Jongin pamit sebentar ke kamar mandi meninggalkan sehun dan dua anaknya. Biarlah mereka bertiga berdebat karena si kecil jaemin kini seolah mengerti apa Yang orang-orang katakan dan akan ikut protes meski dengan teriakan dan gumaman tidak jelas.
Jongin tersenyum sambil mencuci tangannya. Mengingat keluarganya memang seperti mood booster untuk jongin. Lamunan jongin buyar saat seseorang mendekatinya.
"Kenapa? Kenapa kamu tidak bilang jika dia oh sehun?" Tanya sosok itu membuat dahi jongin mengerut dalam.
"Apa maksudmu?" Tanya jongin
"Kenapa saat bertemu kamu tidak memperkenalkan nya dengan jelas Kim jongin?" Tanya sosok itu dengan penuh penekanan membuat jongin keheranan.
"Kenapa aku harus bilang jika sehun adalah pemilik oh empire tuan kang?" Tanya jongin
"Agar harimu menyenangkan disini? Tidak, sehun bisa menebakmu dengan sangat tepat, sehun bisa melihat dimana ular sepertimu berada dan akan mengerjaimu sesuka hatinya hingga akhir. Ah atau dia bahkan sudah melalukannya?" Lanjut jongin
"Apakah sangat sulit untukmu berkata maaf? Maaf untuk masalalu tidak menyenangkan kita? Maaf untuk kemarin? Aku tidak menuntutmu untuk melakukannya kau tenang saja. Aku akan bilang pada sehun untuk berhenti mengerjaimu. Maafkan dia" jonginpun segera beranjak pergi meninggalkan daniel seorang diri.
Jongin menggeleng pelan, tidak habis pikir dengan daniel dan juga sehun. Daniel dan keegoisannya juga sehun dan tingkah konyolnya. Jongin kembali masuk kedalam ruangan sehun dan menemukan jaemin sudah bangun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bahkan sudah bermain di pojokan ruangan sehun Yang disulap penuh dengan mainan sejak kelahiran kwangmin. Sehun dan segala kemauan uniknya.
"Kamu mengerjai daniel ya?" Tanya jongin sambil menarik pipi sehun.