DGK:36

29.8K 1.6K 33
                                        

"Selamat ya, karena kamu sudah melewati ujian nasional ini dengan baik tanpa ada catatan dari para pengawas. Saya berdoa supaya kamu lulus dan mendapat nilai yang memuaskan," ucap Asatya.

"Aamiin. Makasih pak. Ini juga berkat bapak yang mau dengan ikhlas ajarin Rere sama sahabat Rere. Rere gak nyangka ternyata selain nyebelin dan galak, bapak juga pinter. Pantesnya bapak itu kerja di kantoran loh."

"Saya tidak tertarik."

"Jadi bapak mau kerja cuma jadi guru bk? Gak berubah pikiran gitu?"

Asatya menggeleng, "pekerjaan ini sangatlah mulia. Walaupun gajinya tidak sebesar apabila bekerja dikantoran, tapi setidaknya cukup."

Rere tersenyum.

"Yaudah pak, Rere mo mandi, gerah."

"Baiklah. Mandi yang bersih, saya juga mau ke dapur," jawab Asatya sambil bangkit lalu melangkahkan kakinya.

Lagi-lagi Rere tersenyum. Suaminya ini banyak berubah. Dari segi sikap dan perilaku yang menjadi hangat dan asyik diajak bicara, tidak seperti pertama kali bertemu. Ternyata ia salah menduga Asatya yang seperti monster. Walaupun terkadang sikapnya menyebalkan, tapi itu tak menjadi masalah bagi Rere selama sikap Asatya itu tidak menyakiti perasaannya.

Rere kemudian menggelengkan kepalanya lalu masuk ke kamar mandi.

Setelah beres, Rere turun ke bawah menemui sang suami dengan pakaian tidur panjangnya. Ia melihat sang suami yang tengah fokus mengaduk adonan di mixer.

Ia mendekat kearahnya, dan...

"Dar!"

"Saya tidak terkejut."

"Aih, nyebelin banget sih. Bohong kek kali-kali," ucapnya.

Asatya tertawa kecil lalu ia menatapnya dari mulai bawah hingga keatas.

"Loh,kenapa masih pakai baju tidur?"

"Lah, ini kan udah sore. Bentar lagi malam dan tidur gimana sih pak "

"Bukan gitu maksud saya.... hufh, baiklah kamu bantu saya ya."

"Bantu apa? Rere gak bisa bantu banyak. Bapak tau sendiri lah Rere ini jagoooo banget."

"Jago banget apanya? Jago banget kacauin?" Asatya terkekeh. Bibir Rere mengerucut.

"Yaudasi, apa yang bisa Rere bantu?"

"Tolong ambilkan saya loyang di lemari bawah, ya."

"Ck, gitu kek daritadi"

Rere segera membungkukan badannya untuk memgambil loyang di lemari yang ada di bawahnya.

Namun...

Sebuah benda jatuh tepat di hadapannya ketika ia akan menutup lemari itu kembali. Dilihatnya benda itu yang ternyata adalah selembar foto wanita cantik yang apabila dilihat seumuran dengannya.

"Cantik banget," gumam Rere.

"Siapa yang cantik?" tanya Asatya yang masih fokus mengaduk adonan dengan mixer.

"Ini nih pak. Tadi Rere gak sengaja nemu foto ini disini. Tapi sayang, udah kotor banget karena debu," jawabnya sembari menyodorkan selembar foto usang tersebut.

Asatya melirik foto itu. Awalnya sebentar. Namun ketika ia menyadari foto tersebut, barulah ia mematikan mixer dan segera merebut selembaran foto usang itu dari genggaman Rere.

Buru-buru Asatya menghidupkan kompor lalu segera membakar foto tersebut. Rere yang melihat hanya diam sembari memperhatikannya. Ia bingung karena tingkah aneh Asatya ini.

Dear Guru Killer Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang