DGK:41

36.3K 1.5K 48
                                        

Rere sangatlah cantik dengan mengenakan gaun putih dengan desain semirip mungkin dengan gaun milik Cinderella, putri dalam tokoh dongeng Disney yang sangat ia gemari.

Impiannya kali ini mungkin saja terwujud. Memakai gaun di pesta pernikahannya, dengan sang pangeran yaitu Asatya yang mengenakan setelan jas. Walaupun tidak ada kereta kuda, ibu peri dan juga mungkin belum ada cinta di hati Asatya tapi tak membuat dirinya berkecil hati.

Daniar memang benar-benar mewujudkan impiannya. Selain merancang gaunnya, Daniar juga yang merancang sepatu yang tengah Rere pakai sama persis dengan sepatu kaca yang Cinderella pakai.

Yang Rere lakukan sedari tadi hanyalah memutar-mutarkan badannya di depan kaca full body sembari berkacak pinggang melihat seluruh tubuhnya yang tinggi kurus sehingga sangat cocok dengan gaun yang ia pakai

Ceklek...

Pintu kamar terbuka. Rere kembali menyimpan kedua lengannya dan menatap siapa yang masuk.

Ternyata Asatya. Pria itu terlihat sangat tampan dengan balutan jas dan tuxedo. Rambut yang kelimis karena pomade serta wangi tubuh yang sangatlah harum persis seperti tokoh pangeran.

Asatya berjalan menghampirinya dengan tangan yang di kebelakangkan. Setelah berada tepat dihadapannya, Asatya mengeluarkan tangannya dari balik punggung. Ternyata sebuah kotak kecil berwarna merah yang ia sembunyikan.

"Berbaliklah," pintanya. Rere hanya menurut tanpa berkata apapun.

Asatya memasangkan kalung berliontin hati berwarna merah dengan taburan berlian di tengahnya. Rere hanya bisa diam. Dalam hatinya menjerit, demi apa dirinya saat ini tengah memakai kalung berlian yang sama sekali tidak pernah dirinya impikan.

"Lihat, sudah sama persis dengan Cinderella. Maaf saya tidak menyiapkan mahkotanya karena belum sempat saya belikan," ucapnya.

"Aih tidak apa. Kalung ini, gaun dan sepatu kaca ini sudah sangat cukup, pak! Jangan merasa bersalah hanya karena mahkota."

Ceklek..

Pintu dibuka oleh seorang gadis dengan setelan gaun pendek berwarna biru muda. Gadis itu adalah Rachel.

"Ada apa putri kecil?" tanya Asatya.

"Dibawah ada tamunya Bangsat noh.. dia cantik loh Bang.. hahaha," Rachel berlari pergi setelah mengucapkan kata singkatnya.

"Tamu cantik? Jangan-jangan mantan bapak? Ish, bapak jahat! Di pesta kita masih sempet undang mantan!"

"Bu-bukan. Ck. Yasudah, saya ke bawah dulu. Kamu tetap disini, sebentar lagi Mama Fenita dan Mama Daniar akan kesini," ucapnya lalu pergi.

"Idih, dasar!"

_____________

"Buahahaha. Lo kapan nyusul gue Jo? Lo kan lebih tua dari gue, masa keduluan sih hahahaha," Asatya terbahak sangat kencang.

Jonathan membalas seolah tak mau kalah dari sepupunya, "tunggu aja, bentar lagi kita sebar undangan kan Beib?"

Perempuan yang di panggil dengan sebutan 'beib' oleh Jonathan pun mengangguk," tenang aja Sa, gue dan Nathan bakal nyusul lo kok."

"Tapi, gue gak percaya kalo lo berdua bakalan jadian. Bukannya dulu pacar lo ini suka dan ngebet banget buat jadi pacar gue ya?" Asatya menggodanya.

"Ihh Asa, masih aja godain gue kayak waktu dulu. Udah berapa kali gue bilang, dia itu kan kembaran gue! Masa lo udah lupa sih?"

"Iya iya, pacar lo ini lucu banget sih Jo."

"Eh, jangan ganggu pacar gue! Lo kan udah kawin noh sama daun muda, cantik, pinter, body nya aduhai aduhh i---

Dear Guru Killer Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang