OUR BABY - 41
Pagi hari Yang tenang di hari minggu Yang benar-benar minggu bukan hari rabu Yang tiba-tiba menjadi minggu karena bos besar sedang ingin dirumah. Semua tenang hingga kwangmin membuka matanya dan langsung berhadapan dengan wajah papa. Sejak kapan papa bobok dengan kwangmin?
Kwangmin menguap sebelum menepuk pipi papa dengan tangan kecilnya. Inginnya kwangmin langsung bangun tapi papa memeluk perutnya erat.
"Papa papa" panggil min sambil menepuk pipi sehun tapi sayang tepukan min tidak mampu membuat papa terbangun.
"Papa jewel" bisik kwangmin sebelum menarik telinga sehun keras-keras membuat sehun terkejut dan langsung membuka matanya
"Aaaaa aduh aduh sakit" keluh sehun sambil mengusap telinganya.
"Papa cucah banun" kata kwangmin sebelum merangkak pergi meninggalkan papa menuju jendela besarnya dan menelusupkan badannya lewat bawah gorden hanya demi melihat matahari.
Sehun mematikan lampu kamar kemudian membuka gorden dan duduk disamping kwangmin Yang sudah menempelkan wajahnya di kaca sambil menepuk bokong kwangmin Yang gembul karena kwangmin masih menggunakan popok.
"Min" panggil sehun membuat kwangmin menoleh
"Hmm?" Jawab kwangmin cuek
"Sebentar lagi min sudah 4 tahun, sudah akan punya adik, ayo latihan pipis di toilet" kata sehun
"Napa? Pipi popok caja"
"Malu kalau pipis di popok terus. Nanti ditertawai orang. Kerennya hilang"
"Kelennya bisa hilang? Napa hilang?"
"Soalnya pipis pakai popok. Belajar pipis di toilet mulai hari ini ya? Pakai popoknya pas malam-malam saja"
"Hmm nya mama dulu"
"OK nanti kita bicara pada mama"
"Min lindu mama" ucap kwangmin sebelum berlari keluar kamar membuat sehun juga bagkit dan mengikuti si kecil.
Dikira Yang rindu hanya kwangmin? Sehun juga kangen berat sama mama kwangmin. Coba semalam kwangmin tidak rewel dan sehun tidak ketiduran di kamar kwangmin pasti pagi ini sehun bisa menciumi wajah mama jongin sampai puas.
Kwangmin ternyata berbelok ke kamarnya dan jongin, bocah cilik itu langsung berusaha merangkak menaiki kasur dan sehun tertu bertugas membantunya.
"Mama mana?" Tanya kwangmin
"Makanya min mandi dulu baru nyari mama"
"Dinin papa"
"Ayo mandi dulu" sehun menggendong kwangmin dan memasuki kamar mandi nya.
"Wek wek"
"Bebeknya di kamar min. Karena mandi disini ya tidak ada wek wek" ucap sehun sambil membuka baju kwangmin dan memasukkan tubuh telanjang kwangmin ke dalam bathtub.
Sehun tentu memilih air dengan suhu hangat. Lalu ikut berendam bersama kwangmin sehun masih memakai celana pendeknya. Jika tidak bisa terjadi huru hara. Sehun duduk bersila dan mulai menggosokkan sabun ditubuh gembul kwangmin.
Kwangmin berdiri dan ikut menggosokkan sabun tapi bukan di tubuh sehun melainkan di wajah sehun membuat banyak busa Yang hampir menutup seluruh wajah sehun kecuali mata dan hidung.
