja bukan karena Papa Luke yang serekanan bisnis dengan Papa Ileona, Sudah pasti Ileona akan mencium ubin dari dulu. Parahnya lagi Mr.Darlet ayah luke selalu saja meng-iyakan permintaan dari Ayah Ileona, terutama memasukan mereka di sekolah yang sama. Sangat mengenaskan, semangat Luke. Hmmmm...
"Helo honey , boleh aku bergabung di sini sayang?". Ileona menghampiri Luke dan Jo
"Wow Ileona, senang bertemu denganmu lagi senior!" dengan nada agak meninggi Luke menjawab.
"Oohh ayolah tampan jangan sebut-sebut senior, aku merasa sangat tua jika seperti itu". Desak Ileona.
"Maaf Ileona, sesungguhnya kau memang tua, jelek, dan lihat. Dibawah matamu sudah mulai ada kerutan. Dan omaigat, di dahimu. Sedikit bergaris-garis. " ledek luke sambil menunjuk muka Ileona dengan suara yang cukup besar, mungkin seluruh ruangan Resto bisa mendengarnya.
Sialan, satu restoran memperhatikan aku. Ohh apakah muka ini berkeriput, astaga apakah Skincare yang kupakai dengan rutin tidak ampuh? Apakah aku harus bilang ke daddy untuk membiayai oprasi plastikku di Korea? Sialan kau Luke. Batin Ileona. Dengan cepat Ileona pergi meninggalkan Luke dan Jo dengan bibir yang meracau tak jelas. Mungkin sumpah serapahnya.
Luke dan Jo tertawa, tidak bukan hanya Luke dan Jo, tapi seisi resto.
"Luke,Luke... Sedikit lagi kau akan mendapat telepon dari daddymu. Aku sangat yakin". Ucap Jo kepada Luke.
"Tenanglah akan ku atur semuanya sehingga menarik. Semenarik gadis yang duduk di belakangmu itu." Luke mengadahkan dahinya untuk menunjuk arah belakang Jo.
Dibelakang mereka sudah ada Jenna dan Christy yang baru duduk. Entah mengapa Jenna memancarkan aura yang berbeda. Jenna cantik, lebih lebih cantik dari gadis cantik yang kutemui. Apa yang harus aku lakukan agar Jenna bisa dekat denganku?.
"Haduh mulai lagi, deketin deh sana si jenna. Jenna Black Pink du du du". Ledek Jo pada Luke.
"Itu Jennie bodoh!." jawab cekat Luke sambil menoyor dahi Jo.
Jenna Lienio Vonsi POV
🖤🖤🖤🖤
Sepertinya makanan di resto sekolah enak-enak. Tersedia makanan khas Indonesia dan Barat. Tapi tetap lidahku menjuarakan rasa rempah Indonesia. Aku memesan Soto betawi, yapp. Aku sangat menyukai makanan itu. Kata Mommy, waktu Mommy selesai melahirkanku, Mommy makan soto betawi, habis 3 mangkuk sendiri. Mungkin dari situ, darah penyuka Soto Betawi menurun. Dan aku juga pesan orange juice, Daddy pernah bilang, jika habis makan makanan yang berlemak agar tidak kolestrol kita harus menatralisirnya. Maka dari itu aku pesan orange juice.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jenna will you?
Romansa(End✔️) Tuhan telah merencanakan ini semua. Aku percaya semua tentang kita adalah takdir. Namun ketika takdir tak berjalan sesuai dengan apa yang kita mau, akankah kita bisa merubahnya?. Entahlah, hanya Tuhan, Jenna, dan Luke yang tahu. "Tunggu aku...
