OUR BABY - 7
Sehun hanya diam seharian ini di dalam kantornya. Menolak makan siang bahkan menolak segala macam kunjungan dari chanyeol maupun Yang lain-lain. Mood sehun benar-benar down. Inginnya marah-marah saja. Jadi daripada setiap ada orang masuk sehun berteriak lebih baik tidak menerima tamu sama sekali.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan sehun sama sekali tidak lapar. Inginnya hanya bertemu dengan jongin saja. Tapi sehun takut bertemu jongin karena jongin bisa saja marah padanya. Tapi sehun benar-benar merindukan jongin.
Sehun menimbang sambil berjalan mengelilingi ruangan tempat kerjanya. Inginnya sehun langsung ke rumah atau cafe jongin tapi nanti jongin marah. Tapi kalau tidak kesana sehun bisa mati kangen. Ah apa Yang harus sehun lakukan?
Sehun menarik rambutnya sendiri sebelum berjalan keluar dan memalingkan wajahnya dari chanyeol karena sehun masih enggan melihat wajah chanyeol Yang tiba-tiba menyebalkan dimata sehun. Sangat menyebalkan.
Sehun mengendarai mobilnya dan mengarahkannya ke cafe jongin. Karena sehun harus bertemu dengan jongin, harus. Setelah menyetir selama 30 menit karena sehun menyetir seperti siput akhirnya sehun sampai juga di cafe jongin. Sehun memarkirkan mobilnya dan melihat ke dalam cafe.
Sehun bisa melihat jongin sedang berbincang dengan beberapa pelanggan coffee shop miliknya. Jongin tersenyum ramah dan menjawab semua pertanyaan dengan sangat ramah karena sehun bisa melihat senyuman dari pelanggan Yang diajak bicara oleh jongin.
Melihat jongin dari jauh membuat sehun ingin memeluk jongin sekarang dan tanpa sadar sehun melangkahkan kakinya memasuki coffee shop jongin dan langsung memeluk jongin erat-erat. Menciumi rambut jongin dengan wangi khas Yang sehun sukai.
Mengabaikan jongin dan pengunjung coffee shop Yang kaget sehun tetap asik memeluk jongin erat seperti Yang sehun butuhkan hanya jongin bukan orang lain.
"Apa Yang kamu lakukan" bisil jongin sambil mencubit perut sehun keras membuat sehun melepaskan pelukannya bahkan berjalan mundur beberapa langkah
"Aku kangen padamu" ucap sehun santai
"Berhenti bicara menyebalkan" ucap jongin dan berjalan meninggalkan sehun
"Tapi aku benar-benar merindukanmu" sehun menyamai langkah jongin kemudian memeluk jongin dari belakang dan terus memeluk jongin dari belakang sambil mengikuti langkah kaki jongin.
Bayangkan orang dewasa dengan setelan jas mahal menempel di punggung orang lain Yang lebih kecil dari si pemeluk. Tidak tahu tempat dan sangat tidak keren membuat banyak orang harus rela menahan tawa mereka. Tapi sehun tidak peduli karena dia inginnya hanya memeluk jongin saja.
Jongin berjalan menuju dapur dan sehun tetap menempelinya seperti cicak.
"Sampai kapan ingin memelukku?" Tanya jongin saat sudah sampai di area dapur
"Sampai rasa rinduku hilang" ucap sehun santai
"Kenapa merindukanku?"
"Karena aku menyukaimu" ucap sehun santai tanpa tahu jika kalimat santai sehun membuat jongin memerah karena malu.
"Jangan bercanda" ucap jongin ketus "katakan alasannya"
"Tidak ada alasan tertentu untuk menyukai seseorang"
"jangan mengatakan hal aneh dan berhenti mengganggu ku"
"tapi aku rindu, melihatmu saja malah membuatku ingin memelukmu dan ternyata memelukmu membuatku ingin menciumimu juga" ucap sehun yang membuat jongin mendorong sehun dan sedikit memberi jarak diantara keduanya yang kini saling berhadapan
