[Sudah di revisi]
Destira mendorong pintu mini market lalu masuk untuk membeli barang-barang yang ia butuhkan. Biasalah, namanya juga cewek, banyak keperluannya.
Dia berdiri di jajaran rak skincare yang banyak sekali merk nya. Berbagai macam produk ada disitu.
Sungguh, walaupun Destira bisa di bilang perempuan tomboi bahkan jarang dandan. Melihat bedak dengan segala tetek bengeknya membuat ia ingin membelinya saja. Sangat menggirukan~
Berfikir bahkan sampai 100 ribu kali lamanya mau beli apa gak. Itulah Destira jika ingin membeli sesuatu yang menurutnya memang ia butuh.
Destira hanya ingin membeli apa yang ia butuhkan, bukan apa yang ia inginkan. Itu prinsipnya sejak dulu. Karena kebutuhan lebih penting daripada keinginan.
Mengambil troli, lalu berputar mengelilingi mini market. Dua pacs pembalut kini sudah ada di dalam troli. Pembalut itu sangat penting, untuk Destira.
Kemudian ia mengambil sabun cuci muka, krim pemutih wajah, deodorant, body lation, serta minyak wangi lalu memasukkannya ke dalam troli.
Jangan lupakan, makanan kesukaannya yaitu mie instant goreng. Destira membelinya sebanyak 10 bungkus.
Selesai, belanja untuk kebutuhannya telah selesai. Dia kemudian mendorong trolinya menuju tempat kulkas es krim serta minuman dingin.
Beberapa minuman penyegar tenggorokan ia ambil untuknya, serta beberapa bungkus es krim ia masukkan ke dalam troli.
Destira pun berniat untuk membayarnya dan segera pulang.
***
Sampai di rumah, Devano berjalan gontai menuju kamarnya yang terletak di lantai dua. Sepi, itulah suasana rumahnya sekarang. Tidak ada satu orang pun selain dirinya, karena ibu dan ayahnya sedang menjenguk neneknya yang sedang sakit di Bogor.
Devano berniat ingin membersihkan badan, sebelum satu notif dari ponselnya menghentikan langkahnya. Ia berbalik kemudian membaca pesan yang dikirim kan oleh seseorang.
Destira
Masih marah tentang yang upacara?
Ya memang, Devano masih marah dengan Destira soal upacara itu, bahkan kejadian itu sudah 4 hari lamanya. Tetapi Devano belum bisa memaafkan Destira.
Devano egois, iya. Seharusnya kan Destira yang marah karena melihat pemandangan yang membuatnya sesak.
Sebenarnya, Devano itu tau gak si kalo Destira itu melihat kejadian itu dengan jelas di depan matanya? Jika tahu, pasti tidak akan terjadi keadaan seperti sekarang. Dimana Devano bersikap egois, seolah-olah Destira yang salah dan Devano lah yang menjadi korbannya.
Devano
Hm
Hanya itu pesan yang ia kirimkan kepada Destira. Devano mengecek foto profil Destira, tidak ada. Katanya, kalo cewek foto profilnya di hapus, terakhir dilihatnya di matikan, berarti orang itu ada masalah. Itu kata Rayhan dan Tirta. Benarkah?
Jika benar, apa masalah yang sedang melanda Destira. Devano agak sedikit kepo tentang itu.
Memilih mengabaikan, Devano beranjak untuk pergi ke kamar mandi menyelesaikan kegiatan yang ia niatkan tadi karena sempat tertunda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sendirian [Selesai]
Fiksi RemajaSudah di revisi dan cerita sudah ending✔️ Selamat membaca kisah cinta 2D💜 Gimana si, rasanya mencintai tanpa dicintai balik? Sakit bukan? Begitulah yang di rasakan oleh cewek yang bernama lengkap Destira Kasavanya. Destira awalnya hanya kagum kepad...
![Cinta Sendirian [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/211104068-64-k299704.jpg)